
Vera yang mengambil dasinya Vernando yang kena bumbu sate yang di makannya, lihat kamu. kata Vera dan membersihkannya dan membuat kejanggungan pada Viona yang melihat mereka. Vera hanya menatap Viona yang membuat mmukanya meliat kerarah samping.
Nona Viona makanlah dan dia pun memberikan satu tusuk, buat diri anda sendiri di rumah. Ya kata Viona.
Velix kata Viona dan Vera yang bersamaan memberi satu tusuk sate. Saya ingin kaki ayam, di sini kata Viona, makanlah, ayo meruntuhkannya.
Jemputan Vera yang sudah datang untuk menjemputnya di luar restoran dan asistenya yang menelpon. Vera mobilnya ada di pintu sudah waktunya untuk pergi. Baiklah aku datang kata Vera dan menutup telponnya.
Vernando asisten saya di sini untuk menjemput saya, aku harus pergi. Tolong temani Nona Viona untuk pulang kembali, Nona Viona kami bersenang-senang hari ini, semoga kita berkumpul kembali, Terima kasih kata Viona sambil mereka yang bersulang dan minum
Vera yang berdiri dan mendekat kearah pacarnya dan dari samping Vernando dia berkata, aku akan pergi sambil mencium wajahnya. pada saat itu Vernando yang di cium dan melihat kearah Viona yang juga melihat mereka dan membuang muka melihat kearah yang lain, Vera pun pergi.
Setelah mereka selesai makan dan Vernando pulang mengantar Viona dan anaknya ke apartemennya yang di dalam mobil, Velix yang di belakang sambil bermain dan Venando yang menyetir mobilnya kemudian seperti biasa dia akan selalu melihat Velix dari kaca.
Sedangkan Viona yang duduk di sampingnya hanya tersenyum sambil melihat anaknya yang duduk kebelakang. Maaf tentang itu kata Vernando yang membuka pembicaraan mereka, ya kata Viona yang bingung.
Situasi canggung seperti itu tidak akan terjadi lagi lain kali. Viona yang tersenyum padanya. Tidak, akulah yang seharusnya meminta maaf karena aku datang tanpa undangan dan tidak ada yang canggung tentang itu, aku bukan pacarmu.
Papa! bukankah pacarmu Vera? Saya penggemar berat Vera, dia sangat cantik. Ya saya juga suka miss Vera dia cantik dan...
Sepertinya di depan anak-anak kita tidak akan memperumithubungan kita, kata Vernando dan Viona yang hanya menjawab hhmm...
Vernando pun mengenjangkan suara musik yang ia putar supa tidak ada ke janggungan diantara mereka dan tidak membahasnya lagi yang membuat ia nantinya bingung.
Mereka yang sudah sampai dan ingin masuk ke apartemen membuat Velix sakit perut di jalan yang akan sebentar lagi sampe. Mama, perutku sakit.
Medengar keluhan anaknya Viona berjongkok dan memegang perut anaknya, katakan di mana yang sakit. "Di sini kata Velix" yang menunjukkan perutnya yang sakit. Vernando yang mendekati mereka dan menarik tangan Velix. Nak biarkan papa membawamu ke rumah sakit.
"Betulkah?"
kata Viona, mamanya yang melihat Vernando yang ingin membawanya ke rumah sakit dan mengatakan tunggu, Velix katakan padaku bagaimana perutmu sakit?
Aku tidak tahu, pokoknya sakit.
__ADS_1
"Apakah seperti terakhir kali anda mengalami diare?"
"Nyeri kram seperti itu? "
"Ya kata Velix yang sambil menahan sakitnya."
Vernando yang membungkuk dan melihatnya, sedangkan Viona yang melihat Vernando, Dia hanya memiliki sesuatu yang salah, tidak ada yang serius. Mari kita buang sampah dulu.
Nah, cepat lewat sini kata Viona yang sambil memrgang perut anaknya. Velix cepat-cepat berlari. mama cepatlah, tentu tidak masalah.
mereka pun masuk ke kamar mandi dan Velix terus berusaha mengeluarkan sampah dari perutnya. Vernando hanya mengamati mereka, Mama sudah selesai kata Velix dan Viona membersihkan Velix.
"Apakah anda memerlukan bantuan?"
Saya baik-baik saja. Ani bawa dia keluar kata Vernado pada pengasuh Velix dan membawa Velix keluar. Viona yang bertanya apakah sudah baikan pada anaknya.
Saya lebih baik kata Velix. Dan Vernando juga bertanya padanya, apakah kamu baik-baik saja, Velix?
Kata Vernando pada Viona. Velix baru saja makan sesuatu yang salah, mungkin berbequnya kurang matang dan ini bukan masalah besar. Sistem pencernaan Velix tidak terlalu baik, jadi biasanya saya tidak membiarkannya makan terlalu banyak. Untungnya saya membawa obat untuk gangguan pencernaan.
Viona memcuci tangangannya dan mengambil obat yang ia bawa dari tasnya dan memberikan pada Vernando, jika Velix masih merasa tidak enak besok, beri dia dua pil saja. Begitulah.
Vernando yang menerima obat dan berkata "Maaf atas kelalaian saya yang menyebabkan Velix mengalami diare." jangan khawatir, jika tidak ada yang lain, aku akan pergi sekarang.
"Bagaimana dengan ini?"
"Mengapa tidak tinggal di sini malam ini?"
Maksud saya jika Velix merasa sakit lagi malam ini anda bisa merawatnya. Baiklah kata Viona.
Vernnado yang pergi sambil membawa obat ditangannya, dan Viona yang masi bengong hanya melihat Vernando yang pergi.
Viona yang menginap di apartemen Vernando dan dia pergi ke taman dan menikmati pemandangan, sedangkan pengurus Velix yang membawa minuman. Selamat menikmati Nona Viona. Terima kasih
__ADS_1
Vernando yang datang menemui Viona, Tuan Vernando saya telah meninggalkan piyama yang anda minta di ruang tamu kata Nani yang lewat.
Semua merek baru, "Terima kasih, tidak apa-apa." Viona pun duduk di bangku taman.
Vernando yang meninggalkan Viona untuk mengangkat HP-nya.
"Halo?"
Kamu ada dimana? "Di apartemen saya" Di mana Velix?
Dia sedang tidak enak badan hari ini, saya memberinya beberapa pil dan dia sudah tidur di sini.
"Bagaimana anda bisa membiarkannya tidur di tempat lain?"
Ini apartemenku, ini bukan di tempat lain.
Bagaimana pun, saya berharap hal semacam ini akan terjadi sedikit mungkin di masa depan. Aku akan pergi tidur kata ibunya yang memutuskan percakapan mereka.
Vernando yang kalem dan mendekat ke Viona yang duduk dan ia yang berdiri, sambil mengambil minum Vernando mempersilahkan Viona agar dia duduk dan juga memberikan dia minuman.
"Apakah itu ibumu di telepon?"
Viona yang duduk dan menanyakan itu. "Apakah selalu seperti ini dia antara kalian berdua?"
"Kenapa kamu tidak pernah menyebut ayahmu?"
Aku tidak bermaksud mencampuri urusan pribadimu. Maaf.
Sudahlah, kata Vernando yang pergi duduk di tempat duduk gantung yang biasa dia duduki. Ketika saya masih kecil, seperti Velix, saya juga tidak punya ayah. Ibuku memilikiku ketika dia menjalin hubungan dengan ayahku. Kemudian ayah saya jatuh cinta dengan orang lain dan menikah, setelah ibuku di tinggalkan kepribadiannya menjadi paranoid.
Saya yakin anda sudah melihatnya, setelah ibuku melahirkan ku dia tidak pernah menikah lagi. Jadi saya mengambil nama keluarga ibu saya.
Apakah anda takut Velix akan membenci papanya seperti anda? Saya hanya berharap Velix tidak akan seperti saya, menjalani masa kecilnya tanpa seorang ayah. Vernando yang mendekat dan duduk di sebelah Viona dan menanyakan tentang keluarganya, Mari kita bicara tentang keluarga anda.
__ADS_1