
Rendy POV.
" Assalamualaikum " sapaku dan keluarga ku, didepan rumah yang mewah nan elegan itu. yaitu rumah Annisa.
" Waalaikumsalam " Jawab orang berpakaian seperti pembantu. (mungkin itu pembantu nya) Batinku.
" Cari siapa tuan? " tanya nya.
"Apa benar ini rumah nya Annisa? " Tanyaku.
"iya ini teh rumahnya non nisa" jawab si bibi.
" Apa nak Annisa nya ada didalam? " tanya umi ku.
" Ada, silahkan masuk " kata bibi.
Di ruang tamu*
" silahkan duduk dulu tuan dan nyonya, saya panggilkan dulu non nisa ." kata bibi.
" iya bi, makasih " jawab umi.
Kemudian aku melihat-lihat rumah nya yang sangat bagus ini yang bernuansa putih. Dan mataku terpaku saat melihat lemari yang sangat besar dan isinya itu semuanya piala mulai dari besar sampai yang kecil.
Sungguh cerdas pikirku.
kemudian tak lama datanglah ibu nya Annisa.
" Assalamualaikum " sapanya
"waalaimumsalam" jawab keluargaku
" Ada apa ya? " tanya ibu nya nisa.
" Begini, perkenalkan nama saya rini, dan ini suami saya nama nya firman, dan itu anak saya Rendy. sebenarnya kedatangan kami kesini itu untuk melamar putri anda yang bernama Annisa. " tawab abi ku.
" Apaaa?? " terkejut ibu nya nisa yang bernama Nia .sehingga dia bicara setebgah teriak.
" iya bu saya dan keluarga saya kesini itu datang untuk melamar Annisa." jawab umi
" apa kalian serius melanar putri ku?" tanya nya.
__ADS_1
"iya saya serius untuk melamar putri ibu, karna saya sudah lama menyukainya. jadi daripada berpacaran lebih baik saya melamar nya saja " jawab ku ssrius.
" baiklah, tunggu sebentar akan saya panggil nisanya dulu " pamit ibunya nisa.
Rendy POV end.
Di kamar*
Tok...tok..tok.
suara pintu yang di ketuk oleh ibu nya nisa.
" ada apa bun ?" tanya nisa
" itu ada tamu, ayo siap² pakai baju yang cantik terus turun kebawah ya nak " kata ibu nia
" emang siapa sih bun kok harus siap² segala, aku juga udah cantik kok pakai baju ini " tanya nisa karna dia merasa heran dengan apa yang ibunya suruh.
" sudah jangan banyak tanyak, ganti baju terus sana " kata ibu Nia.
" Baiklah " pasrah Annisa.
" maaf lama ya buk " kata ibu Nia dengan ramah.
" iya buk tidak apa apa kok " kata umi rini dengan senyum nya.
" jadi kita langsung ke inti saya ya buk " kata abi firman
" jadi kedatangan kami sekeluarga adalah untuk melamar putri ibu yaitu Annisa untuk putra kami yaitu Rendy " sambung abi firman
" Apaaa?? " Syok. itulah satu kata yang ada dipikiran Annisa.
" iya nak, umi mau kamu jadi menantu umi " seru umi rini.
" oke, bagaimana apakah lamaran ini di terima? " tanya abi firman.
" kalau saya terserah sama nisa saja, asalkan dia bahagia saya setuju² aja " kata ibu Nia
" gimana nak apakah kamu mau? " tanya umi.
( ayolah... terima nisa aku sangat ingin kau jadi milik ku. kumohon jangan menolaknya. ) Batin Rendy.
__ADS_1
Saat Annisa menoleh pada ibu nya yang kebetulan duduk di sampingnya , ibunya pun menganggukkan kepala, pertanda setuju.
( Yaallah... semoga ino yang terbaik untuk hamba dan keluarga hamba.. ) Batin Annisa. menyakinkan diri supaya keputusan yang dia ambil adalah yang tepat.
" Ya saya terima " kata nisa, tapi masih dengan wajah datar nya.
" Alhamdulillah " ucap syukur semua orang yang ada disitu.
" baiklah kalau begitu langsung saja kita menentukan tanggal pernikahan nya " ucap abi firman.
" lebih cepat lebih baik pak " kata ibu Nia.
" yaudah kalau begitu gimana kalau 1 minggu lagi?" saran dari umi rini. yang tudak sabar menyambut menantunya itu.
" apa itu tidak terlalu cepat tante?" tanya Annisa. karna dia merasa itu terlalu cepat.
Sedangkan rendy hanya menyimak pembicaraan mereka, kaena dia tidak tau harus berkata apa saking bahagianya mendengar kalau annisa menerima lamaran nya itu.
" tidak apa² itu lebih baik nak " kata ibu Nia sambil mengelus pelan pundak anak sematang wayang nya itu.
" baik, berarti 1 minggu lagi kita adakan Akad nya ya?" kata abi firman
" iya pak, sekalian tunggu ayah nya nisa pulang dari perjalanan bisnisnya itu" balas ibu Nia.
" yaudah kalau begitu kita permisi dulu ya buk, nak nisa " kata umi rini.
" loh.. kok cepat sekali pulang nya buk? makan lah terlebih dahulu bersama kami " kata ibu Nia.
" maaf buk, bukan nya nolak tpi kami ingin mempersiapkan persiapan pernikahan nya dulu. soalnya sata takut ada kesalahan nantinya " kata umi rini yang tidak enak menolak ajakan dari ibu Nia.
" yasudah, tidak apa² buk, mungkin ibu tidak sabar menyambut menantu ibu ini , Wah.. beruntung sekali putri saya. " kata ibu Nia dengan canda nya.
" hahaha... iya saya tidak sabar menyambut menantu saya " kata umi.
" baiklah kita pulang dulu ya buk, nak nisa " kata abi firman
" Assalamualaikum " kata umi rini dan keluarga.
" waalaikumsalam " jawab ibu nia dan nisa dengan senyum nya.
#Baiklah sampai disini dulu ya gusy😁😁
__ADS_1