Cinta Terlarang Di Dunia Mimpi

Cinta Terlarang Di Dunia Mimpi
Pertemuan Pertama dengan Pangeran Mimpi


__ADS_3

Rania menatap lukisan yang baru saja dia selesaikan dengan perasaan puas. Lukisan itu menggambarkan seorang wanita cantik yang sedang berlari di sebuah padang bunga yang luas dan indah. Wajah wanita itu tampak bahagia dan bebas, seolah-olah dia tidak memiliki masalah apapun di dunia.


Rania merasa lukisan itu adalah cerminan dari dirinya sendiri. Dia adalah seorang wanita muda yang memiliki bakat luar biasa dalam bidang seni lukis. Dia bercita-cita menjadi seorang pelukis terkenal dan menginspirasi banyak orang dengan karyanya. Namun, dia juga memiliki masalah besar dalam hidupnya: dia menikah dengan seorang pria yang tidak mencintainya.


Suaminya, Raka, adalah seorang pengusaha sukses yang kaya raya, tampan, dan pintar. Namun, dia juga seorang playboy yang sering berselingkuh dengan wanita-wanita cantik. Dia tidak pernah memberikan perhatian dan kasih sayang kepada Rania, bahkan sering memperlakukannya dengan kasar dan dingin.


Rania merasa kesepian dan tidak bahagia dalam pernikahannya. Dia hanya bisa menumpahkan perasaannya dalam lukisan-lukisannya yang indah dan ekspresif. Dia tidak punya teman atau keluarga yang bisa dia andalkan. Dia hidup dalam sebuah rumah mewah yang sepi dan sunyi.


Suatu hari, dia memutuskan untuk pergi ke toko buku langganan nya untuk mencari inspirasi baru. Toko buku itu adalah tempat favorit nya sejak kecil. Dia suka membaca berbagai macam buku, terutama novel-novel romantis dan fantasi. Dia berharap bisa menemukan cinta sejati seperti dalam novel-novel itu.

__ADS_1


Di toko buku itu, dia melihat sebuah buku tua yang tergeletak di rak paling bawah. Buku itu berjudul “Dunia Mimpi: Petualangan Fantastis di Alam Bawah Sadar”. Sampul buku itu tampak usang dan berdebu, tetapi ada sesuatu yang menarik perhatian Rania. Ada sebuah gambar mata yang berwarna biru tua di tengah sampul buku itu. Mata itu tampak hidup dan menatap Rania dengan intens.


Rania penasaran dengan isi buku itu dan mengambilnya dari rak. Dia membuka halaman pertama buku itu dan membaca kata-kata yang tertulis di sana:


“Selamat datang di Dunia Mimpi, tempat di mana segala sesuatu mungkin terjadi. Di sini, Anda bisa menjelajahi berbagai tempat dan waktu yang tidak mungkin Anda kunjungi di dunia nyata. Anda bisa bertemu dengan tokoh-tokoh sejarah, karakter fiksi, makhluk mitologi, dan lain-lain. Anda juga bisa mengendalikan mimpi Anda sesuai dengan keinginan Anda. Namun, ingatlah bahwa dunia mimpi juga memiliki bahaya dan resiko nya sendiri. Jangan sampai tersesat atau terjebak di sana. Jika Anda ingin kembali ke dunia nyata, cukup katakan ‘bangun’ dengan keras dan jelas. Selamat bersenang-senang!”


Rania merasa tertarik dengan buku itu dan membelinya dari penjaga toko. Dia membawa buku itu pulang ke rumah nya dan mengurung diri di kamar nya. Dia ingin mencoba masuk ke dunia mimpi dan melihat apa yang ada di sana.


Ketika dia membuka mata nya lagi, dia terkejut melihat pemandangan yang berbeda dari kamar nya. Dia berada di sebuah hutan hijau yang lebat dan rimbun. Di depan nya ada sebuah sungai yang mengalir jernih dan tenang. Di atas nya ada langit biru yang cerah dan bersih.

__ADS_1


Rania tidak percaya dengan apa yang dia lihat. Apakah ini benar-benar dunia mimpi? Apakah ini semua hanya khayalan nya? Dia ingin mencari tahu lebih banyak tentang dunia ini dan memulai petualangan nya. Dia berjalan menyusuri sungai dan menikmati keindahan alam di sekitar nya.


Tiba-tiba, dia mendengar suara teriakan yang memecah kesunyian. Suara itu terdengar seperti suara seorang pria yang sedang kesakitan. Rania merasa khawatir dan penasaran. Dia berlari ke arah suara itu dan melihat sebuah pemandangan yang mengejutkan.


Di tepi sungai, ada seorang pria yang terluka parah. Pria itu mengenakan baju zirah yang berlumuran darah. Di samping nya ada sebuah pedang yang patah dan berserakan. Di sekitar nya ada beberapa mayat yang mengenakan baju zirah yang sama dengan pria itu.


Rania mendekati pria itu dengan hati-hati. Dia melihat wajah pria itu dan terpana. Pria itu adalah seorang pria tampan dan misterius yang tidak pernah dia lihat sebelumnya. Pria itu memiliki rambut hitam yang panjang dan ikal. Matanya berwarna biru tua, sama seperti mata di sampul buku itu. Bibirnya merah dan tipis, hidungnya mancung dan rapi, dagunya kuat dan tegas.


Pria itu menatap Rania dengan tatapan lemah dan nanar. Dia berusaha mengangkat tangannya dan menyentuh wajah Rania. Dia membuka mulutnya dan berbicara dengan suara serak:

__ADS_1


“Siapa … kau?”


Rania tidak bisa menjawab. Dia hanya bisa menatap pria itu dengan rasa iba dan heran. Siapa pria ini? Apa yang terjadi padanya? Mengapa dia ada di dunia mimpi ini?


__ADS_2