
Alice anastasia Gadis yang biasa disapa dengan panggilan alice ini ada lah seorang gadis yang sangat pintar, cantik, sederhana dan penyayang pada anak kecil juga ramah kepada setiap orang. Hariini tepat dimana alice dan kedua orang tua nya pergi berlibur.
Liburan kali ini mereka lakukan karena lagi lagi nilai Alice menjadi nilai yang sangat tinggi di sekoalah nya gak salah kalau dia sering di juluki temen sma nya dengan julukan si otak robot.
Saat di perjalanan mereka sangat bahagia tapi siapa sangka kebahagian itu tidak bergantung lama tak lama saat papah nya ingin memelankan laju mobil nya papah nya mengetahui bahwa rem pada mobil nya tidak berfungsi suasana di dalam mobil itu pun sangat kacau, alice dang kedua orang tua nya yang panik saat itu hanya bisa berdoa.
" mah bagaimana ini apa kita akan baik baik saja mah alice sangat takut papah apakah mobil nya tidak bisa di berhentikan " tangis alice kepada orang tuanya.
" Nak kamu yang tenang ya kita baik baik saja alice duduk yang tenang dan berdoa pada tuhan agar kita bisa selama kita akan baik baik saja nak " terang mamah alice kepada alice.
Namun saat papah nya sedang panik mencoba untuk membencoba memberhentikan mobil nya tanpa tanpa ayah Alice sadari ada sebuah mobil besar di hadapan mereka.
" papah awas pah ada mobil basar di depan papah " teriak alice pada papah nya
Setelah mendengar teriakan alice papahnya pun membandingkan setir mobil nya ke dinding jalan alhasil kecelakaan yang tidak mereka inginkanpun terjadi mobil yang di tumpangi alice dan kedua orang tuanya saat ini hancur terbalik.
Tak lama ambulance datang membawa mereka ke rumah sakit untuk segera mendapatkan tindakan lebih lanjut saat di perjalanan papah alice lah yang lebih dulu meninggalkan alice dan mamah nya sesampainya di rumah sakit alice dan mamah nya di masukan ke ICU untuk mendapatkan pertolongan dan papah alice di masukan ke ruang zenazah Karena sudah tidak bernyawa.
Di rumah sang bibi tak lama telepon rumah itupun berbunyi tak lama kemudian bibi dari alice dia bernama anaiya kateriela rieger, Anaiya mengangkat telepon tersebut.
•
•
•
Kring
__ADS_1
Kring
Kring
" Halo dengan kediaman rieger ada apa ya? " tanya anaiya pada si penelepon.
" halo kami dari rumah sakit ingin memberi tau kan kepada keluarga realdo cardenilielda rieger bahwa pak realdo dan keluarga mengalami kecelakaan dan sedang di rawat di rumah sakit " tegas pihat rumah sakit yang menelepon
Mendengar perkataan dari pihak ramah sakit tersebut hati dan pikiran anaiya kacau seketika karena kakak kesayangan nya mengalami kecelakaan dan dia tidak tau bahwa kakak nya sudah meninggal kan dia dan seluruh keluarganya.
Setelah mematikan telepon dari pihak rumah sakit anaiya segera menelepon suami dan anaknya untuk segera pulang kerumah dan pergi kerumah sakit untuk melihat sang kakak kesayangan nya tersebut.
" Sayang kamu dimana pulang sekarang juga aku bilang pulang kakak dan kakak ipar kecelakaan cepat pulang sayang " terang Anaiya pada suami nya.
Tak lama dia menghubungi sang suami dia menghubungi putri dan putra kesayangan nya itu untuk meminta mereka juga segera pulang dari main nya.
'' memang siapa yang sakit ibu ? Apa ibu sakit ? " tanya raina dan daeren kepada anaiya.
" bukan ibu yang sakit tapi paman kalian dan bibi kalian mengalami kecelakaan cepat nak pulang " terang anaiya kepada anak anak nya
Mendengar perkataan sang ibu raina dan daeren pun kaget dan menangis mereka sangat menyayangi kedua paman dan bibi nya itu tetapi mereka sangat membenci alice karena alice selalu pandai dari mereka.
" Baik ibu kami akan menyusul ke rumah sakit ibu kirim saja alamat paman dan bibi berada raina dan kak daeren akan segera pergi kesana " jawab raina kepada sang ibu
Sesampainya di rumah sakit anaiya dan suaminya berlari menghampiri resepsionis dan bertanya di mana korban kecelakaan atas nama realdo cardenilielda, lalu perawat yang berada di sana menunjukan ICU tempat alice dan ibunya di tangani oleh dokter.
Tak lama mereka datang dokter yang menangani alice dan mamahnya tersebut keluar dan memberitahu kepada anaiya dan suaminya bahwa kakak ipar nya tidak selamat dan yang selamat hanya Alice tangis anaiya pecah seketika karena hanya mendengar bahwa sang kakak ipar dan alice yang di beri tahu oleh dokter.
__ADS_1
Anaiya menanyakan kepada dokter itu tentang keadaan sang kakak saat ini.
" Dok tadi dokter hanya menjelaskan keadaan dua orang bagaiman dengan kakak saya dok " tanya anaiya kepada dokter tersebut .
" Maaf bu pak realdo sudah meninggal saat menuju kerumah sakit tadi '' jawab dokter tersebut pada anaiya.
Tanpa di sadari kedua anak anaiya telah sampai di rumah sakit itu dan mendengar perkataan dokter tersebut mereka semua menangis mendengar kabar tersebut anaiya dan kedua anak nya mulai menyalakan alice Karena saat ini alice lah yang masih selamat dalam kecelakaan itu.
" Dok apa dokter yakin mungkin dokter salah mengecek kan dok ini gak bener kan paman dan bibi masih hidupkan '' ucap raina pada dokter.
" iya dokter pasti salah cek nih kok massa yang selamat hanya alice " ucap daeren pada sang dokter.
" iya dokter dari pada alice yang hidup lebih baik kakak dan kakak ipar saya dan biarkan alice yang meninggal " teriak anaiya pada sang dokter.
Dokter yang tidak bisa melakukan apapa itupun segera pergi meninggalkan anaiya dan keluarga nya, anaiya yang saat itu hanya bisa pasrah dan dan menangis di pelukan kedua anak nya,karena suami nya sedang mengurus administra untuk membawa pulang kedua zenazah kakak ipar nya tersebut.
Zenazah kedua orang tau alice pun dimakamin kan di pemakaman yang bagus dan besar dan didatangi para pembisnis pembisnis besar, karena orang tua alice adalah perusahaan terbaik ke 4 di italia dan suami dari Anaiya itu juga bekerja di perusahaan milik orang tau angkat alice kakak kandung Anaiya.
Setelah pemakaman itu selesai Anaiya kembali kerumah dan tidak memedulikan alice yang berada dirumah sakit tersebut karena memang dia tidak menyayangi alice hanya suami nya saja yang setiap hari menemui alice di rumah sakit dan melihat perkembangan alice tanpa sepengetahuan dari anaiya.
Semingguan setelah kepergian sang kakak pengacara pilihan kakak nya mendatangi rumah anaya dan membicarakan surat kekuasaan harta selanjutnya anaya, suami dan kedua anak nya mendengarkan pembicaraan pengacara tersebut.
" Saya realdo cardenilielda rieger menyatakan bahwa 70% harta milik saya akan saya berikan kepada anak saya Alice anastasia dan 30% harta saya menjadi milik adik kandung Saya surat warisan ini saya buat atas diri saya sendiri tanpa paksaan dari siapapun " Jelas pengacara yang membacakan surat warisan yang ditinggalkan realdo tersebut.
Anaiya marah dan tak terima dengan hasil yang dia dengar dari surat warisan tersebut, berhari hari mereka menunggu alice sadar dari koma nya untuk memintanya mengatas nama kan surat warisan itu semua atas nama anaiya sendiri.
Karena dirinya tak terima Alice memiliki harta kakak nya tersebut karena menurutnya alice hanyalah benalu bagi keluarga nya dan kakak nya.
__ADS_1