
Ruli semakin tidak sabar ingin bertemu dg Hilda dan meminta penjelasan mengapa Hilda pulang ke desa tidak menunggunya.
Malam itu juga mereka meninggalkan kota $i****** menuju desa .
Setelah 3 jam mereka sampai.Andre langsung kerumah Lia yg disana sudah banyak keluarga Lia.Sementara itu Ruli kerumah bu Darmi.
",Assalamualaikum",ucap Ruli
"Waalaikum salam,eh nak Ruli ",jawab bu Darmi
"Hilda dimana bu?",tanya Ruli.
"Di kamar
"Aku masuk dulu ya bu.
Bu Darmi mengganguk mempersilahkan menantunya untuk masuk.Ruli masuk ke kamar,dilihatnya Hilda masih terjaga.Walau membelakangi dirinya,Ruli tahu kalau Hilda belum tidur.Dikecupnya kening istrinya,Hilda mencoba menghindar.
"kenapa kamu pulang kesini ngak bilang ke mas dan ngak sms atau tlp mas?",Tanya Ruli kemudian.
__ADS_1
"Katamu,kamu sibuk ngapain aku harus bilang,kan bi Atik juga sudah kasih tau kan?",jawab Hilda acuh
"Kamu kenapa Hilda?",Tanya Ruli lagi.
"Aku ngak kenapa-kenapa kok,"jawab Hilda masih acuh.
"Hilda ajak suami makan dulu,"perintah ibunya.
"Ruli sudah makan bu tadi,"Jawab Ruli berbohong.
"Maaf mas Hilda ngantuk,kalau mau makan,makan aja ya,"menarik selimut dan menutupi wajahnya dengan selimut.
Pagi dirumah Lia.
Lia dan Andre sudah sudah memakai baju dg warna yg sama.Lia memakai kebaya berwarna peach dan kain batik.Sedangkan suaminya memakai beskap berwarna senada dengan Lia dan kain batik serta blangkon.Mereka bersiap untuk pengajian.untuk mendoakan agar bayi yg dikandung,serta ibunya sehat dan dapat melahirkan dg selamat serta anaknya lahir sempurna.
Diantara para tamu sudah ada pula Hilda,Ruli Okta,mama Eva dan bu Darmi.Walau mencoba menutupi dg kebahagiaan namun Ruli tau ada kesedihan didalam hati Hilda.Namun Ruli mencoba bersabar untuk tidak bertanya yg macam-macam .Ruli tidak ingin acara 7 bulan Lia terganggu gara-gara Ruli.
"Setelah acara ini selesai kita harus bicara Hilda",bisik Ruli.
__ADS_1
Hilda hanya diam dan kembali menghindar dari Ruli.Dia terus menyaksikan dengan seksama acara demi acara 7 bulanan Lia tanpa sedikitpun menghiraukan kehadiran suaminya yg masih dipenuhi tanya tanya tentang perubahan sikap Hilda yg tidak biasa.
Setelah acara siraman dan membelah kelapa yg dihiasi gambar tokoh pewayangan serta ganti baju 7 kali atau kalau dijawa disebut acara pantes pantes selesai,selanjutnya adalah acara pamungkas yaitu jualan dawet dan rujak yg bermakna agar sang suami bisa bertanggung jawab mencari nafkah untuk anak dan istrinya dan agar diberi kelancaran mencari rezeki.
"Hilda tolong gendong Kanza dong,aku kebelet pipis nih,"pinta Hana.
"Ya sudah sini Kanza,aku bawa kerumah ya Hana",teriak Hilda pada Hana yg sudah ngacir kebelakangš¤
Hilda kemudian mengajak Kanza yg sudah hampir 1 tahun itu kerumahnya bersama Okta juga.Ruli yg mengetahuinya mengikuti Hilda dari belakang.
"Kamu kepengen punya anak seperti Kanza ya sayang?',tanya Ruli.
"semua ibu pasti suka sama anak kecil mas
"Kita buat sekarang ya",bisik Ruli
"Bukankah kamu sudah buatnya di j*******mas?,"sindir Hilda
Ruli tidak menjawab.Dia semakin tidak mengerti dg yang dikatakan Hilda barusan.Sementara Hilda masih sibuk menimang nimang Kanza.Dan Oktapun mengajak cilukba dg Kanza.Sepertinya Okta sudah sangat menginginkan adik.
__ADS_1