
Di sebuah kamar mewah, terdapat dua orang yang masih bergelung di bawah selimut, jam menunjukan pukul 04:35 dini hari, clara terbangun dengan keadaan tubuh yang masih polos tanpa sehelai benang pun, dan ia merasa begitu sakit semua badan nya terasa remuk, ia masih belum sadar dengan apa yg menimpa dirinya, setelah bberapa menit ia mengumpulkan kesadaran nya akhirnya ia pun tersadar, ia sadar bahwa saat ini masih di hotel, dan ia melihat ke arah tubuhnya yg polos tanpa sehelai benang pun yg menempel di tubuhnya, seketika itu, clara tersadar sepenuhnya, bahwa yg semalam ia alami bukan mimpi, tapi sebuah kenyataan yg menimpa dirinya, ia pun menggeleng geleng kan kepala nya tanda ia tidak mungkin melakukan itu, namun apalah daya nyata nya kejadian naas menimpa dirinya, ia pun melirik ke arah samping nya, seorang pria yang masih tertidur pules, "tuan axell": gumam clara membulatkan matanya seketika melihat orang yg tertidur di samping nya. "gak mungkin" clara seakan gk percaya bahwa ia tlah melakukan itu bersama atasan nya. Ia pun segera turun untuk membersihkan tubuhnya ia harus segera pergi sebelum atasan nya terbangun, ia pun berjalan dengan tertatih karna ia merasakan sakit di bagian **** ********** nya, ia pun dengan hati² berjalan ke kamar mandi sambil memungut pakaian yg semalam ia pakai di acara pesta, beberapa menit di kamar mandi ia pun segera keluar, ia melihat sebentar ke arah laki laki yang menghabiskan satu malam dengan nya, tanpa terasa ia menitikan air mata, ntah apa yg ia pikirkan, namun seakan sesak bergemuruh di dalam hatinya,
"Ntah knpa aku tidak merasakan menyesal tlah melakukan one night bersamamu, tapi ntah knpa juga bahwa ini seperti pertemuan terakhir kita, semua ini memang bukan salah tuan axell, karna dari semalam tuan axell sudah menyuruh ku pergi namun aku tetap keras kepala untuk membantunya, dan akhirnya seperti ini jadinya" clara bergumam sambil menghapus air matanya yang begitu saja jatuh tanpa ia sadari,
ia menangis bukan karna ia menyesal tlah melakukan one night, namun ia menangisi takdir ia, knpa harus terjadi seperti ini, ia pun tidak bisa menyalah kan takdir, karna sebagai manusia ia hanya bisa berencana tanpa tau apa yang tuhan takdirkan untuknya,
ia takut dengan kejadian ini akan membuat nya hamil, dan jika itu terjadi pasti ayah dan ibu akan sangat kecewa terhadapnya, mungkin setelah ini ia akan pergi untuk sementara mengasingkan diri dari orang terdekatnya, terutama orang tua dan sahabatnya, ia blum siap jika harus bercerita terus terang untuk sekarang dengan apa yang ia alami saat ini,
"Sebaiknya aku segera pergi dari sini sebelum tuan axell terbangun, maaf kan aku tuan aku harus segera pergi dari sini, dan mungkin ini pertemuan terakhir kita, sampi jumpa lagi di lain hari, semoga anda hidup dengan bahagia": ujar clara pelan sambil melihat ke arah atasn nya yang masih tertidur lelap, ia pun segera pergi keluar dari hotel itu, ia segera pulang kerumah orang tuanya karna ia tau pasti ayah dan ibunya mencarinya dari semalam karna ia tak mengabari, ia pun segera maiki taksi yg sempet ia pesan,
di dalam taksi ia masih termenung, memikirkan langkah apa yg harus ia ambil setelah apa yg terjadi padanya,
"Aku harus apa, harus bagai mana, bagai mana jika suatu hari aku hamil, apa yang harus aku katakan pada ayah dan ibu, aku blum sanggup jika harus melihat wajah teduh mereka berganti dengan kekecewaan terhadap ku,": gumam clara di dalam hati, ia terus saja memikirkan apa yg harus ia sampaikan pada keluarga nya nanti,
__ADS_1
beberapa menit kemudian taxsi yang ia tumpangi tiba lah didepan rumah sederhana itu masih nampak sepi, karna waktu masih menunjukan pukil 5 pagi,
ia pun segera masuk kedalam rumah,
"asalamualaikum": ucap clara sembari melangkah masuk ke rumahnya,
sang ibu yang berada di dapur pun mendengar seperti suara putrinya, ia pun langsung menghampiri putrinya tersebut,
"Kau sudah pulang nak, knpa pagi sekali, biasanya kan kalo nginep di rumah lily juga gk sepagi ini pulang nya": ujar ibu melihat anak nya yg sepagi ini pulang, karna biasa juga kalo nginep tidak seperti ini,
lily, beo clara, ibu yang mendengar itu pun mengerutkan kepalanya, "Ia semalem kamu ngineo di rumah lily kan makanya gk pulang ke sini": uajr ibu clara, disini clara paham bahwa ibu nya sedari semalam menghawatirkan dirinya yang tak kunjung pulang, bahkan sang ibu menanyai ia ke temen nya, dan calara tau disini temn nya berbohong,
"Mmm. Iy-ya bu semalem clara nginep di rumah lily, dan knpa clara pulang sepagi ini karna clara blum menyiapkan keperluan buat berangkat ke kantor nanti,": sahut clara dengan terbata, ^maaf kan clara bu yg sudah berbohong^ clara dalam hatinya berkata, ia meminta maaf pada sang ibu, karna ia tlah berbohong,
__ADS_1
"ya sudah gih ke kamar istirahat sebentar lagi aja, masih lama juga kan berangkat ke kantornya, sepertinya kau terlalu lelah nak dari habis pesta semalam": ujar ibu pada clara, karna ia melihat raut wajah clara seperti nya sangat kelelahan,
"ahh iya bu, clara ke kemar dulu ya bu, nanti sehabis beres2 di kamar clara bantu ibu di dapur": ujar clara, ya seperti biasa ia akan membantu sang ibu di dapur,
"gk usah istirahat aja dulu, ibu gk pp, nanti kalo ibu perlu bantuan baru ibu panggil kamu nak": sahut ibu dengan nada lembut nya pada clara
"Baiklah kalo begitu, clara masuk kamar dulu ya bu": clara sambil berjalan masuk ke arah kamarnya
ibu yang melihat clara sudah tak terlihat lagi, ia pun kembali ke dapur melanjutkan apa yg tadi ia kerjakan, namun sepertinya ibu ini memikirkan sesuatu, setelah tadi melihat clara, ibu berpikir seperti ada sesuatu yang clara sembunyikan, namun ibu pun menepis semua pemikiran nya itu,
Didalam kamar clara kembali termenung, disini ia sedikit berterima kasih pada sahabat nya karna telah membantu menjelaskan pada ibunya, meski dengan cara berbohong, namun clara tetap berterima kasih akan hal itu, jika tidak, ia tidak tau apa jdinya, dan apa yg di pertanyakan oleh ibunya, karna jujur ia blum siap untuk terbuka dengan masalah yang sedang menimpanya ini, sekali lagi ia menangis tersedu memikirkan nasib nya kedepan nya akan seperti apa.
*HAPPY READING*
__ADS_1