
"Kamu kenapa terburu buru tadi mas"tanya Hilda tiba tiba
"Mas udah lapar kita sekarang makan ya",ajak Ruli mengalihkan pembicaraan.
Hilda hanya diam.Dia ingin mengetahui apakah benar Diana yg bertemu mereka dipantai tadi adalah Diana yg sama di masa lalu suaminya.Tapi untuk saat ini rasanya kurang bijak jika Hilda harus bertanya sekarang.Apalagi saat ini Okta belum tidur.Hilda tak ingin anaknya bertanya yg seharusnya tidak ditanyakan pada usianya seperti sekarang.
Malam
Hilda masih penasaran dengan jawaban Ruli tentang wanita yg mereka temui tadi siang dipantai.
Setelah Okta tidur,Hilda mencoba mendekatinya sambil mengendap endap agar Ruli tidak merasa diganggu.
"langsung aja kesini ngapain pakai ngendap endap segala jalan kamu",lirik Ruli
"Kirain sudah tidur
"Memangnya kenapa kalau mas tidur
"Takut menganggu mas
"Aku suka kok kamu gangguin,atau kamu justru mau aku gangguin sini",goda Ruli
"ngak mau
__ADS_1
"ngak mau nolak kan,"me*****bibir Hilda
"mas aku mau tanya
"tanya aja Hilda apa
"mas kenal dg Diana apa dia...
"ya Hilda dia wanita sama yg pernah aku hamili 2 tahun yg lalu dan dia juga yg telah mengugurkan kandunganya karena bapaknya tidak setuju punya menantu seperti aku.Dan itu semua masa laluku Hilda.Satu lagi yg harus kamu tahu aku tidak pernah mencintainya baik itu dulu,sekarang,dan selamanya.Tentang aku menghamilinya itu semua diluar kendaliku karena saat itu aku sedang mabuk dan jujur diana memang pernah mencintaiku tapi tak pernah sekalipun menghiraukanya,semua sudah kubilang ke kamu terserah kamu mau percaya atau ngak.",jelas Ruli panjang
"Ya mas Hilda percaya kok
"Ya sudah kita sekarang tidur oke?
Tanpa minta izin Ruli langsung mengendong Hilda kekamar.Mereka kemudian bermesraan sebelum akhirnya terlelap dalam tidur yang panjang.
Tanpa terasa sudah 3 hari Hilda dan Ruli serta Okta di pulau l***** dan hari itu hari terakhir mereka disana.Sebelum mereka pulang,Hilda ingin membeli oleh oleh untuk dirinya sendiri,bi Atik dan pak Lukman,Lia dan Andre,Mama Eva dan ibunya,sarah dan kru kru yg bekerja sama dg suaminya serta mama Della dan suaminya pak Deni tetangga yg menangkap Damar dan Rima.Tapi kali ini Ruli tidak ikut.Dia ingin berkemas sebelum mereka pulang agar tidak binggung nantinya.
Sesampainya disana Hilda memilih milih dulu mana oleh yg tepat untuk orang orang yg dicintai dan dikenalnya yg telah berjasa dikehidupan mereka.Setelah memilih Hilda kemudian membawanya kekasir dan membayarnya dengan kredit card yg diberikan Ruli.Setelah membayar Hildapun keluar tapi sebelum keluar dia mendengar seorang wanita tengah berdebat dg mbak penjaga kasir.Hilda kemudian kembali kekasir karena dia seperti mengenal wanita tersebut.
"masa tiga tiganya sudah habis saldonya sih
mbak jangan bercanda ya,saya ini model,ngak mungkin aku ngak bbisa bayar semuanya",ucap wanita itu kesal
__ADS_1
"ya mbak buktinya sudah ngak bisa kan ?",ucap mbak penjaga kasir.
"trus gimana ini
"maaf mbak biar aku yg bayar belanjaanya mbak ini",ucap Hilda tiba tiba
"Loh Hilda kamu masih disini juga",tanya wanita itu tersenyum
"Ya mbak Diana.ini mbak kartu kredit aku buat bayar belanjaanya ya",ucap Hilda menyerahkaan kartu kredit
"makasih ya Hilda,lain kali aku akan membayarnya kekamu kalau aku sudah kerja
"Loh kamu belum kerja mbak,emang maaf mau kerja di mana mbak
"panggil Diana aja ,sebelumnya aku jadi model tapi lagi sepi job nih binggung aku jadinya.
"Wah kebetulan,gimana kalau kamu kerja sama suamiku,dia juga lagi cari model.
"tapi apakah dia mau mnerima aku
"gini aja biar habis ini aku bilang kesuami ya,nanti kalau dia mau aku tlp kamu,gimana
"boleh, ini nomer tlpku,tapi maaf kalau bisa secepatnya ya Hilda aku butuh banget kerjaan
__ADS_1
"pasti Diana.
Setelah selesai keduanya keluar dan menuju Villa masing masing.