Cinta Maisyara

Cinta Maisyara
02


__ADS_3

Malam harinya para santri yang sedang PKL itu mengajar anak-anak mengaji , bershalawat dan segala hal tentang agama di Mesjid Istiqmal di jorong Maisya tinggal, hal itu sudah rutin di laksanakan selama 2 bulan mereka PKL .


Dan adik Maisya yang kebutulan masih duduk di bangku sekolah dasar pun ikut dalam kegiatan berfaedah tersebut.


"kak Mai ntar maghrib ama isha berjamaah di Mesjid kan? " tanya Zani (adik tiri Maisya)


" iya dek , tentu saja , kakak sudah lama tidak kemesjid kita, udah kangen juga" jawab Maisya tersenyum


"kalau kakak sudah kangen kenapa ndak sejak awal kak Mai di rumah tak ikut ke mesjid ? " kata Zani


" ah itu ... yah karna kak Mai lagi ngk sholat " jawab maisya


" apa? kakak ndk sholat, masa anak pesantren ndk sholat, Ani aja masih SD udah tau ndk sholat dosa, trus kakak yang paham agama ninggalin seenaknya, " tutur Zani tak terima kakaknya ninggalin shalat


Maisya pun hanya tersenyum dan bingung bagaimana cara menjelaskan kepada adik kecilnya itu


"jadi kita perempuan itu Ani, ada keistimewaan Ani, dalam sebulan kita ada jatah buat libur, ntar kalau Ani udah gede juga bakal dapat jatah liburnya " sahut Ibu tersenyum dari belakang


" ooo.. begitu bu, maaf kak Mai , Ani tak tau " jawab Zani mununjukkan gigi ompongnya


" hahahaha.... iya tak apa sayang kakak" jawab maisya mencium Zani gemez


Jam sudah menunjukkan jam 18.00 Wib , Maisya dan keluarga berangkat ke mesjid bersama-sama.


Sholat berjamaah di mesjid memang sudah kebiasaan keluarga kecil Maisya, sehingga ketika Maisya tidak sholat kemaren dia sendirian di rumah.


Selama perjalanan Zani terus saja mengoceh kepada kakaknya tersebut tentang keseruannya selama kakak nya tidak di rumah.


"kak Mai, Ketua nya ganteng lho " promosi Zani


" tau apa anak kecil soal ganteng atau jelek " jawab Maisya


" ih. kak Mai , Ani serius kata temen temen Ani kakak ketua itu ganteng" Zani tak mau kalah


" oh y? tapi ketua apaan tu Ani?? kakak tak paham " jujur Maisya


" itu lho kak Mai, ketua santri-santri yang PKL " terang Zani


" selain ganteng ketua juga ramah, sopan, dan juga..." sahut ibu


sebelum lbu menyelesaikan bicaranya sudah di potong Zani


" tuh kan bener kata Ani ? Ibu aja setuju, cocok sama kak Mai yang cantik ," timpal Zani


deg..deg..deg.. Maisya memegang dadanya


" Ani ndak boleh memotong pembicaraan orang, apalagi orang tua " kata Maisya


" iya kak, maaf tadi Ani semangat kali, maaf yah Ibu" jelas Zani menyesal


" haha, sudahlah lupakan, kita sudah hampir sampai " lerai Ibu kepada kedua anaknya tersebut


Sesampainya di halaman Mesjid Maisya sudah di teriaki temannya masing- masing, yah karena Zani itu anak yang mudah menyesuaikan diri, banyak yang senang bertemannya dengannya , begitupun dengan Maisya.


"Maisyaaaaaaa...." panggilan dari seberang sana


"Maiiiii......" lagiii


"iyaa,," sahut Maisya


" ayo kesini" ajak nya


" Ibu Mai kesitu yah" sambil menunjukkan teman-temannya


" iya pergilah, mereka sepertinya merindukanMu Mai" jawan Ibu tersenyum


di saat Maisya menuju temannya


tiba tiba Zani setengah berteriak...


" kak Maiii.... itu ketuanyaaaa" sambil menunjuk seorang pria


" ganteng kan kak? " timpal teman Zani


" cocok " timpal yang lain sambil ajukan jempol


"hahahahahaha"


Zani dan temen2nya tertawa karna berhasil membuat Maisya jadi memerah karna malu


Maisya tidak menyahutnya dan melanjutkan berjalan karena dia sudah sangat malu, pasalnya pemuda itu seperti mendengar godaan Zani dan temen-temannya kepada Maisya, sedangkan Ibu hanya tersenyum melihat kedua putrinya tersebut.


"ada apa Mai ? kenapa pipi mu merah jambu? " tanya Mila teman nya Maisya


" oh. gpp Mil, cuma panas habis jalan" elak Maisya


" tapi sepertinya ekspresi dirimu sedang menahan malu mai? " goda Anggi yang baru saja datang


" baron jangan mulai deh " ujar Maisya yang sudah mengetahui arah pembicaraan Anggi


" yasudah ayo masuk, sudah pada wudhukan, bentar lagi adzan " ajak Monika kepada mereka bertiga


Lalu mereka masuk mesjid bergandengan dan mengambil saf berdekatan, (maklum aja lagi kangen-kangenan )


Yah Maisya, Mila, Anggi, Monika memang selalu berempat jika sudah di kampung, tetapi Maisya lebih sangat deket dengan Anggi karena Anggi juga sepupunya Maisya


"gadis yang lucu, tetapi siapa dia? baru pertama aku melihatnya" gumam seseorang sambil tersenyum


Adzan maghrib pun berkumandang , anak-anak yang tadinya ramai di luar mesjid berhamburan masuk kedalam, mereka berebutan saf dan sajadah yang mereka anggap empuk (namanya juga anak-anak kan😂) dan Maisya yang sedang bershalawat dalam gumamannya ikut menghentikan shalawatanya dan menyimak Adzan


"subhanallah indah dan merdu sekali, sungguh mendamaikan hati" gumam Maisya


"bagaima? terpikat juga kan? " goda Anggi kepada Maisya

__ADS_1


"ssttt...." Maisya meletakkan jari di bibirnya pertanda diam


" tidak baik biacara ketika adzan bagus menyimak lagi" bisik Maisya kepada Anggi


"hahah. baiklah sahabat jannah ku" balas Anggi berbisik


Sedangkan Mila dan Monika hanya diam memendam rasa penasaran mereka terhadap kedua temannya itu karna berbisik-bisik.


Sesudah melaksanakan shalat maghrib para santri mengajarkan anak-anak mengaji, irama, maupun tajwid.


Anak-anak sudah berkumpul di saf depan, Maisya juga di ajak teman-temannya karena remaja lainnya sudah di depan untuk ikut membantu para santri


Karena anak- anak yang sedang di rangkul para santri ini terdiri dari 3 surau tempat mengaji atau 3 MDA di kampung Maisya jadi jumlah mereka sekitar 70an lebih, cukup banyak.


Setelah sejam lebih mengajarkan anak-anak mengaji waktu isya pun masuk, kegiatan mengaji di hentikan dan di lanjutkan malam berikutnya.


Dan Adzan sudah di kumandangkan , hampir setengah jamaah dan anak-anak keluar mengambil whuduh termasuk Mila dan Monika, tetapi Maisya dan Anggi memilih di dalam Mesjid karna wudhu mereka masih terjaga baik.


"bagaimana? terpikat juga kan? " tanya Anggi


" maksudnya " tanya Maisya


"aduh pura pura ngk ngerti dia" Anggi membuang muka


" to the point baronn, Mai beneran ngak paham" jujur Maisya bingung


" ya allah sahabat ku cantik tapi kok sedikit kurang yah" kata Anggi memutar bola matanya


"ada apa sih Anggita??" tanya Maisya semakin tak paham


"ihhh...(memukul jidat maisya) kamu ngapain senyum-senyum begitu tadi, hummm???" tanya Anggi gemes


"aww.. sakit nggii....(mengelus jidatnya) yah Mai cuma adem aja denger Adzan yang merdu itu" jelas Maisya jujur


" kan betul kamu sudah terpikat" kata Anggi sambil tertawa kecil


" Mai hanya tenang mendengarkannya nggii, merdu, iitu saja " jelas Maisya lagi


" hahah, sudahlah sahabatku" kata Anggi merangkul Maisya


"eh tapi itu ketua lo Mai yang Adzan" promosi Anggi


"oooh.." jawab singkat Maisya


"apa-apaan sih , lagi- lagi ketua, siapa sih ketua" batin Maisya


Setelah selesai melaksanakan Isya berjamaah anak-anak kembali ke saf depan untuk melanjutkan acara berikutnya, lagi-lagi Maisya terpaksa ikut di ajak teman-temannnya itu.


"Mai malam ini acaranya shalawatan lho" ucap Mila


" iya Mai, ikut yah?" pinta Monika


" kalian tenang saja, mau tidak mau Dia akan ikut" sahut Anggi tersenyum memikirkan idenya


"ah tidak .... kerongkongan Mai lagi tak bersahabat" tolaknya Maisya


" oh.. tidak jangan aneh - aneh lagi lagi de Nggi" pinta Maisya


Mila, Monika hanya tersenyum mengerti dengan maksud Anggi


........


"baik Adik-adik sekalian, sebelum mulai shalawat kakak ada kuis" suara dari mikrofon


" peraturannya, siapa yang bisa jawab angkat tangan, dan bagi yang bisa jawab tetapi memberikan jawabannya kepada temennya akan mendapatkan hukuman" jelas si pembawa acara


"pahamm???" tanyanya


"pahammmmm....." sahut anak-anak


"oke pertanyaan pertama , kapan alquran pertama kali turun? " Pembawa acara


"saya kak?" seorang anak mengangkat tangan


"silahkan sebut kan namanya dan jawab" jelas Pembawa acara


"nama caya Micella , jawabannya tujubelas lamadhan" kata sekecil 4 tahunan itu


"pintarrr,,, ini hadiahnya Misell (memberikan sebuah buku), tepuk tangan buat Misell" kata si Pembawa acara


Sudah 4 pertanyaan di lancarkan pembawa acara tersebut, tiba-tiba dia menerima telvon lalu keluar dan di gantikan seorang pemuda tampan yang di kagumi banyak kaum hawa.


"baiklah , mari kita lanjutkan ke pertanyaan terakhir ya" ujar Pemuda itu


"tapi kakak akan memberikan teka-teki" jelasnya


" jadi gini teka-tekinya, : ketika kakaknya berumur 4 tahun adiknya berumur setengah umur kakaknya, setelah kakaknya berumur 100 tahun berapa umut adiknya?? " kata pemuda itu berulang-ulang dengan jelas


Sementara disisi lain


"Mai liat itu si ketua" bisik Anggi


Maisya hanya melirik sekilas saja dan ber O riah menjawab perkataan Anggi


"50 kak" jawab seorang anak


"salah" timpal pria itu yang ternyata Ketua


"ada yang lain" tawar ketua kepada anak-anak


sementara Zani mendekati Anggi meminta jawabannya


"kak Anggi!!, apa isinya? " Zani setengah berbisik

__ADS_1


"kakak tak tau, tapi coba tanya kak Mai, sepertinya dia tahu" usul Anggi kepada Zani


" tapi kakak ada ide" Anggi membisikkan sesuatu kepada Zani dan di balas anggukan senyum jail Zani


Lalu Zani menghampiri Maisya


"kak Mai apa jawabanya" tanya Zani


"98" jawab Maisya santai, sepertinya dia lupa aturan kuis itu


Zani yang sudah menemukan jawabannya mengacungkan jempol kepada Anggi dan di balas jempol lagi


"ada apa Nggi? " tanya Mila


"kita liat sebentar lagi" jawab Anggi senyum kemenangan


Sementara Monika dan Mila hanya bingung tak paham


"kak, saya kak" sahut Zani mengangkat tangan


"yah silahkan" kata Ketua


"98 kak" jawab Zani


"betul sekali, bagaimana bisa 98 ? " tanya Ketua


"heheh, saya di kasih tau kak Mai kak" jujur Zani polos


Sementara Maisya terbelalak mendengar namanya disebut , dan Zani mengedipkan matanya kepada Anggi di balas tawa Anggi , sementara Monika dan Mila tersenyum riang karna sudah paham rencana Anggi.


"oh kak Mai, siapa kak Mai? " tanya Ketua


" ituuuu " anak-anak menunjuk Maisya yang menunduk


"oke karna kak mai melanggar aturan, jadi kak Mai kita huuu???" si Ketua


"kummmm" jawab anak-anak semangat


"baiklah kak Mai silahkan kedepan" pinta Ketua


Maisya hanya bengongg dan pipinya merona menahan malu, kenapa dia bisa lupa dengan peraturannya🤦 lalu terpaksa Maisya maju kedepan karna terus di teriaki anak-anak dan teman-temannya.


"anggun dan manis sekali " batin Ketua


lalu dia menyadarkan lamunannya dari Maisya


"oh. ini kak Mai, jadi hukuman apa yang kita berikan untuk kak Mai ?" tanya ketua kepada yang didalam Mesjid


"shalawat" jawan Zani , Mila, Monika dan Anggi dengan lantang


Sedangkan Maisya hanya geleng-geleng kepala memelas kepada temen-temennya agar tidak di berikan ide hukuman itu .


"shalawat???hmmm .. baiklah, karna kebetulan malam ini kita jadwal shalawat kak Mai akan membuka acaranya dengan bershalawat pertama kali" jelas Ketua


Maisya tanpa sadar memanyumkan bibirnya sehingga memberikan kesan imut dan lucu.


"silahkan kak Mai" ketua memberikan mikrofon kepada Maisya


"kenapa dia seimut itu ya allah" gumam ketua geleng-geleng kepala sambil tersenyum lalu duduk


" Assalamualikum wr.wb. baiklah Maisya akan mencoba melantunkan shalawat berjudul Innal Habib"


innal habiiibal mustafaa


zaurafati wazuwafaa


wazikruhu fiihisyifaa


iza tamaa da bil 'ilalli


wazikruhu fiihisyifaa


iza tamaa da bil 'ilalli


............


Maisya melantunkannya dengan sangat indah, sehingga membuat mereka yang mendengarkan merinding penuh kedamaian dan para kaum adam terkesima saat melihatnya , bukan hanya parasnya yang cantik suaranya juga sangat , begitulah pemikiran mereka.


Sementara di luar Mesjid


"subhanallah indah sekali, siapa itu?" gumam seorang pemuda


"ah. bukankah itu suara yang sama ku dengar kemaren " lanjutnya


" aku harus melihat pemilik suara itu" tekad si Pendengar itu dan berlalu


Dan akhirnya Maisya menyelesaikan shalawatnya yang indah dengan rasa lega, di sambut tepuk tangan dari pendengarnya .


Lalu pergi ke tempat duduknya kembali


"mantap sayangkuu" sahut ketiga temannya sambil memeluknya


"sudah ku bilangkan kamu pasti tampil" sahut Anggi


Maisya mencubit Anggi sedikit kesel menjebaknya lewat Zani, lalu mereka pun tertawa


Sementara pemuda tadi memasuki mesjid dengan sedikit tergesa-gesa hingga menabrak seseorang


"astaghfirullah" jerik seorang Perempuan


" ah. maafkan saya, saya tadi tidak sengaja" kata si Pemuda


Perempuan itu pun mengangguk lalu pergi meninggalkan pemuda itu , sedangkan si pemuda masih memperhatikannya dari belakang sampai si perempuan menghilang.

__ADS_1


bersambung....


oke sahabat nanda, terima kasih sudah mampir yah ke novel pertamanya nanda, maaf masih banyak typonya, karena tadi nanda sudah siap ngetik panjang tapi eror , hingga ngulang lagi dari awal😭 its oke yang penting sekarang udah up , jangan lupa komen sama tekan tombol love nya sahabat 😉 terimakasih🤗


__ADS_2