Cinta Berselimut Badai

Cinta Berselimut Badai
Keadaan Rumit


__ADS_3

Hari semakin sore ibu pun pulang dari kantor nampak wajah ibu yang lelah dan lesu, mungkin saja hari ini ibu menghadapi masalah yang cukup rumit di cabang kantor ayah. Kayla memperhatikan sikap ibu belakangan ini, sifat ibu yang dulu ceria dan banyak bicara kini berubah menjadi ibu yang pendiam tak ada senyuman yang berhias di bibir ibu, dulu ibu adalah orang yang tegar penuh perhatian tak pernah mengeluh walau dia mendapat situasi sulit sekali pun.


Sore pun berganti malam yang indah dan sunyi, tibahlah jam makan malam bi Inah telah selesai menata makan malam di meja, ibu, Kayla dan Tasya sedang menikmati makan malam, suasananya sangat hening tak ada satu patah kata pun yang terucap dari bibir mereka hanya ada suara dentingan sendok dan garfu yang beradu.


Tasya melirik ke arah ibu dan Kayla, dia merasa sikap ibu nampak aneh karna selama ini ibu tidak permah mengabaikan anak-anaknya, kaki Tasya menendang kaki Kayla berharap Kayla meberitahu sesuatu tentang perubahan sikap ibu namun sayang Kayla malah cuek tak menghiraukan gerak gerik Tasya.


''Ibu kenap ya Kak? Tasya merasa ibu sudah berubah.''


Bisik Tasya pelan.


''Hebat dong! Kalau Ibu berubah Kita bisa jadi terkenal.'' Ejek Kayla.


''Kakak, Bikin Tasya sebel aja dech! Maksud Tasya tu sikap Ibu ke Kita''


Tasya memalingkan pandangannya, berharap kakaknya mau merayunya walau hanya sebentar.


''Duduk di pojok sana biar hilang ngambeknya!''


Kayal melambaikan tangannya ke arah Tasya.


''Iiih, bener-bener nyebelin!''


Pekik Tasya, wajahnya terlihat cemberut dengan langkah yang sedikit di hentakan membuat ibu terkejut


''Astagaa, Anak Gadis tidak boleh bersikap seperti itu!''


Tangan ibu mengelus pipi Tasya yang lembut.


''Kakak Bu! Bikin Tasya jengkel.''


Rengek manja Tasya kepada ibunya.


Senyuman mereka dari bibir ibu tangan Tasya merangkul bahu ibu dan mereka berjalan beriringan menuju kamar masing-masing.


Malam yang sunyi berlalu berganti pagi hari yang cerah kicauan burung dan suara ayam jantan berkokok menambah ke asrian pagi menjadi pagi yang begitu sempurna, Kayla dan Tasya sama-sama mendapat jam kuliah pagi hari ini, mereka berdandang sesingkat dan secantik mungkin karna bagi mereka wanita di wajibkan tampil cantik dan anggung. Ketika hendak masuk kedalam mobil Kayla teringat salah satu bukunya yang tertinggal di dalam kamar, setelah menuruni anak tangga Kayla melihat ibunya memasuki ruang kerja ayah tak lama menutup pintu terdengar samar-samar suara tangisan dari dalam, niat hati Kayla ingin bertanya kenapa ibunya menangis tapi dia tak ingin telat mengikuti kelas pagi ini.


''Aku akan bertanya sewaktu pulang nanti!''


Seru Kayla sembari melangkah cepat.


Pak Joko mengantar ke dua putri cantik ke kampus mereka masing-masing, Kayla di sambut oleh ke dua sahabatnya yaitu Najwa dan Aini mereka bertiga berteman sejak masih sma pertemanan mereka lebih dari sahabat bisa di bilang mereka seperti saudara karna tidak ada rahasia apa pun di antara tiga gadis cantik ini. Kayla berniat menceritakan semua tentang ruang rahasia yang ia temukan kemarin, hendak memulai percakapan kepada sahabatnya tiba-tiba Pak Cakra masuk ke dalam ruangan dan Kayla menghentikan niatnya.


Kelas pak Cakra telah di mulai dari dua jam yang lalu para mahasiswa fokus mendengarkan materi yang sedang di jelaskan oleh pak Cakra.


''Selasa depan kalian akan sekripsi Jadi persiapkan diri kalian, Ok kelas hari ini sampai disini kita bertemu lagi besok!''

__ADS_1


Pak Cakra keluar meninggalkan kelas, Kayla dan teman-temannya pun keluar.


''Tadi Kamu mau cerita apa, Kay?''


Tanya Aini sembari merangkul bahunya.


''Entahlah Aku lupa, Nanti kalau Aku sudah ingat akan ku ceritakan.''


Kayla memalingkan pandangannya.


''Ayo, kita ke kantin siapa tau Kamu ingat!''


Ajak Najwa.


''les't go!'' Pekik Aini.


''Kalau mereka tahu tentang ruangan itu, kemungkin saja mereka akan ilfil dan berfikir yang macam-macam tentang Ayah.''


Gumam Kayla dalam hati.


Mereka pun melanjutkan pergi ke kantin tiba-tiba Aini jatuh pingsan, Kayla dan Najwa mencoba membangunkan sahabat mereka dan para mahasiswa lainnya menghampiri dan bertanya apa yang terjadi kepada Aini.


''Biar aku yang mebawanya ke klinik kampus!''


Aini di bawa ke klinik dengan di bopong Andri senior mereka, begitu selesai membaringkan Aini Andri beranjak pergi meninggalkan mereka bertiga, syukur kondisi Aini tidak terlalu mengkhawatirkan, Aini hanya kelelahan dan telat makan beberapa saat kemudian ia siuman, Aini menatap sekeliling ruangan dan melihat dua sahabatnya yang stand by menemani dirinya sejak tadi.


''Kenapa Aku ada disini?''


Tanya Aini kepada dua sahabatnya.


''Kamu tadi pingsan di kantin.''


Kayla mendekati Aini.


''Besok-besok kalau mau kuliah makan dulu, Jangan menyiksa diri!''


Najwa mengelus kepala Aini,


Aini tersenyum dan mengangguk mengerti.


Sepuluh menit telah berlalu rasa pusing yang Aini rasa telah hilang kini mereka beranjak pergi menuju ke kantin karna perut mereka telah berdemo, sesekali terdengar canda tawa mereka bertiga di kantin dan makan siang yang penuh dengan kebahagian pun berlalu, Kayla berpamitan pergi dahulu karna dia ingin mengunjungi makam ayah nya sudah cukup lama Kayla tidak pergi ke makam ayahnya.


Sesampainya di makam ayah nya Kayla menangis dan berbicara tentang ruangan itu, cukup lama Kayla duduk termenung di sebelah makam ayah nya, tiba-tiba Kayla di kejutkan kedatangan seseorang yang mendekap ke dua matanya dengan erat.


''Dengarkan Aku baik-baik, Dan jangan beritahu siapa pun tentang pertemuan kita!''

__ADS_1


Pria itu berbisik lirih di telinga Kayla.


''Siapa Kau? Apa yang Kau inginkan?''


Tanya Kayla gusar.


''Diam! Kecelakan yang menimpa Ayah-mu itu di sengaja dan itu bukan kecelakaan murni.''


Suaranya terdengar serak.


''Lalu, Siapa yang tega mencelakainya? Dan bagaimana Aku membuktikan bahwa itu adalah rencana pembunuhan?''


Suara Kayla tercekat.


''Carilah bukti di kota Xt, Dan pergi ke alamat ini!''


Pria itu meninggalkan secarik kertas di pangkuan Kayla.


Segera Kayla menoleh sekelilingnya berharap bisa melihat pria yang memberitahu tentang kecelakaan ayahnya, tetapi disana tidak ada siapa pun hanya ada dia dan orang gila yang berdiri tak jauh darinya, dengan cepat Kayla berlari mencoba mengejar jejak pria misterius itu.


''Aish! cepat sekali pria itu menghilang.''


Kayla melihat kekiri dan ke kanan berharap menemukan nya.


''Astaga, Jangan-jangan orang gila itu?''


Kayla berlari lagi ke tengah makam ayahnya,


Kayla berlari mengilingi makam yang begitu luas mancari keberadaan orang yang ia tak kenal.


''Andai tadi Aku melihat wajah orang Gila itu pasti aku bisa menemukannya!''


Kayla duduk di pinghir makam.


Dan kini Kayla pulang dengan keputus asaan yang bercampur dengan kecemasan, sesampainya Kayla di rumah di berencana memberitahu ibunya tentang rencananya yang ingin pergi ke kota xt.


''Ibu sudah pulang belum, Bi?''


Kayla berdiri di pintu dapur.


''Dari tadi pagi Nyonya di rumah, Non!''


Tangan bi Inah sibuk memotong sayuran.


Kayla berlalu pergi meninggalkan dapur mencari ibunya yang lagi duduk santai di pinggir taman belakang rumah, ibu sedang asyik menikmati keindahan taman bunga yang selama ini di rawat sendiri oleh ibu.

__ADS_1


__ADS_2