Cinta Maisyara

Cinta Maisyara
06


__ADS_3

Akan tetapi dia tau bahwa Maisya bukanlah gadis yang mudah di taklukkan dengan mudah , itulah informasi yang dia dapat dari anak-anak TPA yang dekat dengannya.


" ahhhhh..... " Rayyan mengusap wajahnya kasar


" Bismillah, Bismillahh, aku harus berani " ujarnya lagi


beberapa saat kemudian


" nah itu dia " gumam Rayyan tersenyum ragu


" Anggii...." panggil Rayyan


" eh iya , ada apa Ray ? " tanya Anggi


" hmmm.... sebenarnyaaa...." Rayyan ragu


" ya sebenarnya?? " tanya Anggi


" eh itu, hmmm... " Rayyan masih Ragu


" itu apa Ray ? " Anggi semakin bingung dengan Rayyan


" hemm... aku mau tanya sesuatu " jawab Rayyan


" tanya sajalah " Anggi bener-bener penasaran dengan sikap Rayyan


" hemm.. itu Maisya temanmu " jawab Rayyan gugup


" kenapa dengan Maisya ? " Anggi semakin penasaran


" hmm.. gimana yah Nggi, " Rayyan bingung sendiri menggarut kepalanya yang tidak gatal


" ada apa sih Ray, aku haru cepat-cepat ni " Anggi mulai kesal dengan Rayyan yang berbelit-belit


" huffffff,,,," Rayyan membuat nafasnya dan menetralkan kegelisahannya


" baik lah, boleh aku meminta no. ponsel Maisya? "


tanya Rayyan dengan jelas sambil unjuk gigi dan di sambut tatapan tajam seperti sebuah pertanyaan dari Anggi


" hahaha.. tenanglah aku tidak akan mengganggunya , aku hanya ingin menyimpannya, aku janji " jelas Rayyan tersenyum sambil melambangkan jarinya dengan V


" menyimpan ? buat apa ? " Anggi menjaili Rayyan


" tidak ada , yah mana tau nantikan aku ada perlu dengannya , eh maksud aku dengan ayahnya , kan ayah Maisya Kepala Jorong disini " jelas Rayyan mencari alasan


" oooohh " Jawab Anggi


" jadi bagaimana ? " tanya Rayyan antusias


" baiklah, tapi sekarang aku ngak bawa hp, dan ngak hafal no Maisya , nantilah " jelas Anggi


" haha. baiklah " jawab Rayyan semangat


Anggi pun berlalu meninggalkan Rayyan,


" yes, yes ,yeahhhhh,,,,, alhadmdulillahhhh....." gumam Rayyan sedikit jingkat jingkrit


" hey kesambet lho ? " tanya Iwan tiba-tiba


" iya kesambet cinta " jawab Rayyan santai dan meninggalkan Iwan yang melongo

__ADS_1


____________


Senja sudah mengantarkan siang menuju pekatnya malam dengan indah, alunan suara jangkrik dan angin sepoi yang menusuk tulang membuat susana petang tersebut damai.


Tidak lama Adzan maghrib pun di kumandangan Muadzin, alunan suara merdu itu menuntun langkah para jamaah menuju mesjid untuk melaksanakan kewajibannya kepada sang maha kuasa.


Shalat Maghrib, Isya sudah di tunaikan, kegiatan rutin Santri PKL dengan anak-anak TPA juga sudah usai , tetapi Rayyan masih belum melihat kemunculan Anggita , ataupun Maisya .


Padahal dirinya sudah sangat tidak sabar dari tadi sore untuk menemui Anggita, tapi sayang sekali sepertinya harapan Rayyan harus di tundah.


" mencari seseorang Ray ? " tanya santri A yang melihat Rayyan celingak-celinguk


" ah tidak " jawab Ray tersenyum


" kau yakin ? " tanya santri itu lagi


" hmnm... kamu melihat Anggi ? " akhirnya Ray menanyakannya


" oooh, ku dengar kata Anak-ank TPA tadi Anggi menemani Maisya kerumah sakit " jelas santri itu


" siapa yang sakit ? " tanya Rayyan


" entahlah, aku tidak tinggal satu rumah dengan mereka " jawab santri A tersebut santai


" ah. kau ini " Rayyan kesal dan tertawa kecil


" baiklah terimakasih informasinya " ucap Rayyan lagi


" kau menyukai Anggi ? " selidiki Santri tersebut


" tentu saja tidak " tegas Rayyan


"syukurlah " guman santri A itu yang terdengar oleh Rayyan


" kalau pun iya , tidak masalah kan" jawab santri A cengengesan


" apa ? " Rayyan terkejut


" kenapa? apa salahnya, aku kan normal jika menyukai gadis " jawab santri tersebut tertawa


" kenapa ? " tanya Rayyan lagi


" apanya yang kenapa ? " tanya santri tersebut


" kenapa kau menyukainya ? " selidik Rayyan


" entahlah, daripada menyukai Maisya banyak saingan, kan masih ada Anggita yang tak kalah cantik juga " jawab santri itu asal dan tertawa


" kau menyukai Anggita yah? " tanyanya kepada Rayyan


" tadi kau sudah menanyakannya bukan? " ketus Rayyan


" kalau tidak menyukainya kenapa kau begitu penasaran dengan pengakuan fiktif ku itu " goda santri A kepada Rayyan


" hanya penasaran " jawab Rayyan singkat


" terserah kau saja " jawab santri A masih tertawa menepuk bahu Rayyan lalu pergi


_________


Gadis itu mulai menggerakkan jarinya tangannya, dan membuka kelopak mata indahnya secara perlahan, dia berusaha duduk akan tetapi kepalanya terasa begitu berat dan lemas , hingga membangunkan seseorang yang sedang merebahkan kepala di bangkarnya

__ADS_1


" Maisya kamu sudah bangun ? " tanya Anggi senang


" Ha...hauss...." kata Maisya lemah


" kau haus, sebentar " Anggi mengambilkan gelas berisi air dan membantu Maisya minum


" istirahatlah" pinta Anggi


Maisya hanya mengangguk


sementara Anggi keluar kamar dan menemui ibu Maisya guna memberi tahu keaadan Maisya kepadanya


tak lama Anggi kembali bersama ibu Maisya ke dalam kamar


" Maiiii " panggil ibu Maisya lembut


" ibuu,, ini dimana ? " suara Maisya masih parau dan lemah


" kita di rumah sakit, kemaren sore Kamu pingsan dan tidak sadarkan diri " jawab ibu mengusap kepala anaknya tersebut


" Anggi semalam ? " tanya Maisya


Anggi mengangguk tersenyum


" semalam Anggi tidur disini , dia tidak mau pulang " timpal ibu Maisya dan Anggi hanya tersenyum


" bu, Maisya mau pulang, " pinta Maisya


" kamu baru saja siuman Mai " jawab ibu


" Maisya sudah tidak apa-apa bu " Maisya meyakinkan ibunya


" nanti kita tanya dokter dulu yah, sekarang Mai istarahatlah " bujuk Ibu dan Maisya tidak membantah


_________________


" Assalamualaikum " ucap seorang laki-laki di pintu


" waalaikumusslam " jawab ibu dan Anggi


pria tersebut berjalan dan menyapa ibu Maisya dan Anggi , lalu menuju bangkar dimana Maisya sedang tertidur, pria tersebut mengusap lembut kepala Maisya dan menciumnya puncak kepala Maisya, sementara Ibu Maisya dan Anggi Keluar dari ruangan.


.


.


.


.


Bersambung........


.


.


.


.


.

__ADS_1


jangan lupa like and comment, terimakasih sudah berkunjung sahabat, maaf masih banyak typo


__ADS_2