
Setelah membaca surat yang dikirim kepada nya, karina segera membersihkan diri lalu berganti pakaian
Kini karina sudah siap dengan pakaian rapih, karena waktu sudah menunjukkan pukul delapan malam, karina memutuskan untuk segera pergi ke kamar jhonatan untuk menyiapkan keperluan jhonatan, mulai dari menyiapkan air mandi dan pakaian lengkap dengan **********
Saat karina menyiapkan pakaian jhonatan, karina tidak sengaja tertidur di sofa ruang ganti jhonatan
Jhonatan yang baru pulang pun dibuat kesal karena tidak ada yang menjemputnya didepan pintu, jhonatan berjalan dengan wajah dingin kearah kamar karina, saat sampai disana karina tidak ada, emosi Jhonatan pun naik berkali-kali lipat
Dengan amarah yang belum bisa dikendalikan, jhonatan masuk kedalam kamarnya, saat akan melewati tempat tidur matanya tidak sengaja melihat pintu kamar mandi yang terbuka
Jhonatan melangkah masuk kedalam kamar mandi dan ternyata sudah ada air yang disiapkan untuknya mandi, Jhonatan melihat kesana kemari mencari sosok gadis yang sudah menyiapkan air mandinya tetapi tidak ditemukan
Jhonatan memilih untuk mandi terlebih dahulu sebelum mencari karina, Lima belas menit kemudian jhonatan sudah selesai mandi segera melangkah kearah ruang ganti untuk memakai pakaian, dengan tubuhnya yang hanya mengunakan handuk sebatas pinggang Jhonatan berjalan santai kearah lemari, saat akan membuka lemari, matanya menangkap sosok gadis berambut coklat yang tengah tertidur di atas sofa dengan nyenyak, seketika kemarahannya naik
Pyurrrrr
Karina tersentak bangun dari tidurnya dan langsung terduduk, dengan mata yang masih mengantuk karina menatap kearah orang yang sudah berani menyiraminya
"Apa yang kau lakukan disini gadis sialan, aku menyuruh mu bekerja bukan untuk bersantai dalam kamarku dan menyentuh barang-barang berharga ku
"Ma,,,maaf, aku tidak sengaja tertidur disini " ucap karina sambil menunduk
"Tidak sengaja kau bilang haa,,, enak sekali hidupmu dengan sekali minta maaf kau pikir itu sudah bisa menyelesaikan masalah haa " bentak Jhonatan
"Sudah ku katakan aku tidak sengaja tuan jhonatan yang terhormat, lagian aku hanya tidur bukan merusaknya " pekik karina
__ADS_1
"Berani-beraninya kau melawan ucapan ku gadis sialan " Marah jhonatan langsung menarik yangan karina dan membawanya ke kamar mandi
Tiba di kamar mandi jhonatan segera mendorong karina hingga terduduk dibawah guyuran shower dengan air panas yang mengalir
" Ahhhhhh, ampun tuan ini sangat panas, maafkan aku tuan aku janji tidak akan melakukannya lagi " teriak karina kesakitan menahan tubuhnya yang diguyur air panas
"Apa kau bilang ampun ?? tidak semudah itu sialan, kau harus disiksa lebih kejam agar kau bisa sadar kalau kau hanya pembantuku, jadi jangan coba-coba untuk melawan ucapan ku
" Ampun tuan ini sangat sakit hiks,,hiks,," ucap karina dengan tangisan yang semakin kencang
Sudah puas melihat karina tersiksa kini jhonatan menghentikan guyuran air panas itu dan menggantikannya denga air dingin, yang membuat karina merasakan tubuhnya semakin sakit dan keram
"Ampun tuan, aku sudah tidak bisa menahan sakitnya" ucap karina dengan suara yang melemah
"Kembali ke kamar mu dan jangan pernah melawan perintahku, jika tidak akan kubuat kau merasakan yang lebih sakit dari ini " ucap jhonatan dan segera kembali keruang ganti dan memakai pakaiannya
"Ayah, ibu ,,,,, karina tidak mampu dengan semua ini, tolong bawa karina bersama kalian saja " gimam karina disela-sela tangisannya
Karina terus menerus menagis, dengan tubuhnya yang semakin melemah karina segera berganti pakaian, saat akan membuka pakaiannya karina merasakan sakit yang luar biasa
Tidak kuat menahan rasa sakit akibat luka melepuh yang banya ditubuhnya karina segera memanggil salah satu pelayan dari telepon yang tersambung ke pelayan di ruangan belakang mansion
Beberapa menit bu imah pelayan yang sudah berumur 53 tahun itu masuki kamar karina , saat melihat istri tuannya tengkurap dengan bagian belakang tubuhnya terluka, membuat bi imah kebingungan dengan apa yang terjadi
"Ya ampun nona apa yang terjadi, kenapa anda menjadi seperti ini " pekik bi imah kaget saat melihat karina
__ADS_1
" Nona sebaiknya kita kerumah sakit saja, ini tubuh belakang nona semuanya hancur melepuh " ucap bi Imah dengan rasa kasihan ingin menagis
"Tidak apa-apa bi, cukup bantu aku mengganti pakaian saja dan menggosok salep itu sudah cukup bi" ucap karina dengan suara lemah
" Tapi ini berbahaya nona " balas bi imah
"auwwwwwww "teriak karina saat bi imah menyentuh pakaian yang akan dibuka dari tubuhnya
Setelah beberapa waktu mencoba untuk membuka pakaian karina akhirnya baju itu bisa dilepaskan, kini yang terlihat hanyalah tubuh yang memerah dan bagian punggung ada beberapa yang melepuh
Bi imah yang melihat nona nya kesakitan pun tidak berani bertanya apa yang terjadi dan membiarkan karina untuk beristirahat
"Nona tunggulah, biar bibi mengambil makanan untuk nona makan dan minum obat dulu " ucap bi imah melangkah keluar meninggalkan Karina yang sudah lemah dengan punggung karina yang melepuh
Karina tertidur dengan tubuh bagian bawahnya yang tertutupi oleh selimut tetapi tidak dengan bagian atas yang hanya terbuka
.......
Jhonatan yang sudah selesai berganti pakaian segera melangkah ke dapur untuk makan malam, saat sampai didapur jhonatan meliha bi imah membawakan makan diatas nampan menuju kamar karina dengan terburu-buru, jhonatan yang penasaran pun menunda makan malamnya dan mengikuti bi imah ke kamar karina, saat sampai di depan kamar karina Jhonatan mengintip dari balik pintu yang tidak tertutup rapat , disana terlihat karina yang tidur tengkurap dengan punggungnya yang memerah dan melepuh
"Nona, bangun dan makan dulu baru setelah itu nona tidur kembali " ucap bi Imah mengoyang tubuh karina pelan
" Aku cape bi, tubuhku sangat sakit, aku tidak bisa bangun untuk makan, bahkan duduk pun aku merasa sakit" balas karina dengan pelan-pelan
"Biar bibi saja yang meyuapi, nona tidak perlu bangun " ucap ni imah yang sudah menyendok kan makanan dan mengarahkan ke mulut karina
__ADS_1
" Terimakasih bi " ucap karina
Dibalik pintu Jhonatan yang melihat itu pun hatinya sedikit merasa iba, tak ingin ketahuan jhonatan pun segera pergi dari situ dan menuju meja makan dan memulai makan malamnya