
Alice memang sama sekali tidak menginginkan kan harta itu alice sama sekali tidak berfikir bahwa papah nya akan menyebutkan namanya dalam surat wasiatbitu karena alice tau bahwa dia hanyalah anak angkat.
Jika harta itu bisa ditukar dengan nyawa kedua orang tuanya mungkin alice akan menukar nya karena memang alice mencintai mereka dengan tulus.
Sesampainya dirumah Anaiya memanggil alice dengan meneriaki nya alice yang mendengar teriakan bibinya itu dia berlari dan megikuti bibinya masuk kedalam mobil milik bibinya itu dan anaiya mulai melajukan mobilnya.
'' Alice aku akan membawamu menemui pengacara yang memegang surat wasiat kakak ku " jelas anaiya
" mengapa bibi membawa aku menemui pengacara itu memang ada apa " tanya alice
Anaiya menceritakan semua isi warisan itu pada alice, alice yang mendengar itupun kaget dengan isi warisan yang di tinggalkan papah nya itu.
" aku tidak terima jika kau mendapatkan warisan harta kakak ku karena kau hanya lah anak angkat yang tidak pantas mendapatkan itu semau " tegas bibinya
" tapi bibi alice sama sekali tidak pernah meminta papah melakukan itu dan alice tidak tau tentang itu " jawab alice
" tidak mungkin kamu tidak tau kamu pasti tau tentang itu kamu pikir aku bodoh hah " jelas bibinya
" alice benar benar tidak tau bibi jika saja harta itu bisa di gantikan dengan nyawa papah dan mamah alice akan menggantinya Karena alice mencintai mereka " jawab alice
" sudah lah yang jelas sat sampai di sana kau bilang pada pengacara itu bahwa kau tidak menginginkan harta itu dan ingin menggantikan 70% harta mu menjadi atas namaku apa kau mengerti " jelas sang bibi
Alice hanya bisa diam dan menganguk menanggapi perkataan bibinya itu, benar saja sesmpaia nya di sana alice mengatakan kepda pengacara itu seperti yang bibi ya suruh saat di perjalanan tadi.
" halo nona alice apa kabar mu baik " sapa pengacara pada alice
" halo pak saya baik baik saja " jawab alice
__ADS_1
" oh ya nona alice ada apa ya mengajak saya bertemu " tanya pengacara pada alice
Alice mengatakan apa yang bibinya katakan di jalan tadi, Bibinya yang mendengar itupun tersenyum licik karena rencana yang dia inginkan berjalan lancar.
" begini pak alice mengetahui dari bibi bahwa Alice mendapatkan 70% harta kekayaan papah alice ya pak " tanya alice untuk memastikan
'' iya benar '' jawab singkat pengacara tersebut
'' alice tidak menginginkan itu karena alice hanya lah anak angkat pak jadi alice mau semua harta yang di berikan papah kepada alice semuanya diatas nama kan bibi adik kandung papah yang berhak mendapatkan itu " ucap alice pada pengacara
" tapi bibi alice juga telah mendapatka 30% harta dari papah alice " jelas sang pengacara pada alice
" tapi alice tidak menginginkan ya biar kan warisan itu menjadi nama bibi semua " tegas alice lagi pada pengacara tersebut
Pengacara yang tidak bisa melawan alice itupun hanya bisa diam dang mengikuti apa yang alice ucap kan lalu setelah selesai mereka semuapun pergi meninggalkan tempat itu tak jauh dari cafe tempat alice dan pengacara itu berbicara anaiya menurunkan alice dijalan itu.
'' tapi bibi bagaimana aku pulang Apakah aku boleh minta uang taksi" tanya alice dengan wajah takut
" berani nya kau meminta uang pada ku Ku bilang turu ya turun kan sudah aku bilang kau bisa jalan kaki atau pulang dengan cara mu sendiri " jelas anaiya lagi pada alice
" tapi bibi jika jalan kaki dari sini ke rumah kan sangat jauh " jawab alice pada perkataan bibinya itu
'' aku tidak peduli dengan itu apa kau ingin aku tarik keluar dari mobil ini atau aku tendang HAH " marah bibinya itu
Alice yang takut dengan amarah bibinya itupun segera turun dari mobil sang bibi tak lama alice turun bibinya itu segera melajukan kecepatan mobil nya itu meninggalkan anaiya di pinggir jalan.
Saat alice sedang bingung alice ingat paman nya tadi pagi memberinya atm yang berisi uang untuk nya dan alamat makam kedua orang tuanya alice segera mencari taksi untuk menuju ketempat itu dan menceritakan keluh kesahnya pada kedua orang tua yang dia dayangi itu.
__ADS_1
Selama di perjalanan alice hanya bisa menangis dan masih tak percaya bahwa kedua orang tau angkat nya yang sangat menyayangi dirinya itu telah meninggalkan dia sesampainya di makam ke dua orang tau nya itu alice menangis sejadi jadinya.
'' Hiks....hiks.... Mama papah kenapa tega ninggalin alice sendiri di sini''
'' Kenapa bibi, raina, dearen jahat sama alice sih pah ? Apa salah alice mah ? "
" apa benar alice ada lah benalu untuk mamah dan papah, apa benar alice penyebab kematian mamah dan papah " Lirih alice pada kedua orang tua nya yang telah tiada
Alice cukup lama berada di sana menangis kepada kedua orang tau nya setelah merasa tenang alice segara buru buru kembali kerumah nya untuk memasakkan makanan untuk bibi dan kedua sepupunya itu.
Alice menaiki taksi untuk sampai kerumah nya dan dia turun sedikit jauh dari rumah nya agar bibi dan kedua sepupunya tidak melihatnya kalau dia kembali menaiki taksi Karena alice turun terlalu jauh dari rumahnya alhasih alice sampai di rumah seperti selesai olahraga.
Anaiya yang melihat badan alice bercucuran keringat mengira alice kembali dari tempat yang dia turunkan hingga rumah, alice jalan kaki alice tidak memikirkan bibi dan kedua sepupu nya alice segera membersihkan tubih nya dan memasak makan malam.
Setelah makanan yang alice buat itu sudah siap dia segera menghidangkan nya di meja makan tepat dimana bibi nya sudah duduk dengan kedua anak dan suami nya itu.
" Kau tidak meracuninya kan? " tanya bibinya dengan wajah mengintimidasi pada alice
'' tidak bibi mana berani alice berbuat seperti itu apa lagi sampai meracuni bibi" jawab alice
" mengapa tidak mungkin itu mungkin saja kau saja berani membuat paman dan bibi kesayangan kami meninggalkan kami " celetus dearen dan raina
Alice hanya bisa diam dan pasrah mendengar perkataan itu dan dia hanya bisa menahan air mata nya. Saat itu semua makan makana itu dengan sangat lahap dan nikmat tetepi alice hanya bisa berdiri di pojok dinding seperti yang bibi nya katakan.
Setelah mereka semua selesai alice segera membersihkan meja makan tersebut setelah selesai, membereskan meja makan itu dan semua orang sudah pergi paman nya pergi keruang kerja milik ayah alice dulu, lalu bibi nya kembali kemar yang dulu di tempati kedua orang tau alice dan kedua sepupunya pergi bermain dengan teman temen nya.
Setelah menyelesaikan pekerjaan rumah alice segera makan untuk mengisi purut nya dengan makanan sisah makanan yang dia buat tadi.
__ADS_1