Cinta Satu Malam Yang Tak Terlupakan

Cinta Satu Malam Yang Tak Terlupakan
Episode 29


__ADS_3

Apa yang dia katakan harus benar sebaiknya kita mencari cara lain untuk mencari anakmu. Viona dan Vernando yang mendengar penjelasan polisi mereka hanya saling menatap.


Karena mantan karyawan mu itu tidak menculik Velix itu adalah hal yang baik bagi kita, sekarang kita bisa mengatakan Velix tidak di culik, kami juga akan memperluas area dan terus mencari mari kita tetap berhubungan. Terimakasih ujar vernando yang pergi.


Apa yang harus dilakukan? Apa yang harus dilakukan? Mari kita lihat di sekitar rumah anda bakas Vernando.


Vernando yang mengajak Viona lalu mereka pun pergi. Oke


Malamnya Vernando dan viona yang sudah sampai dirumah lalu Viona yang berterima kasi pada vernando yang sudah menemaninya hari ini.


terimakasih untuk hari ini. ya benar inilah yang harus saya lakukan.


Viona yang pergi ke kamarnya dan menutup pintunya dia pun duduk di tepi ranjang tempat tidurnya lalu vernando yang di tinggalkan Viona di ruang tamunya. kemudian berbalik ingin pulang dan saat di dekat pintu dia mendengarkan tangisan Viona dan dia pun berbalik lagi.


Dia pun mendekati pintu kamar Viona dan dia enggan untuk mengetok nya dan dia pun akhirnya memberanikan diri untuk membuka pintu kamar yang tidak di kunci, lalu menghampiri viona yang menangis dan menenangkannya  dengan mengatakan itu akan baik-baik saja.


Velix tidak diculik kita harus tenang sekarang anda tahu dia yang terbaik pikirkan dimana Velix akan berada.


Kami telah melihat ke mana pun kami bisa.


Ketika Velix tidak  bahagia, ke mana lagi dia bisa pergi?


Jika velix tidak senang atau takut, dia akan menyembunyikan dirinya  tapi dia bersembunyi di rumah setiap  saat.

__ADS_1


Bersembunyi di rumah? Vernando  hanya menghela napasnya.


Tiba-tiba Viona melihat kearah Vernando dan teringat akan sesuatu mengenai Velix lalu dia berdiri dan keluar dari rumahnya. Vernando hanya melihat dan memanggil beberapa kali Viona dan mengikuti kemana Viona pergi.


Viona turun dari tangga jatuh tepat dihadapan mainan Velix dan beberapa jejak kaki. Vernando yang melihat Viona jatuh  dan menolongnya. Apa yang kamu lihat kesini?


Ayo. Tunggu sebentar ini adalah model mobil-mobilan Velix ada huruf T di setiap mobil, saya tahu itu. Apakah dia sering membawa mainan ini? Ya, dia sangat menyukainya. jadi dia memasukkannya setiap hari, itu artinya dia sudah kembali, dia harusnya masih ada.


Vernando melihat kearah ruangan rumah yang kosong, sedangkan Viona turun ke luar pekarangan rumah dengan terus turun tangga. Vernando melihat Viona turun dan mengikutinya dari belakang.


Viona terus memangil Velix lalu mereka menaiki tangga keatas gedung yang ada di dekat rumah mereka, Vernando yang membantu Viona di setiap jalan yang menghalanginya. Dan terus mencari dan memanggil anak mereka, setelah hampir semua di kelilingi mereka Viona menangis dan membuat Vernando enggan menenangkannya.


Viona yang tertunduk sambil menangis Vernando yang setengah berjongkok mengelus pundak Viona dan mengajaknya turun dan pulang tetapi entah mengapa dia melihat kearah kirinya yang melihat Velix yang tertidur duduk lalu bersandar di tembok dan di kelilingi tempat minyak yang kosong.


Kenapa kamu datang ke sini sendirian? Velix saya sangat khawatir. Velix.


Mama. mama, Velix yang terus memanggil Viona sambil menangis yang selalu memeluknya.


Velix kamu pasti takut kan?


Biarkan saya melihat-lihat, jangan menangis, ayo.


Vernando mengelus kepala Velix dan mengajaknya untuk turun. Ayo turun dulu.

__ADS_1


Mama aku sangat takut. Hati-hati ujar Vernando yang mengambil Velix dari Viona dan mereka pun pergi untuk pulang. Viona terus mengoceh pada Velix, kamu tidak bisa berlari-lari lain kali, kamu tahu? Mari kita turun aku akan menangkapnya. Bagaimana kamu tertidur, aku sangat khawatir. Mereka pun melewati tangga penghubung ke bawah, Vernando yang sudah turun duluan dan Viona yang dan mengendong Velix. datang dan berikan padaku, tidak aku ingin mama. Ayo Velix, anak baik letakkan tanganmu di sekitarku. Velix pegang leherku.


Velix yang menangis di gendongan Vernando dan meminta da ingin bersama sang mama. Baiklah mari kita turun. Velix jangan takut ujar Viona yang melihat mereka turun, jangan melihat ke bawah lihat mama. Itu akan baik-baik saja, Velix baiklah hati-hati. Velix lihat mama tersenyum, jangan takut, mama akan turun dalam satu menit.


Itu akan bai-baik saja kata Vernando saat sudah sampai di bawah. Velix tunggu dan melihat keatas ke arah Viona.


Velix kamu sangat berani, sang mama pun tersenyum melihat anaknya.


Velix yang di tenangkan sang ayah dan mengelus pundaknya di gendongannya yang menangis, tidak masalah, tidak masalah, anak baik. Vernando pun melihat keatas dan menyuruh Viona untuk turun. Aku...Viona yang ketakutan untuk turun dan Vernando yang sudah menurunkan Velix dari gendongannya.


Lalu melihat keatas, Velix tidak takut, apa yang anda takutkan? Turunlah


tapi disini sangat tinggi dan dia pun melangkahkan kakinya untuk turun dengan hati hati. Velix yang melihat dan mengatakan mama ayolah turun mama, dan diikuti Vernando yang juga mengatakan ayolah, kamu pasti bisa melakukannya.


Viona pun sudah setengah jalan dan mengatakan apa yang haru kulakukan? Hati-hati ujar Vernando yang melihat dan ingin meraih Viona dan menaiki beberapa tangga. mama jangan takut karena Velix yang melihat sang mama ketakutan turun.


Biarkan saya membantu anda, berikan padaku tanganmu, dapatkah kamu melakukannya? Vernando pun memegang kaki Viona, ayo tidak masalah, aku disini. Datanglah, Viona pun mendudukkan pundak Vernando dan mereka pun turun setelah beberapa tangga Vernando melepas Viona agar turun sendiri, Vernando yang selalu mengatakan ayo, tidak masalah saya akan membantu anda.


Viona yang turun dan memegang pundak Vernando dan terdorong ke dadanya dengan bersandar ke tembok, mereka pun saling melihat. Viona yang sadar dan segera melepaskan tangannya menjauh dan di bilang saya minta maaf.


Kamu tidak apa-apa? saya minta maaf, Viona pun mendekati Velix dan menggendongnya pulang yang di ikuti Vernando dari belakang. Sesudah sampai dirumah Vernando yang duduk di sofa yang memangku sang anak di pahanya dengan mengelus kepala Velix dan Viona yang berdiri dekat meja makan membawa gelas lalu melihat kearah Vernando yang mengelus kepala sang anak.


Membuat hatinya senang, Viona berjalan membawa beberapa piring dan mangkuk ke wastafel dan mendatangi Vernando Umm...Viona yang mau mengatakan sesuatu dihalangi Vernando dengan ssttttsss...lalu dia bangkit berdiri pelan-pelan dan menggendong Velix ke tempat tidurnya.

__ADS_1


__ADS_2