
Di balik pohon besar itu, seorang gadis cantik sedang menahan gejolak amarahnya melihat pemandangan di depannya sepasang anak manusia yang terlihat terlihat sedang bahagia menikmati kebersamaan mereka...
"Sialan, gadis kecil itu benar-benar telah merebut milik ku"
" Tunggu saja kau gadis kecil, aku tidak akan membiarkan kau mengambil nya dari ku"Suara seseorang di balik pohon
Dengan tatapan bak seekor singa yang ingin memaksa hewan kecil yang ada di hadapan nya..
Wanita dewasa itu yang begitu terlihat seksi penampilan nya pun beranjak melangkah pergi dari tempat itu...
"Kak Kim, ayo kita pulang"Ajak Sesha
" Baiklah, ayo"Jawab Kim
Sesha kembali di gendong oleh Kim menuju ke tempat di mana mobil mereka di parkir kan..
Setelah menempuh perjalanan 30 menit dari danau tersebut hingga sampai di Mansion Abraham Kim pun menoleh melihat sang gadis cantik itu sudah tertidur rupanya..
"Dasar putri tidur"Guman Kim
Sesha kembali dalam gendongan Kim di bawa masuk ke dalam kamar nya yang becorak unik tersebut..
Dengan perlahan & begitu lembut nya Kim meletak kan tubuh Sesha di kasur empuk kamar nya..
Setelah itu pria tampan itu pun menatap wajah sendu sang putri tidur itu dengan tersenyum manis..
Sampai gerakan tangan kekarnya pun mengusap pucuk kepala sang gadis cantik yang sudah di alam mimpi nya..
"Selamat istirahat tuan putri"Ucap Kim
Kim telah meninggal kan kediaman mewah milik keluarga Abraham,..
...****************...
_Mansion Alexander
" Momy ada apa menyuruh ku pulang? "Tanya Frans
"Apa maksud mu putra ku? "
"Apa salahnya sang ibu menyuruh anak nya pulang? "Jawab sang mommy Selidya
"Bukan begitu maksud ku mom"Ucap Frans
" Lalu apa maksud kata-kata mu itu Putra ku? "Selidya
"Mom, kau tau sendiri bukan, putra mu ini begitu banyak tugas yang harus dia kerjakan"Ucap Frans menjelaskan..
__ADS_1
" Putra ku, kau itu CEO hebat"..
"Kau tak perlu begitu memaksa untuk berkerja keras" Pujian Selidya
" Hmmmmmm, terserah pendapat momy saja lah"Jawab Frans
Frans pun mengalah ia tidak mau berdebat begitu panjang dengan sang ibunya..
Yang menurut nya momy nya pun tak akan mengerti dunia pekerjaan seorang pengusaha bahkan seorang CEO terhebat pun harus terus berusaha mempertahankan posisi tertinggi mereka yang sudah di capainya..
"Frans putra ku, kapan kau akan mengenalkan calon istri mu pada momy & dedy mu nak? "Tanya Selidya
Pertanyaan sang ibu menghentikan aktivitas nya saat ini yang sedang mengunyah santapan makan malam mereka bersama...
"Istri ku, lihatlah putra mu sedang menikmati makan malamnya"..
" Apakah begini cara mu menyambut putra mu yang baru ada waktu untuk makan malam bersama kita? "Tegur Alexander
"Maafkan aku suami ku"...
" Bukan begitu maksud ku"Ucap Selidya
"Jangan pada ku, tapi pada putra yang harus kau minta maaf"Ucap Alexander
Dengan nada tinggi yang begitu tegasnya,
" Sudah lah, dedy momy tak perlu ribut"...
"Aku tidak keberatan kok dengan pertanyaan mu momy"...
" Hanya saja aku lagi sangat menikmati makan malam ini yang sudah lama tidak aku nikmati "Titah Frans..
Akhirnya Frans pun harus angkat bicara nya saat melihat sang ayah sudah mulai sedikit emosi sehingga memarahi sang momy..
" Maafkan momy nak, tidak seharusnya momy bertanya begitu"...
"Apalagi di saat kau sedang menikmati makan mu"Kata Selidya
" Tidak apa-apa mom"Jawab Frans
Dengan wajah sendunya sang momy pun meminta maaf pada putranya..
Ia sadar telah merusak moment makan malam mereka..
Padahal moment ini sudah lama tidak pernah mereka rasakan lagi..
Karena, sang putra terlalu sibuk dengan pekerjaan nya dia..
__ADS_1
"Sudahlah, nikmati makanan mu nak"..
" Jangan hiraukan pertanyaan dari mommy mu itu"Titah Alexander
"Hmmmmmm, baik dad"Frans
Setelah selesai menikmati makan malam bersama mereka..
Frans pun harus berpamitan pada sang mommy & dady nya...
Ia harus kembali berangkat ke negara D untuk urusan mendadak nya...
" Hati-hati nak"Suara Selidya
"Jaga dirimu baik-baik putra ku"Ucap Alexander
" Baik mom, dad"Frans
...****************...
"Bibi Lusy, di mana adik ku? "Tanya Karel
"Nona muda sedang beristirahat tidur di kamarnya tuan muda"Bibi Lusy
" Ooh baiklah, terimakasih bibi Lusy "Karel
Setelah melakukan panggilan telepon nya pria itu segera kembali melanjutkan pekerjaan nya..
Tokkk kkkk
Tokkkkkk tokkkk...
" Masuk"Karel
"Bos ada jadwal meeting dengan tuan Jeastin"Bian
"Baiklah, kau atur saja Bian" Karel
"Baik, laksanakan bos" Bian
Sambil tersenyum sang asisten pribadi nya pun keluar dari ruangan itu..
Asisten pribadi nya itu yang tak lain adalah sahabat nya sendiri..
Dari kuliahan hingga sekarang mereka terus bersama..
Bian sosok pria tampan & humoris tapi humoris nya hanya berlaku bagi orang-orang terdekat nya saja termasuk sang bosnya sendiri yaitu Karel Steven Abraham sekaligus sahabat terbaik nya...
__ADS_1