
"chacha" teriak adam
Seperti biasa adam tiap berangkat sekolah selalu nyemper ke rumah chacha untuk berangkat bareng.
" eh adam masuk dulu dam, sarapan dulu yuk" jawab Ika di ambang pintu. Adam pun ikut ika masuk lalu dia duduk di samping chacha yang sedang sarapan bareng sang papa.
"Gak usah tante adam udah sarapan" ucap adam, yang melihat ika sedang menyiapan roti untuk ada.
" Sarapan apa kamu dam?, masi pagi banget ini kamu udah nyamper chacha" ucap chacha karna memang sekarang masi jam 06.14 biasanya adam nyamper itu jam 06.40 karna memang sekolah mereka sangat deket.
"Sarapan roti cha, papi adam mau ke singapor jadi mami nyiapin sarapan pagi pagi" jelas adam. Ika dan edi hanya terkekeh. Chacha masi menlanjutkan sarapan tampa ada obrolan, memang papa ya chacha meralang kerang jika sedang makan di larang berbica.
" pa, ma. Chacha berangkat sekolah dulunya" ijin chacha seletah dia menghabiskan sarapanya. Chacha pun mencium pungun tangan kedua orang tua ya lalu mencium pipi mereka juga, adam juga sama mencium pungung tangan kedua orang tua chacha.
" Hati hatinya putri papa" ucap edi sambil mencium kening sang putri.
"Jagain chacha nya dam di sekolah " lanjut edi kepada adam.
__ADS_1
" tenang om ada adam yang bakal selalu jagain chacha" ucap adam sembari senyum manis. Mereka pun berjalan menuju keluar rumah.
Sampe di sekolah.
" chacha, adam"
Karna nama merka di sebut, mereka pun kompak menoleh ke belakang dan ternyata yang memangil nama nya adalah ke 4 sahabat chacha.
"Hay bella, tati, sisy, nur" ucap chacha langsung berlari ke arah mereka dan mereka pun saling berpelukan.
" hay" sapa adam sambil mengakat sebelah tangannya.
" Gak ada hari tampa adanya adam ya cha" teloteh nur , yang memang kurang suka jida chacha terlalu deket sama adam.
"Iya nama juga merela saling suka" yang menjawab sisy, karna sisy lah yang tau kedekatan adam dan chacha dari awal mereka bisa kenal dan sampe deket.
Chacha hanya tersenyum tipis.
__ADS_1
" udah ayok kekelas bentar lagi bel ni" ucap bella sambil melihat jam tangannya.
"iya sudah ayok" ucap sisy sambil jalan bergandengan. Mereka berjalan seperti pagar bergandengan tampa ada yang mau melepaskan diri.
" cha kamu jangan terlalu dengerin ucapan nur ya" titi berbisik setelah mereka sudah duduk di meja yang sama. Chacha melirik titi dan nur yang di depanya lalu berbalik lagi melirik titi sambil tersenyum.
" chacha tau koq ti, kita kan sahabatan sudah lama. Jadi aku sudah tau nur itu orang ya kaya apa" jelas chacha sambil tersenyum ke arah depan . Guru pun dateng. Mereka pun hanya pokus ke pelajar yang sedang di terangkan oleh guru.
Di kelas adam. Adam sedang duduk di bangkunya sendiri karna 3 tiga temenya selalu saja dateng telat.
" Adam" sapa afril yang sudah duduk di samping adam. Di kelas adam memàng di harus kan duduk dengan berlawan jenis, berbeda dengan kelas chacha yang duduk sesuka mereka.
Adam hanya tersenyum tipis ke arah afril, afril wanita yang anggun dan cerdas.
"Adam kalo sudah lulus masuk SMP mana" tanya afril sambil membuka tas dan mengeluarkan buku dan alat tulis yang akan di gunakan.
"Kata papi adam sekolah di singapor" jawabnya.
__ADS_1
Afril hanya membulatkan bibirnya berbentik o.