Cinta Maisyara

Cinta Maisyara
01


__ADS_3

innal habiiibal mustafaa


zaurafati wazuwafaa


wazikruhu fiihisyifaa


iza tamaa da bil 'ilalli


wazikruhu fiihisyifaa


iza tamaa da bil 'ilalli


senandung itu memang selalu terdengar seperti tidak pernah absen menghiasi hari yang cerah ataupun kelam, senandung itu terdengar merdu sekali di telinga , lembut menyentuh hati dan menenangkan jiwa bagi yang mendengarnya.


tetapi siapa yang melantunkannya ? setelah dua bulan aku disini, ini pertama aku mendengarnya, sepertinya dia seorang perempuan ? (tersenyum sambil membayangkan sesuatu yang manis) , ah kenapa aku menjadi seperti orang gila begini, membayangkan sesuatu yang tidak pernah aku lihat (geleng-geleng kepala dan masih tersenyum) . Tuhan sungguh hatiku sudah terpikat dengan si pemilik suara itu , aku tidak tau apakah ini rayuan syetan atau entahlah , akankah kau mengizinkanku menemuinya suatu saat nanti? , tapi bagaimana pun itu aku hanya berharap yang terbaik untukku menurut mu ya allah🙂 (berbisik dalam hati dan pergi) .


"MAISYARA SHONANDA PUTRIIII......" teriakan dari dapur


" astaghfurullahalazim ibuuu, iya ibu ada apa ibu? kenapa teriak-teriak begitu ibunda ku tersayang?? (bergelayut manja) " Jawab yang di teriaki


" ada apa-ada apa, dari tadi ibu memanggilmu anak bawelll..., kenapa tidak menyahut, hmmm? (sambil menjewer telinga)" kata yeng meneriaki


" aduh-aduh maaf ibu (memasang wajah imut) maisya tidak dengar , soalnya tadi lagi beres-beres kamar (sambil menunjukkan gigi rapinya) " jawabnya


" masalahnya bukan beres-beres kamar maiii... tapi karna maisya shalawatannya terlalu lantang hingga suara ibu tidak kedengaran (geleng-geleng), oh ya, ini (sambil menunjukkan rantang makanan) tolong mai antar ke posko PKL (Praktek Kerja Lapangan) dekat kantor jorong yah,. kebetulan ibu habis masak banyak tadi, nanti kasih aja sama santriwati yang di sana" (mengelus kepala anaknya)


"hehehe, maaf momskuuu , okee mai berangkat dulu yah buu ,assalamualaikum.. " mencium pipi ibunya


G*adis itu berjalan meninggalkan rumah , gadis nan elok rupa juga akhlaknya , bola mata yang bulat dengan bulu mata lentik, wajah tirus dengan pipi merah muda yang sedikit gembul hingga memberikan kesan imut di wajahnya, senyumnya yang mendamaikan setiap yang memandangnya , kulit putih bersih yang selalu terlindungi pakaian syarinya, dia adalah MAISYARA SHONANDA PUTRI gadis cantik nan anggun yang tinggal di sebuah perkampungan dekat perbatasan provinsi Y dan X .


Maisyara adalah anak tunggal dari pasangan Ratna oktoberia dan Syahrial Budiman , dia tinggal bersama ibu , nenek , ayah tiri dan adik tirinya (anak dari pernikahan ibunya dengan ayah tirinya) , karena sejak berumur 5 tahun dia sudah di tinggal ayahnya yang memili menikah lagi.


Dan di saat dia berumur 9 tahun ibunya juga menikah lagi dengan seorang pria bernama Andrizal , dari hasil pernikahan itu ibunya di karuniai seorang anak perempuan yang tak kalah cantik darinya bernama Izzani Mardhotillah.


Meskipun tak tinggal dengan keluarga yang utuh Maisya tetap selalu bersyukur dan bahagia karna kasih sayang yang dia dapat dari orang orang sekitar sungguh luar biasa hingga menjadikannya seorang wanita yang kuat , didikan ayah tiri dan ibunya juga membuat dia wanita yang di hargai dan tak di anggap sebelah mata oleh orang lain, meski masih ada beberpaa yang mungkin iri dengannya, orang-orang kampung menamainya Gadih Matohari karena mereka yang melihatnya akan tertuntuk karna keshalihannya, selain itu maisya juga anak yang gemar bershalawat , baginya tiada hari tanpa bershalawat* .


"Maisyaa....." suara teriakan


" Eh Baronnkuu..." jawabnya sambil memeluk seseorang.


Yah tepat sekali dia adalah sahabat nya Maisya dari kecil di kampung, namanya Anggita Rahmi Hasfari seorang perempuan yang manis dan baik baik , bisa di katakan 11 12 lah dengan maisya , namanya indah seperti orang nya , sayang sekali maisya memanggilnya Baron, entah apalah awal dari panggilan aneh ini, tapi Anggi tak pernah mempermasalahkannya , justru baginya dia lebih senang jika Maisyah memanggilnya Baron, hahah sungguh persahabatan memang aneh bukan.


"maaiiiii.. kamu kapan pulang? sudah berapa hari di rumah? kenapa ndak kasih kabar? sudah lupa kalau aku masih hidup? liburnya berapa lama? ujian akhirnya kapan? " tanya anggi bertubi-tubi


maisya hanya tersenyum mendengar interogasi sahabatnya itu


" lah dia cuma senyum " jawab anggi sambil memutar bola matanya


" baron maisya tersyangg, bisakah bertanyanya satu-satu ? " jawab maisya sambil memgang pipi anggi yang sedikit gembul


" hehehe, habis kamu pulang jarang ngk ngasih tau " jawab anggi sambil unjuk gigi


" ehemm.. saya mencium aroma-aroma kerinduan ni " jawab maisyah sambil menyium aroma di sekitar


lalu mereka pun tertawa dan berpelukan sekali lagi untuk melepas kerinduan .


Yah pasalnya maisyah melanjutkan sekolahnya ke sebuah pondok pesantren di luar kabupatennya dari tamat SD dan pulang hanya sekali 3 bulan sehingga mereka sangat jarang bertemu ,sedangkan Anggi ke Madrasah Tsanawiyah dan Madrasah aliyah , makanya sifat alim dan keshalihan maisyah dan anggi ngak jauh berbeda,.


"hummm...oke baiklah sayangku ( melepaskan pelukannya) mari kita jawab pertanyaan mu " kata maisyah

__ADS_1


" oke silahkan narasumber " jawab anggi sambil tertawa


anggi memang sangat cerewet makanya dari awal tadi maisya cuma tersenyum mendengarkan sahabatnya , dannnnn sebenarnya maisya juga sedikit cerewet juga, tapi mereka cerewet hanya kepada orang orang tertentu saja , seperti orang tua dan yah ketika sudah berdua😃,,,


" tapi bolehkah maii menjawab pertanyaan baron sambil berjalan, kebetulan kita searah kayaknya " kata maisya sambil menunjukkan rantang bawaanya


" ah iya, aku sampai lupa, itu rantang mau di bawa kemana emangnya mai? " tanya anggi penasaran


" ini, tadi ibu mai minta tolong antarkan makanan ke posko pkl katanya sih di kantor jorong deket rumah baron" jelas maisya


" ooo begitu, emang iya , ayo kita bareng mai juga mau pulang kerumah soalnya " jawab anggi


" eh tapi itu posko pkl apa yah nggi?? kok ibu tadi bilang kasih aja sama santriwatinya nanti " tanya maisya


" oh itu anak dari pesantren provinsi x yang PKL di sini , mereka sudah masuk bulan ke 3 disini, kamu sih ngak pulang-pulang, ketinggalan berita kan " jelas anggi


"ooo begitu" jawab maisya


" lah ngapain bahas itu mai ? bukannya jawab pertanyaan aku yang tadi ? " kata anggi pura pura ngambek


" ah iya , aduh maaf nggi, maisya lupa" jawab maisya sambil tersenyum manis


" jadi maii tu pulang 3 hari yang lalu, mai udah libur, cuman besok habis lebaran ke pondok lagi mau acara perpisahan karna ngak keburu sebelum puasa, trus untuk ujian akhirnya mai alhamdulillah udah siap bahkan munaqasah kitabnya juga udah kok, maaf mai belom sempat kasih kabar sama anggi, lagian kan sekarang kita juga udah jumpa " jelas maisyah sambil tersenyum manis


" apa? 3 hari mai? betah kalilah anak santren ni di rumah yah? sampe sampe lupa sahabatnya ? emang sibuk apa sih mai sampai ngasih kabar pun ndak sempat ? " jawab anggi yang masih ngambek


" aduhh maaf baronn maii sayangg... kan baron tau mai jarang pegang hp" jawab maisyah sambil peluk anggi lalu mengangkat jarinya dengan lambang v


" oke baiklah karna kamu sahabat terbaikku, aku memaafkan mu" jawab anggi tertawa yang disambut tawa maisyah


begitulah mereka berdua mood yang tak menentu ciri khasnya, tapi mereka begitu dekat layaknya saudara meski sudah terpisah selama 6 tahun lebih


Selama perjalanan maisya dan anggi sibuk bercerita ria tentang yang mereka alami selama menempuh pendidikan masing-masing.


"ah. kita sudah sampai" lega maisya


"hmm.iyaa , padahal kita baru aja jalan " sahut anggi lemes


" heyyyy,, kenapa jadi lemes gitu ekspresinya ??? " tanya maisya penasaran


" yah iyalah , kan kita baru cerita, dan belom semuanya di ungkapin tadi, udah mau pisah aja" wajah anggi yang lesuh sedih


" ya ampuunnnn, ternyata karna itu toh, kan kita bisa lanjutkan cerita kita baronnn,,,, " sahut maisya gemess


" beneran yah ? ngk lansung pulang dulu ? " pinta anggi sambil menunjukkan jari kelingkingnya pada maisya


"ah iya , baik lah sayangkuu " jawab


maisya menerima kelingking anggi sebagai tanda perjanjian


" kalau begitu ayo kita temui santrinya " kata anggi


" oke baiklah" sahut maisya tersenyum


tok...tok...tok.....(suara pintu) " assalamualaikum" ucap maisya dan anggi bersamaan


" waalaikumsalam" sahut yang di dalam


" eh. Anggi " sapanya lagi sambil tersenyum

__ADS_1


" iya Mira, oh ya , kenalkan ini Maisya " kata Anggi sambil memperkenalkan sahabatnya kepada santriwati tersebut


" Maisya" kata Maisya bersalaman dengan santriwati itu


" Mira" jawab Mira dengan tersenyum


" oh iya Mira, mai kesini mau ngantar titipan dari Ibu" sambil menyondorkan rantang kepada Mira


" wahh... alhamdulillah, terimakasih yah Maii" jawab Mira tersenyum sambil mengambil rantangnya


" iya sama- sama " jawab Maisya manis


" kalau begitu mira salin dulu, Maisya sama Anggi ayo masuk dulu " ajak Mira


" ah. tidak usah Mira , Kami duduk disitu saja " tolak Maisya sambil menunjukkan tempat duduk di depan teras tersebut.


Maisya menolak bukan karena tidak mau akrab atau apa, tapi dia tau di dalam pasti masih banyak santriwati yang lain karna setau dia dari cerita Anggi selama perjalanan tadi ada 18 orang santri , 8 perempuan dan 10 laki-laki, jadi Maisya malu menemui mereka, yah meskipun di dalam hanya santri perempuan semua , tetap saja karna tidak kenal Maisya merasa tidak enak.


"oke , baiklah silahkan duduk , Mira salin rantangnya dulu yah " jawab Mira sambil meninggalkan mereka


Anggi dan Maisya duduk di tempat yang di maksud tadi, mereka melanjutkan obrolannya yang tertunda sebelumnya, Anggi bercerita penuh semangat sekali kali mereka tertawa dan tersenyum ,


" Maisya , ini rantangnya sekali lagi makasih yah, maaf merepotkan, titip salam pada Ibumu dari kami semua " kata Mira sambil memberikan rantang kosong kepada Maisya


" iya Mir sama-sama, sama sekali tidak merepotkan kok, justru Mai senang karna bisa bertemu si Baron karenanya " jawab Maisya sambil merangkul leher Anggi dan tersemyum sumring


" hahaha , oke baiklah " jawab Mira tertawa melihat kelucuan dua sahabat itu


"Assalamualaikum " suara dari belakang Mira


" waalaikumussalam" sahut mereka bertiga


" Oh kak Arka, ada apa Kak ? " tanya Mira


" Ini Mir , kertas hvs untuk prinan shalawat yang akan di bagikan nanti malam " sahut Pemuda itu


" baik kak," sahut Mira


" Saya permisi dulu yah " jawab pemuda itu sambil milirik Maisya yang hanya diam , lalu pergi


" Assalamualaikum " salam Arka sambil menganggukkan kepalanya dan sekali lagi melirik si Maisya manis , dan di jawab anggukan menunduk oleh Maisyah


"waalaikumussalam" jawab Anggi dan Mira


"Sepertinya Kak Arka menyukaiMu Mai" sahut Mira


"iya bener Dia melirik mu" timpal Anggi


" Kalian ini apa-apaan sih " jawa Maisya yang sudah merona karna godaan temannya itu


"tidak ada cinta pandangan pertama, yang ada itu hasutan syetan" pingkal Maisya tak terima


" hahahha , baiklah sahabat ku yang shalihah" jawab Anggi mencubit pipi Maisya dan Mira hanya tersenyum melihatnya


Yah pemuda itu adalah MUHAMMAD ARKA PUTRA RAHPAN . laki-laki yang tampan dengan wajah yang sempurna ramah, sholeh, hafidz dan bisa di katakan dia seperti calon suami idaman,,,


Arka anak dari seorang pemilik pesantren yang sedang di tugaskan ayahnya sebagai pendamping PKL di kampung Maisya, warga kampung mangatakan bahwa dia laki-laki yang ramah, tapi bertolak belakang dengan anggapan para remaja seusianya , dia itu seperti sitampan kulkas, apalagi kepada perempuan, jangankan tersenyum melirik pun tidak, yah dia melakukannya bukan tampa alasan, tapi menjaga pandangannya.


"Astaghfirullahalazim , ya allah maaf aku yang berani meliriknya " gumam Arka Sambil memegang dadanya

__ADS_1


bersambung......


oke sahabat Nanda terimaKasih yah sudah mampir, mohon dukungannya yah, tolong komentarnya dan jangan lupa tekan tombol lovenya biar ngak ketinggalan up terbarunya😊😊😊 terimakasih sahabat😍😍😍😍😍


__ADS_2