
Hari itu setelah mengantarkan Okta kesekolah,Hilda mengajak mertuanya kestudio.Walaupun mertuanya tidak memintanya namun karena rasa penasaran mama Eva ingin melihat kerja anaknya dan juga mama ingin melihat seperti apa reaksi Diana ketika melihat beliau datang.
Tidak berapa lama mobil yg dikendarai Hilda sudah sampai diparkiran R&A studio. Setelah memakirkan mobilnya,Hilda kemudian mengajak mertuanya ke studio.Tapi sebelum itu ada Sarah yg sedang bertanya tentang kehadiranya bersama seorang wanita yg umurnya tidak beda jauh dg mama Sarah.
"Kenalkan ini mama mertuaku,mama Eva dan ma ini resepsionis disini yg paling baik namanya Sarah
"Jadi ini mamanya pak Ruli,senang bertemu dg anda bu",sapa Sarah tersenyum.
"Sama-sama mbak,Semoga betah kerja disini ya mbak,"ucap mama Eva tersenyum ramah.
"Mas Ruli ada distudio kan sarah,"tanya Hida
"ya bu ada,ada pemotretan juga.
"ya sudah aku sama mama masuk dulu ya sarah.
Sarah hanya tersenyum dan mengangguk.Keduanyapun masuk ke studio.Diana nampak kaget dg kedatangan mantan calon mertuanya.Ada kecemburuan terlihat disana melihat kedekatan antara Hilda dan mama Eva.Siapapun ngak bakal menyangka kalau mereka bukan mertua dan menantu karena mereka seperti ibu dan anak kandung.
Siang itu Ruli mengajak kru-kru berkenalan dg mama Eva.Mereka menyambut baik kehadiran mama Eva.Apalagi walau usianya sudah tua tapi beliau mudah berbaur dg anak muda sekalipun.Sehingga walau baru kenal mereka sudah akrab dg mama Dop disana.
__ADS_1
"Apakabar budhe,"sapa Andre
"Baik ndre,gimana kamu juga sehat kan,oya,gimana kabar Lia
"Alhamdulillah saya dan Lia baik- baik saja budhe,"jawab Andre.
"terus bagaimana dg kandungan Lia,sudah berapa bulan
"Sudah 6 bulan budhe,"jawab Andre lagi
"sudah besar ya,sebentar lagi 7 bulan,mau adakan acara 7 bulan di desa kan ndre
"ya InsyaAllah budhe,soalnya disini ngak ada keluarga saya mapun keluarga Lia,"ucap Andre sedih.
"Terimakasih budhe.
Berbeda dg Andre dan kru lainya disana.Saat Diana menyapa mama Eva,mama Eva hanya diam bahkan terkesan mengacuhkanya.
Diana merasa kecewa dg sikap ditunjukkan mama Eva kepada dirinya.Mama Evapun berlalu meninggalkan Diana sendirian.
__ADS_1
"Sebentar lagi kesombonganmu akan runtuh seketika ibu Eva yg terhormat"ucap Diana dalam bathin.
Entah apa yg akan dilakukan Diana kepada mama Eva sehingga dia berkata seperti itu dalam hatinya.Tangan Diana mengepal menahan kemarahan.Diana seperti tidak tahan lagi dg apa yg ingin dilakukan pada Ruli agar mama Eva dan terutama Hilda bisa merubah kesombongan mereka menjadi tunduk dihadapan seorang Diana.
Hal itu terus dipikirkanya.Mungkin itu pula yg membuat konsentrasi Diana jadi terpecah dan membuat Ruli marah karena harus mengulang beberapa adegan .Dan Ruli menghentikan pemotretan hari itu.
"Diana kenapa kamu hari ini tidak seperti biasanya,aku rasa Andre sudah mengarahkan dg baik bagaimana kamu harus berpose,apa kamu sakit,kalau sakit seharusnya kamu izin ngak usah ikut pemotretan dan ngak perlu mengulang ulangnya ah",ucap Ruli kecewa
"Maaf mas Diana lagi banyak pikiran
"Apa yg kamu pikirkan ha,harap kamu ingat Diana aku paling tidak suka bekerja dg orang yg masih belum siap bekerja.Kamu harus profesional dong,pulang kamu sekarang,pulang,"bentak Ruli.
Kru-kru disana kaget dengan kemarahan Ruli.Karena tidak biasanya Ruli semarah itu dg modelnya.Hilda yg masih disana dg mamanya mencoba menenangkan suaminya.Diambilnya air dan diberikan kepada Ruli untuk diminum.
"mas sabar sayang,ngak baik kalau kerja marah",ucap Hilda menasehati
"Gimana ngak marah coba,kamu lihat sendiri tadi kerjanya ngak profesional gitu,"ucap Ruli lagi.
"iya Hilda tau mas tapi kamu jangan emosi ya sayang
__ADS_1
"lebih baik kamu suruh dia pulang saja,aku capek",keluh Ruli sambil membuang topinya disembarang tempat
Tanpa disuruh lagi,Diana kemudian keluar diapun pulang dg rasa kecewa.Hatinya sakit dg perkataan Ruli.Diana justru menyalahkan kehadiran Mama Eva disepanjang dia didalam taksi.Airmatanya menetes tanpa izin.Diana tidak bisa menerimanya.