
Tak terasa sudah dua bulan berlalu ke pergian ayah Kayla, tetapi tak ada perubahan dari sikap Kayla dia masih menutup diri dari khalayak, dia terus mengurung diri di kamar seperti orang yang hidup segan mati pun tak mau. Ibu dan adiknya terus membujuk agar dia tidak terus-terusan mengurung dan menyiksa diri sendiri, perilaku Kayla itu membuat ibunya sangat khawatir akan kondisinya sekarang.
Tasya selalu menghibur Kayla tapi tidak ada perubahan sama sekali dia tetap mengurung diri dikamar, Kayla mengambil cuti kuliah selama satu bulan penuh agar bisa melupakan kejadian mengerikan yang menimpa ayahnya.
Setiap kali Kayla pergi ke kampus bayangan kecelakaan itu selalu muncul membuat Kayla merasa sedih dan merasa ayahnya meninggal karna dia.
Siang berganti sore Tasya membujuk Kayla untuk pergi jalan-jalan ke taman kota yang tidak begitu jauh dari rumah mereka, awalnya Kayla menolak rencana Tasya tapi karna ibu ikut menbujuk Kayla supaya pergi bersama Tasya ke taman kota. Tetapi Kayla terus-terusan menolak pergi, ibu dan Tasya tak putus asa mereka masih ngotot merayu Kayla agar ikut pergi, dengan terpaksa dan wajah yang cemberut akhirnya Kayla mau ikut pergi ke taman kota.
''Pak Joko tolong siapkan mobil!!''
Teriak ibu dari lantai dua.
''Baik Nyah.''
Jawab singkat pak Joko.
''Ya udah, Kamu dandan yang cantik ya Sayangku!'' Senyum ibu mereka.
Pak Joko telah siap menanti di depan rumah, mobil berwarna silver telah menunggu ke datangan dua gadis cantik kebanggan keluarga Antawiguna. Turunlah Kayla dari lantai dua dia begitu sangat terlihat cantik dan anggun memakai mini dres berwarna biru langit dan Tasya mengenakan setelan rok jeans yang sangat cocok dengan kulit putihnya, ibu terkesimah melihat penampilan dua anak gadisnya yang sangat cantik di sore ini.
''Ya Tuhan! Dua anak gadis Ibu nampak sangat cantik dan anggun.'' Pujian terlontar dari bibir ibu.
''Tasya kan emang cantik dari lahir Bu!''
Tasya tertawa kecil.
''Ya sudah cepat pergi! Jangan lupa oleh-olehnya yaa.'' Ibu menggoda anak-anaknya.
''Iya Bu! Ini udah mau bergerak menuju mobil.'' Kayla menggandeng tangan Tasya.
''Kami berangkat Bu.''
Tasya melambaikan tangannya.
Mobil pun melaju kencang menuju taman kota yang saat ini lagi di penuhi pengunjung karna disana ada pestifal perayaan ulang tahun kota tempat Kayla tinggal.
''Woow, Pengunjungnya padat merayap!''
Mulut Tasya melongo karna terkejut.
''Iya dan itu membuat Ku semakin bosan,''
Kata Kayla ketus.
''Ayo dong Kak! Kita nikmati keseruan ini.''
Tasya tersenyum sembari merangkul bahu Kayla.
Pak Joko pun membukakan pintu mobil untuk Kayla dan Tasya, Tasya keluar lebih dahulu tangannya melambai-lambai terhanyut dengan lagu yang di mainkan oleh band ternama, saat Tasya berbalik badan dia melihat kakaknya masih duduk santai di dalam mobil segera dia menyeret Kayla keluar dan mendorong tubuh Kayla ke kerumunan masyarakat. Semua orang asyik menikmati alunan musik yang sangat menyentuh hati, ketika salah satu vokalis band menyanyikan lagu menghapus jejakmu ost Noah, Kayla menitihkan air matanya karna teringat kejadian yang menimpah ayahnya.
''Kakak baik-baik saja bukan?''
Tasya mendekap wajah Kayla dengan kedua tangannya.
''Aku baik-baik saja! Maafkan aku selama ini telah membuat Kalian khawatir.''
__ADS_1
Kayla memeluk tubuh Tasya.
''Tidak apa-apa, Tasya dan Ibu sangat menyayangi Kakak!''
Tasya mengelus rambut Kayla dengan lembut.
Mereka pun menikmati suasana bahagia di sore itu walau Kayla masih merasa sedikit sedih, tapi Kayla mencoba mengiklaskan semua itu dan Kayla ikut menyanyi bersama penonton lain sekedar menghilangkan bebeban yang selama ini dia pendam. Hari semakin sore sinar mentari semakin meredup menandakan malam telah tiba, karna Tasya merasa lelah dia memutuskan duduk di pinggir taman, mereka memesan minuman dari salah satu pedagang kaki lima di sana.
''Kakak mau minum apa?"
Tasya menatap Kayla.
"Apa saja sya!"
Kayla meraih handphone nya.
"Setelah ini Kita naik wahana itu ya Kak!"
Tasya menyenggol bahu Kayla.
"Baiklah, Tapi ingat jangan ngompol!"
Kayla tertawa sembari membungkam mulut Tasya
"Aku bukan anak kecil lagi loo!''
Tasya berteriak kencang, sampai-sampai pengunjung lainnya memperhatikan mereka.
Kayla tersenyum dan meninggalkan Tasya yang asyik menikmati minumannya, Kayla pun membeli dua tiket untuk wahana komedi putar dan rumah hantu, Tasya telah puas dengan permainan komedi putar segera mereka beranjak menuju rumah hantu. Terdengar sangat jelas teriakan dari dalam rumah hantu membuat Tasya ketakutan.
Rayu Tasya.
''Sudah, Jangan banyak alasan! Ayo Kita masuk.''
Kayla menyeret tangan Tasya.
''Tapi Kak Tasya takut!''
Tasya meringik memelas.
''Ayolah, jangan kaya anak kecil seperti itu!''
Kayla merangkul bahu adiknya.
Kayla dan Tasya masuk bersama dengan pengunjung lainnya, Terdengar teriakan pengunjung yang ketakutan begitu pula Kayla dan Tasya mereka juga sanagt ketakutan melihat penampakan manusia yang sangat mirip dengan para dedemit-dedemit khas Indonesia. Mereka masih berjalan menelusuri lorong-lorong yang gelap tanpa penerangan sesampainya di ujung lorong mereka semua merasa lega dan berteriak gembira.
''Ayo, Kita pulang Sya!''
Seru Kayla dengan senyuman tipis
''Ok, Kita pulang sekarang.''
Jawab Tasya dengan gembira.
Malam yang indah telah mereka lewati dengan penuh kebahagian yang tersirat dalam hati mereka masing-masing, Kayla dan Tasya berjalan beriringan sesekali Tasya melirik kakak nya yang terlihat sangat gembira senyuman yang selama 3 bulan terakhir ini mengilang kini kembali lagi menghiasi bibir indah Kayla.
__ADS_1
''Pak Joko parkir dimana Kak?''
Tasya celingukan mencari pak Joko.
''Entahlah, Kakak telpon saja biar cepet pulang.''
Kayla merogoh tas mencari handphone nya.
Tuuut! Tuuut!
''Pak Joko dimana? Kayla sama Tasya sudah selesai nongkrongnya.''
Kayla melihat ke kiri dan ke kanan mencari pak Joko.
''Saya ada di sebelah Tukang somay Non!''
Pak Joko melambaikan tangannya ke arah Kayla berdiri
"Pak Joko ternyata disana Sya.''
Jari Kayla menunjuk pak Joko berdiri.
Tasya dan Kayla berjalan menghampiri pak Joko yang asyik berbincang dengan tukang somay, Pak Joko membukakan pintu mobil untuk anak majikannya kini mereka mininggalkan taman kota yang di penuhi oleh lautan manusia.
''Maafkan Kami ya Pak! Sudah membiarkan Bapak menunggu lama.''
Kayla melihat pak Joko dari sepion tengah.
''Enggak apa-apa Non, Itu sudah menjadi tugas Saya!''
Pak Joko tersenyum sebentar.
''Perasaan, Kita main nya hanya sebentar dech!''
Tasya mengelus dagunya.
''Aish, sebentar katamu? Kita tiba ditaman jam empat lo Sya dan sekarang sudah jam delapan malam!''
Kayla melirik tajam ke arah Tasya.
''Hehee, Kita tadi terhanyut dalan melodi musik Kak.''
Tasya tertawa pelan.
''Enggak apa-apa kok Non! Pak Joko senang melihat Non Kay tersenyum kembali seperti dulu.''
Pak Joko masih fokus menyetir mobil.
''Ooh, Jadi gitu! Kalau Tasya yang senyum Bapak enggak senang yaa?''
Tasya mendengus kesal.
''Bapak Juga senang melihat senyum Nona kok!"
Pak Joko tersenyum lebar
__ADS_1