
Karina membuka mata perlahan-lahan, cahaya lampu membuat matanya silau, sejenak karina menutup matanya dan berusaha untuk membukanya kembali
Saat mata coklat itu terbuka sepenuhnya yang pertama kali dilihatnya adalah sosok bi Imah yang sedang menatapnya
"Aku di mana bi??" tanya karina dengan suara pelan menyadari tangannya yang terpasang infus dan ruangan yang memiliki bau khas obat-obatan
" Nona ada dirumah sakit " ucap bi imah sedih
Karina mengigat kembali bagaimana tangan besar itu menamparnya dan kaki yang menendang dengan sekut tenaga
Air mata karina lolos begitu saja bersamaan dengan suara tangis yang memilukan
"Apa yang terjadi nona, kenapa anda menjadi seperti ini????" ucap bi Imah sambil menangis
Karina tidak menjawab apapun, hanya air mata yang terus-menerus mengalir di kedua pipinya
Dor
Dor
Prang
Brak
Suara tembakan dan barang-barang yang berserakan hancur memenuhi seluruh ruangan yang digunakan untuk pertemuan jhonatan dengan salah satu kliennya
Musuh-musuh yang berdatangan tanpa henti membuatnya kewalahan dengan keadaan yang sudah tidak bisa diatasi, karena hampir dua puluh anak buahnya tewas yang tersisa jhonatan dan alex
" kita kembali sekarang alex, jika tidak kita akan mati disini " teriak jhonatan
Alex segera mencari celah, mengambil mobil dan melewati pintu belakang restoran mewah itu dan membawa jhonatan menjauh
" Cari tau siapa mereka!" ucap jhonatan dengan nafas tersengal
"Baik tuan" balas alex
__ADS_1
......
Dua hari berlalu, kini karina sudah sembuh dan sudah diijinkan untuk kembali ke rumah, saat sedang bersiap-siap untuk pulang karina dikejutkan oleh kehadiran jhonatan yang tiba-tiba masuk kedalam ruangan dan menggendongnya menuju mobil
"Jangan bergerak dan jangan berfikir bahwa aku memaafkan mu atau aku sudah jatuh cinta kepadamu, ingat ini adalah salah satu tugasmu untuk membantuku dalam misiku, menurut dan jangan pernah membantah" bisik jhonatan pada karina sambil tersenyum
Karina hanya terdiam dengan rasa sakit yang terus mengahantam dadanya.
Apa yang harus dia lakukan??
Bagaimana dengan kehidupannya kedepan??
Karina menatap wajah tampan yang sedang menggendongnya dengan rasa sakit di lubuk hatinya
flashback on
"Terimakasih karena kamu telah merawatnya dengan baik nak, om janji suatu saat om akan membalas kebaikanmu " ucap pria tua dengan derai air mata
" Tidak masalah om, nana hanya membantu semampu nana " balas gadis berumur 12 tahun itu dengan tersenyum kearah pria tua
" Nana tidak bisa kemana-mana om, nana ingin menjaga rumah peninggalan kedua orang tua nana " balas gadi itu
"Om berhutang nyawa denganmu, jika dikemudian hari nantinya kita dipertemukan kembali, maka ijinkan om membawamu untuk tinggal bersama om" ucap pria tua itu lagi
" Ya ,jika kita dipertemukan kembali nana akan ikut dengan om juga tante" balas gadis itu sambil tersenyum
Flashback off
Setelah sampai di mansion jhonatan berlalu meninggalkan karina turun sendirian dari mobil itu, karina berjalan pelan memasuki mansion
Karena ini sudah menjelang sore karina memutuskan untuk menyiapkan keperluan jhonatan terlebih dahulu setelah itu baru karina menuju kamarnya untuk beristirahat
Saat akan memejamkan matanya karina dikagetkan oleh suara teriakan jhonatan memanggilnya, karina menyingkirkan selimutnya dan berlari ke arah kamar jhonatan
"Mandikan aku" perintah jhonatan yang membuat karina seketika menegang
__ADS_1
"Ta,,,,tapi ......
"Sekarang " potong jhonatan cepat dan langsung berlalu menuju kamar mandi
Mau tidak mau, siap tidak siap, karina harus mengerjakannya, Karina melangkah kakinya ke kamar mandi dan berjalan pelan kearah bathub, disana jhonatan sudah menenggelamkan dirinya dalam air berbusa yang memenuhi bathub itu
"Gosok punggungku !" ucap jhonatan
Karina mulai mengangkat tangannya dan menggosok pelan pungung jhonatan dengan hati-hati
" Pijat bahuku sebentar " ucap jhonatan lagi
" Kenapa pelan sekali, apa kau sedang menggodaku gadis sialan ??" bentak jhonatan
"Ma,,,maaf " balas karina
"Masuk kedalam bathub sekarang dan gosokkan sabun didadaku !" ucap jhonatan
" Ta,,,,tapi tuan.....
Byurrrrrr
Jhonatan menarik paksa karina untuk masuk kedalam bathub membuat karina terpeleset dan jatuh dalam bathtub menindih jhonatan
Dengan pakaian yang basah terlihat jelas bagaimana bentuk asli tubuh karina, yang membuat jhonatan menelan ludahnya dengan susah payah
"Sekarang gosok dadaku " ucap jhonatan
Karina mengangkat tangannya yang gemetar, mulai menggosok dada jhonatan dengan sabun, pelan-pelan karina menggosoknya dengan ketakutan saat terus-terusan ditatap oleh jhonatan
" Turun sedikit ! " ucap jhonatan datar dan terus menatap tubuh karina yang sudah basah kuyup
Karina tidak menurunkan tangannya, malu bercampur takut membuat karina tidak bisa berbuat apa-apa
Jhonatan yang kesal dengan karina yang hanya diam, segera menarik karina hingga membuat tubuh keduanya rapat dengan tatapan yang menyatu
__ADS_1