Cinta Satu Malam Yang Tak Terlupakan

Cinta Satu Malam Yang Tak Terlupakan
Episode 11


__ADS_3

Saya telah menemukan kesepakatan untuk menghubungi Liang Quirang dan dia akan bermain golf besok pagi lalu dia akan berjanji memberikan ku waktu, buatlah proposal pemasaran dan yakinkan dia di lapangan golf. ah?


Apa? kata sekretaris bosnya dan mengatakan lagi " Percaya diri Viona" lalu Viona mengatakan lagi; Tapi waktu sangat mendesak....aku...


Percayalah ujar bosnya Mr. Liang Quirang meminta anda untuk memberikannya proposal, dia cukup yakin dengan kemampuan.


Tuan Liang Quirang meminta saya untuk pergi menemuinya? ujar Viona ke bosnya, iya. Tapi dia tidak mengenaliku kata Viona lagi ke bosnya. Tuan Quirang tidak bercanda tentang itu dan ini adalah kesempatan emas, " Apakah merebutnya? " Viona hanya bingung mendengar yang di ucapkan atasannya. Bosnya menghasut Viona dengan membohongi dengan apa yang di kerjakan nya.


Besok paginya Viona pergi ke tempat golf yang di suruh bosnya dan dia sudah melihat Tuan Liang Quirang bermain golf  sambil duduk di bangku yang ada di sana, Vernando yang datang tanpa melihat kearah Viona. Anda terlambat lagi kata Quirang ke Vernando, dan Vernando yang mendengar perkataan Quirang pun Tuan Quirang anda bermain golf jauh lebih lebih baik sekarang.


Hanya begitu-begitu kata Quirang ke Vernando, Anda di gunakan untuk mengalahkan saya ujar Vernando lagi ke Quirang sambil berjabat tangan.


Viona yang sedari tadi duduk memperhatikan ke arah mereka yang berbincang dan akhirnya Si panggil oleh asisten Quirang. Nona Viona Tuan Quirang meminta anda untuk datang dan silahkan menemuinya, Vernando yang tidak memperhatikan Viona ada di sana pun langsung berbalik untuk melihat kearah nya.


Dia menerima pengunjung, bukan? Aku... aku... akan datang lagi di lain hari, Viona melangkahkan kakinya untuk pergi, tetapi asisten Quirang langsung memegang lengan tangannya dan mengatakan tidak masalah temui saja, lalu mempersilahkannya kearah Quirang dan Vernando yang hanya menatap Viona, dan melangkahkan kaki nya kearah mereka. Nona Viona maaf membuatmu menunggu ujar Quirang ke Viona, Oohh tidak masalah-masalah,  maaf telah mengganggumu. Sudahlah, Senang bertemu denganmu nona Viona kata Vernando ke Viona dan Viona melihat kearah Vernando,  senang bertemu denganmu balas Viona lagi.


Ngomong-Ngomong Tuan Quirang... proposal kami.... sambil mengambil proposal yang ada di tasnya. Nona Viona bisakah kau bermain golf? ayo bermain dengan kami kata Quirang.  Viona menjawab Aku... aku.. tidak bisa. Vernando langsung memotong perkataan Viona yang mengatakan Tuan Quirang ayo bermain golf dan sambil melihat kearah Viona dan berjalan melewati Quirang, lalu mengambil golf lalu memainkan nya. oke kata Quirang, saya tidak berfikir saya akan kalah dari anda lagi. ayo, sambil mendekatkannya ke arah Vernando.

__ADS_1


Viona yang melihat mereka pergi bermain golf, dia juga pergi dari sana, dan dia mencari tempat duduk untuk istirahat sebentar di area restoran tempat bermain golf sambil menelfon teman baiknya di kantornya dan temannya dan temannya mengangkat dan berbincang- bincang.


Halo, Nona Viona bagaimana kabar mu?


Sudahkah anda menemukan klien?


Jangan menyebutkannya, dia bahkan tidak melihat proposal saya. Sepertinya Tuan Quirang merencanakan sesuatu yang lain, Apa itu?


Mungkin... mungkin aku hanya terlalu banyak berfikir oke. aku akan menutup telfonnya dan sambil menyimpan HP-Nya ke tas dan tasnya dia taruh di meja dan dia beristirahat di tempat duduk nya dan tidur sebentar dan bersandar di sofa restoran.


Valen yang datang ke tempat golf dengan menemui kliennya dan kemudian mengatakan Baik, aku akan menunggu panggilan mu. sampai jumpa, oke. ujar kliennya tersebut, Valen yang masuk ke restoran dan melihat ke arah Viona yang tertidur lalu mendekat dan membangunkan nya. Nona Viona... Nona Viona? Vernando yang mendengar pun dan melihat ke arah mereka dan ada perasaan cemburu melihatnya. Valen yang tersenyum yang membangunkan Viona, karena dia menyukai Viona dan Viona yang bangun dan kaget ada Valen menemuinya dan Valen duduk di hadapan Viona sambil memesan minuman yang hangat.


Pelayan tolong satu gelas air hangat. Viona bertanya ke Valen apa yang kamu lakukan? anda tidak terlihat sangat baik, pelayang yang datang membawa pesanan Valen dan meletakkannya di meja dan Valen yang mengucapkan terimakasih, dan mencampurkan sesuatu ke dalam gelas lalu memberikannya ke Viona. Disini minum air hangat. Anda akan menjadi lebih baik dari dingin kemudian. Vernando yang hanya menguping di balik tempat duduk nya dan mendengar pembicaraan mereka.


Bagaimana kau tahu aku sedang flu?


Anda sangat basah hari itu, dan anda pasti akan masuk angin, Valen yang mengingat pertemuan mereka dan membahas akan hal itu, lalu Viona mengatakan itu bukan urusan mu. Dan kenapa kamu datang ke sini!!??

__ADS_1


Valen yang memberikan minum an air hangat ke Viona, dan mengatakan bahwa anda berutang penjelasan ke pada saya. Penjelasan apa? kata Viona sambil menerima minuman.


Asisten Quirang yang datang menemui  dan memanggil Vernando,  dan Viona dan Valen melihat ke arah Vernando yang duduk. lalu Viona yang kaget dan menaruh kembali tehnya ke atas meja, saat meletakkan tangannya bergetar membuat teh panas tersebut jatuh dan airnya tumpah mengenai tangan-Nya. Vernando hanya bisa melihat dari tempat duduknya, saya akan ke kamar mandi ujar Viona yang sedari tadi menatapnya lalu Viona pun melangkah kan kakinya menuju toilet.


Asisten Quirang yang memanggilnya pun Tuan Vernando Nona Quirang kembali dari luar negeri kemarin Tuan Quirang ingin mengadakan pesta pribadi dan dia mengundang mu. ini undangan untukmu dan satunya untuk ibu mu. Undangan tersebut pun di berikan ke Vernando. Apakah saya perlu mengirim mereka ke rumah anda!??


Apakah anda mempunyai salep melepuh?


salep melepuh??


Asisten Quirang yang tersenyum pun menjawab; ya... ya... aku akan pergi mendapata kan nya, lalu menaruh undangan yang tidak jadi dia berikan ke Vernando dan meletakkannya di meja yang di hadapan Vernando.


Valen yang sedari tadi mendengar perbincangan Vernando dan asisten Quirang pun dia datang mendekat di hadapan Vernando, dan berdiri sambil melipat tangan-Nya.


Lama tidak bertemu, jawaban Vernando pun mengatakan; jawaban orang tidak perlu bertemu satu sama lain seumur hidup.


Valen yang sangat membenci Vernando pun mengatakan; tapi tuhan mempertemukan kita kembali. dan saya pengacara Viona. Mencoba melawanku lagi? ujar Vernando ke Valen, sambil meminum air putih yang di pesannya tadi.

__ADS_1


__ADS_2