Cinta Maisyara

Cinta Maisyara
03


__ADS_3

Sementara pemuda tadi memasuki mesjid dengan sedikit tergesa-gesa hingga menabrak seseorang


"astaghfirullah" jerik seorang Perempuan


" ah. maafkan saya, saya tadi tidak sengaja" kata si Pemuda


Perempuan itu pun mengangguk lalu pergi meninggalkan pemuda itu


Sedangkan si pemuda masih memperhatikannya dari belakang sampai si perempuan menghilang.


" suara itu persis " gumam pemuda tersebut


"tetapi siapa dia, sepertinya saya pernah mendengarnya " gumannya lagi


" ah. sayang sekali aku tidak bisa melihat wajahnya.....astaghfirullah kenapa aku jadi begini " lanjutnya yang jadi kebingungan sendiri


sesampainya di syaf depan , tempat anak-anak bershalawat


" kak Arka kenapa ? " tanya seorang santri laki-laki


" tidak apa Wan " jawab Arka kepada santri tersebut yang ternyata bernama Iwan


" tapi kok jalan pincang gitu ? " Iwan yang kepo


" aduhhhhh.... nia anak kepo banget " sahut Arka mengacak- acak peci Iwan gemes


" kakakkkkkkk..... " pekik Iwan setengah berteriak


" sssttt...." Arka menutup mulut adeknya tersebut


Iwan adalah sepupu dari Arka yang sekarang juga sedang mengikuti pkl juga, mereka sangat akrab layaknya saudara kandung, karna Arka di terkenal di keluarganya seorang abang yang penyayang


" kakak sama Iwan ngapain sih " timpal seorang santri lain


" ni Ray , kak Arka jalan pincang di tanya bukannya di jawab malah di bilang kepo, aku kan cuma khawatir " jelas iwan sambil melirik kesal Arka


" oooh..... " jawan Ray


" what ? cuma ooh.." sebal Iwan


" terus apa ? " tanya Ray santai


" terserah kamu aja " sahut Iwan ketus


"ngak kakaknya adiknya sama-sama bikin sebel aja , nyeselin, untung saudara " omel Iwan


sedangkan Arka dengan Ray hanya tertawa kecil melihat sepupunya tersebut


yah Rey begitulah panggilan akrabnya , nama lengkapnya Muhammad Rayyan Putra Rahpan . seorang pemuda tampan yang bagaikan pinang di belah dua dengan ketampanan kakaknya, dia juga pemuda yang shaleh, taat , ramah, membuat kaum hawa pangling ketika memandangnya, dia adik kandung dari Arka , yah wajar sajalah setampan itu , kakaknya saja bak artis korea versi indonesia. Rey juga sedang mengikuti PKL karna sudah kelas akhir di Pesantren.


sementara di tempat lain


" kenapa May ? " tanya mila yang melihat Anggi memijit kakinya


" ah. tidak apa tadi kesandung " bohong Maisya


" kamu yakin tidak apa - apa ? " tanya Monika memastikan


" iya Monikaaa, ini cuma terkilir sedikit " jelas Maisya


" ada apa ? " tanya Anggi tiba-tiba


" ini Nggi , sepulang dari wc maisya mijit-mijit kaki terus " jelas Monika

__ADS_1


" ooo begitu, kamu yakin gapapa Mai ? " tanya Anggi lagi


" Ya Allah sahabat Mai ini " sahut Maisya sambil memeluk ke tiga temannya tersebut


" kami cuma khawatir Mai " pingkal Mila


" hahahha... baiklah , tapi Mai beneran gapapa kok" jawab Maisya tersenyum meyakinkan


" syukurlah " sahut Anggi ikut tersenyum


.................


Jam di dinding mesjid sudah menunjukkan setengah sembilan , sehingga santri yang menjadi hots menutup acara malam itu, dan di lanjutkan besok malam.


Setalah acara di tutup jamaah yang masih stay bubar keluar dalam mesjid untuk pulang, sementara anak - anak mengantri bersalaman dengan para santri.


Maisya dengan ketika temannya beserta keluarga Maisya juga ikut keluar mesjid untuk pulang, mereka barengan berempat sampai di simpang rumah mereka masing-masing


" kenapa Mai ? " tanya ibu yang khawatir melihat anaknya tersebut berjalan sedikit menginjik-injik


" tidak apa bu " jawab Maisya


" tadi kak Mai habis nabrak kakak santri bu " jawab Zani tiba-tiba


sementara di belakang mereka seorang pemuda merasakan jantung seperti di serang jarum , mendengar penjelasan Zani


"bener May ? " tanya ibu


" hmmm .. iya bu, Mai tadi. ngk sengaja, kebelet " jawab Maisya menunjukkan giginya berbaris rapi


" lain kali hati - hati yah Mai " nasehat Ibu


" baik Bu " jawab Maisya tersenyum lalu mengejar Zani yang sudah duluan berjalan karna membeberkan rahasia Maisya dengan sengaja


Sementara pemuda tadi hanya memegang dadanya tersenyum dan bergumam


" kak Arka kenapa " tanya seorang santri


" tidak apa - apa " jawab Arka tersenyum


" kakak duluan yah " ijin Arka kepada santri itu lagi


" baik kak " jawabnya


sementara Zani bersembunyi di antara teman-temannya dari Maisya yang terlihat kebingungan


" Kak Mai.... " sapa anak- anak


" kak Mai cari apa ? " tanya yang lainnya


" iyaa... (tersenyum) kakak lagi cariiiiii...." jawab Maisya sambil melihat sekitar


" Kak Mai cari Zani ? dia disini ngumpet kak " tiba- tiba teriak rombongan anak-anak tak jauh dari depan Maisya


" ah. itu dia ...." gumam Maisya


" Kak Mai duluan yah" pamit Maisya pada anak- anak yang bertanya tadi


"yah kak " jawab mereka


sementara Zani kesel kepada teman-temannya


"hahahahahahhahahahaha........" tawa anak-anak

__ADS_1


"kapan lagi kann...." timpal yang lain


"kalian ini " kesel Zani kepada temannya yang tak henti-hentinya tertawa melihat Zani


ketika Zani akan melangkah kabur, tiba- tiba


" dapat....." kata Maisya tiba-tiba memegang tangan Zani dari samping


" ah... kak Mai " kata Zani senyum di paksakan


" mau lari kemana adik nakalll " tanya Maisya jail


" mau kaaa....ah . ja..jajan.. kak . iya jajan. jajan kak " jawab Zani terbata-bata sambil menunjuk warung


" oh jajan yah " Maisya tersenyun


" hehehehe,,, maaf kak Mai , janji Ani ngak jailin kak Mai lagi deh , Ani jajanin Kak Mai yah " bujuk Zani memasang wajah imut kepada Maisya


" Janji yah ? " tatap Maisya tajam


" ah. iya janji " sahut Zani spontan melihat kakaknya tersebut


" Kak Mai kalau marah ngeri juga yah, padahal belum ngapa-ngapain dia " kata seorang teman Zani


" iya " jawab yang lain lalu mereka tertawa lagi melihat Zani


Sementara Zani dam Maisya berbelanja cemila di warung yang di tunjuk Zani tadi


" Ani jangan makan jalan- jalan " pekik Maisya kepada Zani


" iya- iya Ustadzah, biasa aja kali ngak usah teriak-teriaak Ani ngak budek kakk" jawab Zani sedikit kesel


" sudah berapa kali kakak bilang jangan mak." belom selesai Masya ngomong di poting Zani


" makan berdiri, makan pakai tangan kanan, sesuai anjuran nabi " potong Zani


" Aniiiii " Maisya menjewer telinga Zani


karena dia semakin kesal ketika Zani memotong pembicaraanya


" aduh- aduh kak mai" pekik Zani memegang telinganya


Sementara Maisya hanya memutar bola matanya dan buang muka cemberut , sehingga memberi kesan imut


" iya kak Mai , Ani minta maaf lagi udah motong pembicaraan Kak Mai " sesal Zani


" maaf kak " Zani memasang wajah imut dan memeluk kakaknya tersebut


"hummm.. baik lah " zani memutar bolah matanya


Sungguh Maisya tak tahan melihat ekspresi lucu Zani ketika memohon , hingga alhasil dia tersenyum


" ingat yah Ani kakak ngak suka Ani seperti itu " nasehat Maisya


" iya kakakku " jawab Zani mencium Maisya


lalu mereka berpelukan dan tertawa sambil berjalan santai.


sementara dari tadi ada sepasang mata memperhatikan kelakuan kakak beradik yang lucu itu dan terus tersenyum


" sungguh lucu " gumam orang tersebut


bersambung.....

__ADS_1


oke sahabat Nanda, maaf nanda baru up😢 karena banyak tugas kuliah, padahal baru 2 episode tapi udah mogok😩 tapi tak apa semoga kalian seneng yah dengan ceritanya , maaf masih banyak typonya , mohon masukkannya yah sahabat, likenya juga yah, dukungan kalian sungguh sangat berarti bagi nanda 🤗🤗


trim's sudah mampir sahabat💗💗💗


__ADS_2