
Di tengah perjalanan untuk pulang nisa mendengar anak bayi menangis saat melewati jalan yang sepi. kebetulan ini sudah larut malam. dan hanya beberapa mobil yang lewat dan suara itu terdengar sangat jelas di teliga nisa. nisa yang mendengar suara itu hanya bisa merinding membayangkan kalau itu hantu, tapi dia juga masih berfikiran positif, kalau itu bayi sungguhan jadi dia menyuruh rendy menghentikan mobilnya di pinggir jalan dekat dengan suara itu .
" sayang, ada suara bayi nangis " ucap nisa sambil menatap ke arah rendy.
" iya honey aku juga dengar " jawab rendy
" yaudah hentikan dong mobilnya , kita liat dulu beneran atau ngak " kata nisa
" iya " saut rendy
rendy pun segera menghentikan mobil nya dekat dengan suara itu.
" ayok honey kita turun " ajak rendy
" iihhh.. takutt " kata nisa dengan ketakutan saat mendengar suara itu makin jelas.
" udah gak usah takut, kan ada abang ganteng disini " kata rendy dengan nada canda nya. *msih sempat becanda saat udah genting gini**😒
" PD banget sih, yaudah ayok turun tapi bukain puntu nya " ucap nisa
" siap tuan putri " jwab rendy
setelah rendy turun dia pun segera membuka pintu untuk sang istri.
" ayok honey " ajak rendy
" tapi kok merinding ya dengar suara tangisan nya " kata nisa karna dia merasa merinding.
" udah gak usah takot honey, misalnya dia bukan hantu gimana, kan kasihan di tengah malam gini sendirian " ucap rendy penuh perhatian.
" iya juga ya " gumam nisa pelan, tapi masih bisa di dengatlr oleh rendy. rendy yang mendengarnya pun hanya tersenyum tipis.
" yaudah ayok " ajak nisa. yang di anggukin rendy.
setelah itu mereka berdua pun segera mendekat dimana suara itu terdengar. setelah sampai mereka melihat keranjang bayi yang berisi bayi sekitar 3 bulanan, dan nisa segera menggendong bayi tersebut supaya berhenti menangis, setelah beberapa menit bayi itu berhenti nangis dan nisa hanya tersenyum melihat bayi itu sudah tertidur di dalam dekapan nya. sedangkan rendy sedang memeriksa apa saja isi keranjang si bayi, ternyata hanya sebuah dot sedang, beberapa baju yang sudah usang dan kotor, rendy mengambil semua barang dan keranjang nya dan mehampiri nisa yang sudah ada di mobil supaya si bayi nyenyak tidurnya.
" gimana sayang, apa ada petunjuk dalam keranjang itu " kata nisa
" gak ada honey, hanya ada botol dot dengan baju yang sudah kotor " jawab rendy
__ADS_1
" kasihan " guman nisa sambil mengelus pipi sang bayi yang lagi tiduran di pangkuan nya.
" gimana kalau kita adopsi sayang " sambung nisa dengan semangat, karena dia sudah sangat menyanyangi bayi laki laki itu.
" boleh juga, nantik aku urus semua " kata rendy sambil tersenyum melihat nisa yang penuh semangat mengadopsi seorang anak walaupun bukan anak kandung.
" wahh... makasih sayang " kata nisa sambil mengecup pipi rendy. dan rendy hanya tersenyum mendapat ciuman gratis dari sang istri, setelah itu meteka melanjutkan perjalanan nya menuju rumah nya.
nisa tidak berhenti henti memandang sang bayi walaupun sudah larut tapi nisa belum sama sekali ngantuk, biasanya jam segini sudah di alam mimpi.
" bibir dede bayi mirip kayak kamu loh sayang " ucap nisa.
" memang nya bibir aku kayak mana honey?" tanya rendy
" Imuttt..aja terus mungil , terus rada terbelah gitu bibir bawahnya " jawab nisa.
" kok tau, pernah cium ya bibir aku pas aku lagi tidur.. hayoo.. ngaku " kata rendy dengan nada menggoda
" iihh.. ngak kok " jawab nisa
" masa sihh.." saut rendy masih ingin mengerjain istrinya
" emang betol gak tau kok " ucap nisa
" enggak, udah ah jangan berisik nantik dede nya bangun " kata nisa kepada rendy dengan nada yang galak
" iya mamah madu " saut rendy
" apaan sih " kata nisa yang malas berdebat dengan suaminya.
" iya loh, kan sebentar lagi kita jadi orang tua, itu udah punya anak " kata rendy sambil menunjuk ke arah bayi yang ditemukan tadi.
" iya juga ya " gumam nisa
" udah sampai honey, ayok turun " ajak rendy
" sini biar dede nya aku yang gendong " sambung rendy yang kasihan melihat nisa selalu menggendong dede nya.
setelah itu mereka memasuki rumah dengan si bayi yang ada di gendongan rendy.
__ADS_1
setelah sampai dikamar mereka pun langsung membersihkan diri untuk tidur. karena tidak ada boks bayi jadi si dede nya tidur di antara rendy dan nisa, dan rendy hanya pasrah karena itu permintaan nisa, padahal dia ingin memeluk istrinya
Paginya**
#_ Nisa POV
Aku menggeliat kecil saat ada tangan mungil menyentuh wajah ku, dan ketika aku membuka mata ternyata si dede sudah bangun dan sekarang di lagi mandangin aku dengan polos, sedang kan aku hanya tersenyum melihat tingkah si dede.
" pagi dede " sapaku kepada dede
" gi..gii " saut dede nya, wahh... ternyata dia ngerti juga apa yang aku katakan.
" bunda mau ambil wudhu dulu, dede bangunin ayah nya ya bentar lagi mau azan " ucapku ke dede sambil mencium pipi gembul si dede. sedang si dede hanya mengerjabkan mata nya dengan lucu, gemesshhh...
" di bangunin ya sayang " ucapku sekali lagi.
setelah itu aku pun langsung ke kamar mandi untuk berwudhu .
#_Nisa POV End.
#_Rendy POV.
tidurku terusik saat ada beben menimpa perut dan dadaku. karna penasaran siapa pelakunya aku pun segera membuka mataku, wah... ternyata si dede, kirain Annisa yang menimpa ku.
" wahh... awal sekali kamu bangun boy " ucapku sambil mengelus kepala si dede. aku kagum dengan nya cepat sekali dia bangun, dia bangun sebelum aku bangun.
" bundanya mana boy "tanyaku ke dede. dan ternyata dia mengerti apa yang ku tanya, tangan mungil nya menunjuk ke arah kamar mandi, hm.. mungkin sedang wudhu.
#_Rendy POV ****End****.
" eh udah bangun " kata nisa saat melihat suaminya sudah bangun.
" iya nih honey, di bangunin sama si gembul " jawab rendy
" aku yang suruh, udah sekarang kamu ambil wudhu, " perintah nisa
" baiklah honey " jawab rendy
" boy sekarang sama bunda dulu ya " pesan rendy kepada si deds, si dede hanya tersenyum.
__ADS_1
setelah itu rendy pun segera pergi ke kamar mandi untuk berwudhu. setelah berwudhu rendy keluar dan dengan segera melaksanakan perintah allah kepada umat islam .yaitu shalat subuh. sedangkan si dede hanya duduk diam sambil memandang rendy dan nisa, karna nisa sudah memerintahkan sang dede supaya tidak turun dari ranjang nantik jatoh terus sakit, mungkin karna sang dede yang sangan pintar, dia hanya meenurut dan diam saja .
...*** okeyyy.. samapai disini dulu gusy....***...