Cinta Berselimut Badai

Cinta Berselimut Badai
Rahasia Ayah


__ADS_3

Hari demi hari dilalui Kayla dengan bahagia tak ada duka lagi yang menyelimuti hatinya, Kayla yang dulu kini sudah kembali seperti sedia kala. Di siang hari yang cerah Kayla membaca buku di ruang kerja ayah, karna disana tempat favorit Kayla di kala libur kuliah, banyak jenis buku di rak buku kerja ayah dari buku yang mengupas tentang perbisnisan hingga komik dan novel pun ada.


Karna ayah orang yang perhatian dengan anak-anaknya, setiap pulang dari perjalanan bisnis ayah selalu membeli beberapa buku untuk kedua putri cantiknya. Tak terasa Kayla telah membaca dua novel percintaan karna merasa bosan Kayla mencoba membaca buku besar tentang pembelajaran perbisnisan yang terletak di pojok kanan atas. Betapa terkejutnya Kayla melihat rak buku itu terbuka seperti pintu, karna penasaran Kayla masuk ke dalam ruangan rahasia itu, Kayla terperangah melihat begitu banyak jenis senjata api tertata rapi dan bersih terawat.


''Tempat apa ini? Kenapa begitu banyak jenis senjata?''


Gumam Kayka dalam hati.


Karna takut ada orang lain yang melihat Kayla bergegas mencari cara untuk menutup pintu rahasia itu, Kayla masih mondar mandir mencari cara agar bisa menutupnya kembali karna panik Kayla tak sengaja menyandung pilar di sebelah kursi kerja ayah, rak buku itu bergeser kembali dan tertata rapi seperti semula.


''Apa yang Aku lihat barusan itu nyata? Atau Aku hanya berhalusinasi belaka?''


Kayla berbicara dengan dirinya sendiri.


''Tapi bagaimana mungkin? Itu nampak nyata sekali.''


Kayla terus bergumam sembari berjalan mondar mandir.


"Apa iya, Ayah mengoleksi itu semua? Tapi sangat mustahil mengoleksi semua senjata sebanyak itu.''


Kayla memegang kepalanya yang terasa pusing.


Kayla berjalan keluar ruangan memanggil bi Inah di dapur.


''Bi Inah tolong buatkan Kayla teh lemon!''


Teriak Kayla dari depan pintu ruang kerja ayah.


''Baik Non, Saya buatkan!''


Jawab bi Inah dari dapur.


Setelah selesai membuat teh lemon bi Inah langsung menuju ke ruang kerja, disana nampak Kayla sedang asyik memainkan gitar kesayangan ayahnya, dia menyanyi lagu Boy band Korea yang selalu di gadang-gadang oleh sebagian kaum Hawa, kpop kesukaan Kayla adalah ko ko bop lagu dari Exo yang selalu Kayla senandungkan karna itu lagu favorit Kayla. Bi Inah berjalan di belakang Kayla dengan tangan membawa nampan berisi cangkir teh.


''Di minum selagi hangat Non!''


Bi Inah meletakan cangkir teh.


''Iya Bi, Letakan dimeja dulu.''

__ADS_1


Kayla beranjak menuju bufet kayu.


Bi Inah mengangguk mengerti dan meninggalkan Kayla sendiri di ruangan itu, Kayla menyeruput teh lemon kesukaannya sembari memutar otak dan bertanya-tanya untuk apa senjata sebanyak itu.


''Apa sebaiknya Aku bertanya kepada Ibu? Dan apakah Ibu tahu tentang semua ini?''


Kayla mengacak-ngacak rambutnya, karna begitu banyak pertanyaan yang terlintas dalam kepalanya, Kayla masih melamun memikirkan semua hal, Kayla tak menyadari kedatangan Tasya di belakangnya dengan tiba-tiba Tasya mengejutkan Kayla.


''Dooor, Kakak lagi apa?''


Tawa Tasya menggema.


''Asstaagaa, Kamu bikin jantungku mau copot!''


Kayla mengelus dadanya pelan, Tasya hanya tertawa melihat expresi wajah Kayla yang cukup lucu.


''Habisnya, Kakak terhanyut dalam khayalan Kakak sendiri!''


Tasya memeluk Kayla.


Kayla beranjak dari tempat duduknya dengan langkah kaki yang cukup cepat dan meninggalkan ruangan itu, Tasya membuntut di belakang Kayla sambil meminta maaf dengan suara memelas, Kayla berhenti dan berbalik badan menatap Tasya yang mengikuti langkahnya.


Kayla tersenyum tipis.


Seketika Tasya menangis mendengar perkataan kakaknya, Tasya memeluk Kayla dengan erat sembari berkata-kata.


''Sudah, jangan menangis!''


Kayla mengusap air mata Tasya.


''Kakak, Jangan tinggalin Tasya! Cukup Ayah yang pergi.''


Terdengar suara ishak tangis Tasya.


''Hey, Siapa yang akan meninggalkan Gadis cantik sepertimu?''


Kayla menakup wajah Tasya dengan kedua tangannya.


Tasya masih menangis menyesal karna perbuatannya, Kayla memeluk Tasya dengan erat dan mengantarnya pergi ke kamar agar istirahat, setelah berhasil menenangkan Tasya kini Kayla pergi ke kamar ibu dia mencoba mencari sesuatu yang berhubungan dengan pintu rahasia yang ada di ruang kerja ayah. Kayla masih sibuk mencari ke setiap sudut kamar ibunya, sesekali dia menendang dinding dan setiap benda yang ada semua fornicur telah dia otak atik berharap ada sesuatu yang bisa menjadi petunjuk baru.

__ADS_1


''Maafkan Kayla Yah! Telah mencurigai Ayah,''


Tak sengaja tangan Kayla menyenggol vas bunga yang ada di meja sebelah sofa.


Ketika hendak mengembalikan vas bunga yang ia jatuhkan terdengar suara benda yang tergeser.


Kreeeek!!


Kayla berpaling melihat sebelah kiri sofa tersebut, ternyata suara tersebut berasal dari lemari kecil yang ia tendang-tendang sejak tadi segera Kayla mengintip ke arah lorong yang menuju ke suatu tempat lain dari kamar ibunya.


''Astagaa! Kenapa begitu banyak ruangan rahasia di rumah ini?''


Seru Kayla sembari mengintip ke dalam lorong.


Kayla memutuskan memeriksa terowongan sempit itu, sebelum Kayla masuk ke dalam terowongan itu Kayla sibuk mencari cara menutup lorong itu dari memindahkan vas bunga dan menggeser- geser sofa dan akhirnya dia menemukan tombol di sisi dinding lorong tersebut. bergegas Kayla masuk dan menelusuri lorong kecil itu dengan merangkak pelan karna merasa lelah Kayla berhenti dan melihat ke belakang betapa jauhnya pintu yang ia lewati tadi.


''Apa yang Ayah lakukan disini? Di ruang yang gelap ini?''


Gerutu Kayla dalam hatinya.


Kayla melanjutkan penjelajahannya di lorong gelap itu, tak lama kemudian Kayla sampai di ujung ruangan kaki Kayla meraba-raba mencari pijakan untuk turun kebawah, ternyata disana ada begitu banyak perabotan elektronik seperti radio dan masih banyak jenis elektronik lainnya Kayla bingung melihat semua barang-barang yang begitu berharga di simpan di ruang bawah tanah seperti ini, Kayla mengotak ngatik semua barang yang ada dan dia mencoba memeriksa satu persatu alat lainnya tanpa sengaja Kayla melihat sebuah foto yang telah di robek sebagian.


''Foto siapa ini? Dan suara siapa yang Aku dengar tadi?''


Hati Kayla bertanya-tanya.


Kayla terus menatap sekeliling ruangan berharap ada petunjuk lainnya selain rekaman yang ia temukan tadi, kecemasan Kayla sangat berlebihan tentang hal ini, karna cemas Kayla menangis membayangkan keadaan yang belum tentu kebenaran nya. Kayla larut akan kesedihan yang ia rasakan saat ini sehingga membuatnya lupa akan keberadaannya.


''Sebaiknya, Aku segera keluar dari sini!''


Kayla beranjak meninggalkan ruangan itu, dengan bergegas Kayla meraih pegangan yang ada di sebelah lorong yang tadi ia lewati.


''Semoga Ibu belum pulang dari kantor,''


Suara Kayla terdengar harap-harap cemas.


Kayla berdoa dan terus menyusuri lorong sempit itu, cukup lama Kayla merangkak keluar dari sana setelah sampai di ujung lorong Kayla segera menonjok ke sisi dinding untuk menutup ruangan bawah tanah dengan cepat lemari kecil itu bergerak dan menutup lorong dengan cukup rapat dan tak meninggalkan bekas apa pun.


Hari ini Kayla lolos dan berhasil menemukan dua ruangan rahasia ayah yang tak di ketahui oleh siapa pun selain Kayla. Kayla celingukan melirik ke kanan dan ke kiri memastikan tidak ada orang yang tahu dia keluar kamar ibu hari ini.

__ADS_1


__ADS_2