
Alice yang sudah menyelesaikan makanan nya dan sudah selesai melakukan pekerjaan rumah yang di tugaskan bibi nya untuk dirinya segera pergi kamar mandi untuk membersihkan diri dan bersiap untuk tidur.
•
•
•
•
•
Waktu sudah menunjukan pukul 2 malam. Di sisi lain.........
Dorrr
Dorrr
Dorrr
Suara tembakan yang sedang sahut sahutan itu terdengar sangat jelas di daerah itu. Dua kubu yang berbeda pimpinan itu sedang adu tembak menembak dan satu sama lain tidak ada yang ingin mengalah.
Ya pria yang berada di sana lagi lagi felix lawan Felix saat ini sedang baku hantam dengan salah satu geng mafia kepercayaan felix tapi sayang nya ketua dari geng itu mengkhianati felix dan mencoba menghancurkan felix.
Felix adalah orang yang sangat benci dengan penghiatana, felix yang merasa sedang di permainkan, dimanfaatkan, dan juga merasa dikhianati dia pun sangat murka dan tidak terima dengan hal itu, tanpa harus berfikir terlalu panjang felix dan anak buah nya itu menghabisi mereka semua tanpa tersisa satupun.
" bersiaplah untuk hancur Hariini tuan " ucap felix pada musuhnya
" maaf tuan felix aku tidak akan pernah membiarkan itu terjadi justru kaulah yang akan hancur " jawab musuh dari felix tersebut
Perkelahian itupun menjadi semakin sengit
Bugh.....
__ADS_1
Bugh.....
Bugh.....
Karena tonjokan felix itu tepat pada uluh hati musuh nya itu membuat musuh nya itu memuncrat kan darah segar dari mulut nya dan membuat musuh nya itu terkapar tak berdaya melihat musuh nya itu sudah tidak berdaya, Felix mendekati musuhnya itu.
'' kan aku sudah pernah bilang kepada mu bahwa aku tidak suka dikhianati apa jika di permainkan jadi jangan pernah bermain main denganku " tegas felix pad musuh nya itu dan dengan memberikan tatapan jahat nya
Tak hanya sampai di situ felix berdiri dan mengarahkan pistol nya pada musuhnya.
Dorrr....
Dorrr....
Dorrr....
Tiga luka tembak terlihat di tubuh musuh nya itu luka tembak itu tepat berada di kepala, dada kana dan kiri musuh felix itu dan musuh yang ada dihadapan felix itu seketika sudah tidak bernafas.
" permisi tuan muda semua anak buah dari musuh kita sudah tidak tersisa tuan muda mereka sudah tewas semua " lapor salah satu anak buah nya pada felix
Setelah dia merasa semua nya sudah selesai dia melangkah kan kaki jenang nya itu dan pergi meninggalkan akan buah nya dan tak lupa semua anak buah nya yang berada di sana menundukkan badan nya untuk memberi hormat kepada felix.
Tempat yang indah dan megah tempat dimana musuh yang di bunuh felix itu tinggal sudah menjadi lautan darah dan menjadi bau sangat anyir dan setelah anak buah felix mengambil senjata mereka rumah yang indah dan megah ini sudah dipenuhi kobaran apa yang sangat besar.
Tak jauh dari tempat itu felix memasuki mobilnya dan melajukan mobil nya untuk menuju mansion tepat dimana keluarga nya tinggal, sesampai nya di mansion felix segera menginjakan kaki nya pada mansion yang megah felix segera menuju kamar nya dan memberikan diri lalu membantingkan badan ya di tempat tidur king size itu dan iya tertidur lelap.
****
Tepat pukul 5 pagi alice sudah berada di dapur memasak sarapan untuk keluarga bibi nya itu, setelah selesai memasak alice mencuci pakaian milik nya karena tadi malam dia hanya mencuci pakaian milik bibinya itu karena merasa lelah dia memilih untuk mencuci pakaian nya nanti.
Setelah selesai menyci dan menjemur pakaian nya itu alice kembali kedapur dan segera menyiapkan meja makan dan menghidangkan makanan yang dia masak tadi lalu alice kembali ke kamarnya untuk merapih kan kamar nya.
Saat sedang merapihkan kamar nya itu alice menemukan sebah kotak alice bingung dengan kotak itu lalu dia membuka kotak itu dan isinya adalah beberapa gepokan uang dan emas alice kaget dengan hal itu.
__ADS_1
Saat iya sedang melihat benda itu bibi nya datang dengan marah lalu membentak alice dengan rasa amarahnya.
'' Alice dimana barang ku yang kau curi " bentak bibi nya
'' barang apa bibi? '' tanya alice heran karena dia tidak pernah mengambil barang milik bibinya
'' barang apa yang kau tanya pada ku jelas barang yang kau pegang di tangan mu itu " bentak anaiya kembali kepada alice sambil menunjuk ke kotak yang alice pegang saat ini
" bibi aku tidak mengambil barang ini aku menemukannya di dekat lemari ku ini saat aku sedang membereskan kamar '' jelas alice
'' jadi maksudmu kotak emas ku ini bisa berjalan hah, apa kau gila " marah anaiya
" cepat bereskan semua barang mu dan pergi dari rumahku aku sudah muak melihat muka mu dasar benalu'' bentak anaiya sambil menunjuk kearah pintu keluar
Alice yang tidak bisa melakukan apa apa itu pun segera pergi meujukamar nya untuk membereskan pakaian nya dan keluar dari rumah itu.
" bibi, paman alice pamit ya makasih udah rawat alice '' pamit alice pada sang bibi
'' sudah lah cepat pergi aku sudah muak melihat mu cepat pergi '' ucap bibi
Setelah alice keluar dari rumah itu bibi dan kedua sepupunya itu saling bertatap tatapan dan tertawa, jelas mereka sangat bahagia karena ini semua adalah rencana mereka.
Saat malam hari bibi dan kedua sepupunya itu masuk ke kamar alice dan menaruh benda itu di kamar alice, karena anaiya telah mendapatkan semua yang dia mau yaitu harta kakak nya dengan cepat dia mengusir alice karna merasa sudah tidak membutuh kan nya lagi.
Dengan bingung alice mencari tempat tinggal dengan uang yang di berikan pamannya pada diri nya waktu itu, sesudah alice menemukan tempat yang cocok untuk nya dia segera membereskan ruangan itu.
'' nak ini kunci kamar nya ya kamar nya ada di atas kalau butuh sesuatu bisa turun kebawah sini saja ini rumah ibu '' ucap ibu pemilik rumah yang di sewa alice itu.
'' iya bu nanti kalau ada apa apa alice minta bantuan ibu '' ucap alice
'' yasudah ibu masuk dulu ya kamu cepat lah istirahat pasti kamu lelah '' ucap pemilik rumah itu
'' iya buu '' jawab alice lagi
__ADS_1
Alice yang merasa nyaman dengan tempat tinggalnya saat ini karena pemilik tempat itu sangat baik dan lingkungan yang sangat bersih dan nyaman juga tempat itu tak jauh dari pusat kota.
Alice yang merasa lelah setelah membereskan tempat tinggalnya sekarang alice segera membersihkan diri dan tidur