Cinta Dan Pembalasan Dokter Cantik

Cinta Dan Pembalasan Dokter Cantik
hh


__ADS_3

Saat merasakan alasan di kepalanya Calista terbangun dia langsung melihat ke arah sang ayah keduanya saling tata sehingga Julius tersenyum ketika membuat Calista terpaku gadis kecil itu melihat cahaya lambat-lambat ada yang aneh dengan ayahnya begitulah pikir Calista saat Julius masih menatapnya Calista bangun dari tidurnya seperti biasa dia tidak bereaksi pada sang ayah gadis kecil itu turun dari ranjang kemudian berjalan keluar berencana mengambil minum dan diikuti Julius di belakangnya


saat mengikuti Calista ketetapan mata Julius begitu fokus melihat punggung putrinya rasanya dia ingin menangis inilah titik-titik terakhir dia bersama Calista melihat putrinya Calista membuka kulkas dia bingung harus mengambil minuman yang mana hingga Julius langsung maju keinginan yang mana tanya Julius Calista menoleh ke arah sang ayah suara ayahnya begitu berbeda membuat dia mengeluarkan rekeningnya namun tahu orang dia nunjuk minuman yang dia mau akhirnya Julius memberikan minuman itu kemudian bukanya lalu memberikannya pada Calista kau tidak tahu boleh terlalu banyak meminum minuman seperti ini oke ucap Julius ketika Calista sudah minum minumannya kalisa tidak aku jawab gadis kecil itu langsung berjalan ke arah meja makan kemudian dia membuka tudung saji lalu setelah itu mengambil roti sebenarnya khalisa tidak terlalu lapar bahkan cenderung sama sekali tidak lapar entah kenapa tanpa sadar dia ingin menghabiskan waktunya dengan sang ayah sehingga Julius pun langsung kembali mengikuti Calista dan mendudukan diri sebelah putrinya biar ayah yang oleskan ucap Julius dia mengambil roti lalu menarik selai saat memberikan roti itu kulit bening langsung terjatuh dari kelopak mata Julius tanpa bisa ditahan kenapa kau menangis tanya Calista pada Julius saat melihat sang ayah mengeluarkan air mata Julius dengan cepat menghapus air matanya kemudian menggeleng tidak apa-apa ayah tidak apa-apa jawabnya setelah selesai mengoles selai roti Julius langsung memberikannya pada Calista Mia khalisa menerima itu lalu mengunyahnya bagaimana pemanfaatan tanya Julius saat Calista menoleh dia baik sangat baik yang memberikan apapun yang aku mau tidak pernah berteriak dan selalu mengutamakan aku ucap Calista dia berbicara dengan puas seolah meminta makan ayahnya Julius mengangguk-anggukkan kepalanya tidak ada raut marah sedikitpun hanya ada rasa sesak namun dia juga merasa lega ternyata ada yang menyayangi putrinya berharap sang tersenyum syukurlah jika dia baik padamu setidaknya ayah tidak perlu khawatir jika ayah tidak disisimu lagi mendengar ucapan Julius Calista yang kini berusia 11 tahun langsung menoleh dia menatap Julius dekat-dekat namun gadis kecil itu dengan segera turun lalu kembali ke kamar kali ini Julius tidak mengikuti dia ingin melaksanakan ibadah di mushola yang ada di bawah

__ADS_1


selamat pagi ucap Julius pada Calista dan Sahila yang baru saja turun dia yang sudah berada di meja makan langsung tersenyum pada mantan istri dan putrinya sedangkan seperti biasa Sahila dan Calista tidak menggubris ucapan Julius saat akan sarapan tiba-tiba saya hilang menurut rekeningnya saat


Saat merasakan alasan di kepalanya Calista terbangun dia langsung melihat ke arah sang ayah keduanya saling tata sehingga Julius tersenyum ketika membuat Calista terpaku gadis kecil itu melihat cahaya lambat-lambat ada yang aneh dengan ayahnya begitulah pikir Calista saat Julius masih menatapnya Calista bangun dari tidurnya seperti biasa dia tidak bereaksi pada sang ayah gadis kecil itu turun dari ranjang kemudian berjalan keluar berencana mengambil minum dan diikuti Julius di belakangnya

__ADS_1


saat mengikuti Calista ketetapan mata Julius begitu fokus melihat punggung putrinya rasanya dia ingin menangis inilah titik-titik terakhir dia bersama Calista melihat putrinya Calista membuka kulkas dia bingung harus mengambil minuman yang mana hingga Julius langsung maju keinginan yang mana tanya Julius Calista menoleh ke arah sang ayah suara ayahnya begitu berbeda membuat dia mengeluarkan rekeningnya namun tahu orang dia nunjuk minuman yang dia mau akhirnya Julius memberikan minuman itu kemudian bukanya lalu memberikannya pada Calista kau tidak tahu boleh terlalu banyak meminum minuman seperti ini oke ucap Julius ketika Calista sudah minum minumannya kalisa tidak aku jawab gadis kecil itu langsung berjalan ke arah meja makan kemudian dia membuka tudung saji lalu setelah itu mengambil roti sebenarnya khalisa tidak terlalu lapar bahkan cenderung sama sekali tidak lapar entah kenapa tanpa sadar dia ingin menghabiskan waktunya dengan sang ayah sehingga Julius pun langsung kembali mengikuti Calista dan mendudukan diri sebelah putrinya biar ayah yang oleskan ucap Julius dia mengambil roti lalu menarik selai saat memberikan roti itu kulit bening langsung terjatuh dari kelopak mata Julius tanpa bisa ditahan kenapa kau menangis tanya Calista pada Julius saat melihat sang ayah mengeluarkan air mata Julius dengan cepat menghapus air matanya kemudian menggeleng tidak apa-apa ayah tidak apa-apa jawabnya setelah selesai mengoles selai roti Julius langsung memberikannya pada Calista Mia khalisa menerima itu lalu mengunyahnya bagaimana pemanfaatan tanya Julius saat Calista menoleh dia baik sangat baik yang memberikan apapun yang aku mau tidak pernah berteriak dan selalu mengutamakan aku ucap Calista dia berbicara dengan puas seolah meminta makan ayahnya Julius mengangguk-anggukkan kepalanya tidak ada raut marah sedikitpun hanya ada rasa sesak namun dia juga merasa lega ternyata ada yang menyayangi putrinya berharap sang tersenyum syukurlah jika dia baik padamu setidaknya ayah tidak perlu khawatir jika ayah tidak disisimu lagi mendengar ucapan Julius Calista yang kini berusia 11 tahun langsung menoleh dia menatap Julius dekat-dekat namun gadis kecil itu dengan segera turun lalu kembali ke kamar kali ini Julius tidak mengikuti dia ingin melaksanakan ibadah di mushola yang ada di bawah


selamat pagi ucap Julius pada Calista dan Sahila yang baru saja turun dia yang sudah berada di meja makan langsung tersenyum pada mantan istri dan putrinya sedangkan seperti biasa Sahila dan Calista tidak menggubris ucapan Julius saat akan sarapan tiba-tiba saya hilang menurut rekeningnya saat

__ADS_1


__ADS_2