
Rania dan Rayan tidak bisa mempercayai apa yang baru saja mereka dengar dari Ratu Mimpi. Mereka tidak bisa menerima kenyataan yang pahit ini. Mereka tidak bisa mengerti bagaimana hal ini bisa terjadi.
"Suamiku? Suamiku yang mencuri kekuatan Mahkota Mimpi? Suamiku yang ingin menghancurkan dunia mimpi? Mengapa, Ratu Mimpi? Mengapa dia melakukan ini?" tanya Rania dengan suara histeris.
"Karena dia adalah orang jahat yang tamak dan licik ... karena dia adalah orang jahat yang bekerja sama dengan kerajaan Zalim ... karena dia adalah orang jahat yang ingin menguasai dunia nyata dan dunia mimpi ..." jawab Ratu Mimpi dengan suara dingin.
"Bagaimana dia bisa bekerja sama dengan kerajaan Zalim? Bagaimana dia bisa mencuri kekuatan Mahkota Mimpi? Bagaimana dia bisa mengetahui tentang dunia mimpi?" tanya Rayan dengan suara marah.
"Karena dia adalah seorang ahli teknologi yang cerdas dan canggih ... karena dia adalah seorang ahli teknologi yang berhasil menciptakan sebuah alat yang bisa membaca dan memodifikasi mimpi ... karena dia adalah seorang ahli teknologi yang berhasil menyusup ke dunia mimpi dengan alat itu ..." jawab Ratu Mimpi dengan suara tajam.
"Alat apa itu? Bagaimana bentuknya? Bagaimana cara kerjanya?" tanya Rania dengan suara penasaran.
"Alat itu adalah sebuah gelang elektronik yang bisa dipasang di pergelangan tangan ... alat itu berbentuk seperti jam tangan biasa, tetapi memiliki fungsi yang luar biasa ... alat itu bisa menghubungkan otak penggunanya dengan dunia mimpi, sehingga penggunanya bisa masuk dan keluar dari dunia mimpi sesuka hati ... alat itu juga bisa merekam, menghapus, mengubah, dan memanipulasi mimpi-mimpi yang ada di dunia mimpi, sehingga penggunanya bisa mendapatkan informasi, kekuatan, atau apapun yang mereka inginkan dari dunia mimpi ..." jawab Ratu Mimpi dengan suara jelas.
Rania dan Rayan tercengang mendengar penjelasan Ratu Mimpi. Mereka tidak bisa membayangkan ada alat seperti itu di dunia nyata. Apa itu alat ajaib atau alat setan?
"Alat itu sangat berbahaya dan melanggar hukum alam ... alat itu merusak keseimbangan antara dunia nyata dan dunia mimpi ... alat itu mengancam keberadaan dan kedamaian dunia mimpi ... alat itu harus dihancurkan segera ..." kata Ratu Mimpi dengan suara keras.
"Mengapa suamiku memiliki alat itu? Darimana dia mendapatkannya? Apa tujuannya?" tanya Rania dengan suara bingung.
"Suamimu memiliki alat itu karena dia adalah orang jahat yang tamak dan licik ... dia mendapatkan alat itu dari kerajaan Zalim, yang memberikannya sebagai imbalan atas kerjasama nya ... tujuannya adalah untuk menguasai dunia nyata dan dunia mimpi, dengan menggunakan kekuatan Mahkota Mimpi ..." jawab Ratu Mimpi dengan suara tegas.
"Mengapa kerajaan Zalim memberikan alat itu kepada suamiku? Mengapa mereka tidak menggunakan alat itu sendiri?" tanya Rayan dengan suara curiga.
"Karena kerajaan Zalim tidak bisa menggunakan alat itu sendiri ... karena alat itu membutuhkan orang-orang yang memiliki darah kerajaan untuk mengaktifkannya ... karena alat itu hanya bisa dipakai oleh orang-orang yang pantas memakai Mahkota Mimpi ..." jawab Ratu Mimpi dengan suara logis.
"Lalu, bagaimana mereka tahu bahwa suamiku memiliki darah kerajaan? Bagaimana mereka tahu bahwa suamiku pantas memakai Mahkota Mimpi?" tanya Rania dengan suara heran.
"Karena mereka mengetahui rahasia keluarga mu ... karena mereka mengetahui asal usul mu ... karena mereka mengetahui bahwa kamu adalah putri dari kerajaan Mimpi ..." jawab Ratu Mimpi dengan suara mengejutkan.
Rania dan Rayan terdiam. Mereka tidak bisa mengucapkan apa-apa. Mereka hanya bisa menatap satu sama lain dengan rasa kaget dan takjub.
"Putri dari kerajaan Mimpi? Aku? Apa maksudmu, Ratu Mimpi?" tanya Rania dengan suara gemetar.
"Ya, anakku ... kamu adalah putri dari kerajaan Mimpi ... kamu adalah putri dari Raja Mimpi yang terakhir ... kamu adalah putri dari saudaraku ..." jawab Ratu Mimpi dengan suara lembut.
Rania dan Rayan tercengang mendengar jawaban itu. Mereka tidak bisa percaya bahwa Rania adalah putri dari kerajaan Mimpi. Mereka tidak bisa percaya bahwa Rania adalah keponakan dari Ratu Mimpi.
"Bagaimana ini bisa terjadi? Bagaimana aku bisa menjadi putri dari kerajaan Mimpi? Bagaimana aku bisa menjadi keponakanmu?" tanya Rania dengan suara bingung.
"Karena ini adalah kisah yang panjang dan sedih ... kisah tentang keluarga kita yang hancur dan terpisah ... kisah tentang kerajaan kita yang runtuh dan hilang ..." jawab Ratu Mimpi dengan suara sedih.
Ratu Mimpi kemudian menceritakan kisah itu kepada Rania dan Rayan. Kisah itu adalah sebagai berikut:
"Kerajaan Mimpi adalah kerajaan yang paling tua dan paling mulia di dunia ini ... kerajaan ini didirikan oleh nenek moyang kita yang pertama kali menemukan dan menjelajahi dunia mimpi ... kerajaan ini diperintah oleh raja-raja dan ratu-ratu yang bijak dan mulia, yang menggunakan kekuatan Mahkota Mimpi untuk membawa kedamaian dan kemakmuran bagi rakyat mereka ...
Aku adalah salah satu dari ratu-ratu itu ... aku adalah ratu yang ke-99 dari kerajaan Mimpi ... aku memiliki seorang suami yang mencintaiku dan seorang anak laki-laki yang menyayangiku ... aku hidup bahagia dan sejahtera bersama keluarga ku ...
__ADS_1
Namun, kebahagiaan ku tidak berlangsung lama ... karena ada orang-orang yang iri dan dengki pada ku ... karena ada orang-orang yang ingin merebut tahta ku ... karena ada orang-orang yang ingin menghancurkan kerajaanku ...
Orang-orang itu adalah orang-orang dari kerajaan Zalim ... kerajaan tetangga kami yang selalu bermusuhan dengan kami ... kerajaan yang dipimpin oleh seorang raja yang kejam dan jahat, yang bernama Zalim ...
Zalim adalah seorang raja yang tamak dan licik ... dia selalu menginginkan hal-hal yang tidak menjadi hak nya ... dia selalu menghasut rakyat nya untuk berperang dan menyerang kerajaan-kerajaan lain ... dia selalu mencari cara untuk menguasai seluruh benua ini ...
Salah satu cara nya adalah dengan merebut Mahkota Mimpi dari tangan ku ... dia tahu bahwa Mahkota Mimpi adalah sumber kekuatan dan kejayaan kerajaanku ... dia tahu bahwa Mahkota Mimpi adalah kunci untuk mengendalikan dunia mimpi ...
Namun, dia juga tahu bahwa Mahkota Mimpi hanya bisa dipakai oleh orang-orang yang memiliki darah kerajaan ... orang-orang yang memiliki hati yang bersih dan jiwa yang mulia ... orang-orang seperti aku ...
Oleh karena itu, dia mencari cara untuk mendapatkan darah kerajaanku ... dia mencari cara untuk menikahi salah satu anggota keluargaku ...
Dan dia berhasil menemukan calon istri nya ... calon istri nya adalah adik perempuan ku ... adik perempuan ku yang cantik dan baik hati, yang bernama Rina ...
Rina adalah seorang putri yang manis dan polos ... dia tidak tahu apa-apa tentang dunia luar ... dia hanya tahu tentang dunia mimpi, tempat dia sering bermain dan bermimpi ...
Zalim berhasil memikat hati Rina dengan tipu daya nya ... dia berpura-pura menjadi seorang pangeran tampan dan baik hati, yang berasal dari kerajaan damai dan kaya ... dia memberikan hadiah-hadiah mewah dan janji-janji manis kepada Rina ... dia membujuk Rina untuk menikah dengannya ...
Rina tidak menyadari niat jahat Zalim ... dia percaya pada kata-kata dan perbuatan Zalim ... dia jatuh cinta pada Zalim dan bersedia menikah dengannya ...
Aku tidak setuju dengan pernikahan itu ... aku tahu bahwa Zalim adalah orang jahat yang berbahaya ... aku tahu bahwa Zalim hanya ingin memanfaatkan Rina untuk mendapatkan Mahkota Mimpi ... aku tahu bahwa Zalim akan membawa bencana bagi kerajaanku ...
Aku mencoba untuk mencegah pernikahan itu ... aku mencoba untuk membujuk Rina untuk tidak menikah dengan Zalim ... aku mencoba untuk mengungkapkan kebenaran tentang Zalim kepada Rina ...
Namun, usaha ku sia-sia ... Rina tidak mau mendengarkan aku ... Rina marah dan kecewa padaku ... Rina menganggap aku sebagai kakak yang iri dan dengki padanya ... Rina memutuskan hubungan dengan aku dan pergi bersama Zalim ...
Tidak lama setelah pernikahan itu, Zalim mulai menunjukkan wajah asli nya ... dia mulai berlaku kasar dan kejam kepada Rina ... dia mulai menyiksa dan menghina Rina ... dia mulai mengabaikan dan mengkhianati Rina ...
Zalim juga mulai melancarkan serangan-serangan ke kerajaanku ... dia menggunakan alat nya untuk masuk ke dunia mimpi dan mencuri sebagian kekuatan Mahkota Mimpi dari tangan ku ... dia menggunakan kekuatan itu untuk menghancurkan pertahanan kerajaanku dan membunuh rakyat ku ...
Aku tidak bisa berbuat apa-apa untuk menghentikan nya ... aku tidak bisa melawan nya dengan kekuatan yang tersisa ... aku tidak bisa melindungi rakyat ku dari bencana yang menimpa ...
Aku hanya bisa berdoa kepada Tuhan agar memberikan pertolongan kepada ku ... agar memberikan kesempatan kepada ku untuk membalas dendam kepada Zalim ... agar memberikan keselamatan kepada Rina ...
Dan Tuhan menjawab doa ku ...
Suatu hari, ada seorang wanita yang datang ke kerajaanku ... wanita itu adalah kamu, anakku ...
Kamu datang dengan membawa buku ajaib yang bisa membawa mu ke dunia mimpi ... buku itu adalah warisan dari ayahmu, yang adalah saudara laki-laki ku ...
Ayahmu adalah seorang raja yang bijak dan mulia, yang memerintah kerajaan Mimpi sebelum aku ... ayahmu adalah seorang raja yang dicintai dan dihormati oleh rakyat nya ...
Namun, ayahmu juga meninggal dalam sebuah perang yang mengerikan ... perang itu adalah perang antara kerajaan Mimpi dan kerajaan Api, yang dipimpin oleh seorang raja yang sombong dan angkuh, yang bernama Api ...
Api adalah seorang raja yang suka berperang dan menaklukkan kerajaan-kerajaan lain ... dia juga ingin merebut Mahkota Mimpi dari tangan ayahmu ... dia juga ingin menguasai dunia mimpi ...
Api berhasil menyerang kerajaanku dengan pasukan nya yang besar dan kuat ... dia berhasil menembus istana ku dengan kekerasan nya yang brutal ... dia berhasil mencapai ruang tahta ku dengan nafsu nya yang gila ...
__ADS_1
Aku berusaha untuk melawan Api dengan segala cara ... aku berusaha untuk melindungi Mahkota Mimpi dari tangannya yang jahat ... aku berusaha untuk melindungi rakyat ku dari amukannya yang liar ...
Namun, usaha ku sia-sia ... Api terlalu kuat dan tangguh untuk ku lawan ... Api berhasil mengalahkan ku dalam pertarungan sengit ... Api berhasil merebut Mahkota Mimpi dari kepala ku ...
Aku merasa putus asa dan hancur ... aku merasa telah gagal sebagai seorang raja ... aku merasa telah gagal sebagai seorang ayah ...
Aku hanya bisa berharap bahwa kamu, anakku yang masih bayi, bisa selamat dari bencana ini ... aku hanya bisa berharap bahwa kamu, anakku yang masih bayi, bisa hidup bahagia dan sejahtera di dunia nyata ...
Aku memutuskan untuk mengorbankan nyawa ku untuk menyelamatkan mu ... aku memutuskan untuk menggunakan sisa kekuatan ku untuk mengirim mu ke dunia nyata ...
Aku memanggil salah satu pengawal setia ku, yang bernama Rudi ... aku meminta dia untuk membawa mu keluar dari istana dan menuju ke tempat rahasia ... tempat itu adalah tempat di mana buku ajaib itu disimpan ...
Buku ajaib itu adalah buku yang dibuat oleh nenek moyang kita ... buku itu adalah buku yang bisa membawa orang ke dunia mimpi ... buku itu adalah buku yang bisa membawa orang kembali ke dunia nyata ...
Aku meminta Rudi untuk membuka buku itu dan membacanya kepada mu ... aku meminta Rudi untuk mengucapkan kata 'bangun' dengan keras dan jelas ... aku meminta Rudi untuk mengantarkan mu ke dunia nyata ...
Rudi menuruti perintah ku dengan setia dan berani ... dia berhasil membawa mu keluar dari istana dan menuju ke tempat rahasia ... dia berhasil membuka buku itu dan membacanya kepada mu ... dia berhasil mengucapkan kata 'bangun' dengan keras dan jelas ... dia berhasil mengantarkan mu ke dunia nyata ...
Aku merasa lega dan senang melihat mu pergi dengan selamat ... aku merasa bahagia dan bangga melihat mu tumbuh menjadi seorang wanita yang cantik dan baik hati ...
Namun, aku juga merasa sedih dan rindu padamu ... aku juga merasa khawatir dan takut untuk mu ... aku juga merasa bersalah dan menyesal karena meninggalkan mu ...
Aku ingin bertemu dengan mu lagi ... aku ingin memeluk dan mencium mu lagi ... aku ingin mengatakan bahwa aku mencintai mu lagi ...
Dan Tuhan menjawab doa ku ...
Suatu hari, ada seorang wanita yang datang ke kerajaanku ... wanita itu adalah kamu, anakku ..."
Ratu Mimpi menyelesaikan ceritanya dengan suara haru. Rania dan Rayan menangis mendengar ceritanya. Mereka merasa sedih dan terharu.
"Ratu Mimpi ... ibuku ..." ucap Rania dengan suara tersedu.
"Ratu Mimpi ... bibiku ..." ucap Rayan dengan suara tersedu.
Ratu Mimpi memeluk mereka berdua dengan erat. Dia mengusap air mata mereka dengan lembut. Dia mengucapkan kata-kata sayang kepada mereka.
"Anak-anakku ... jangan menangis ... aku ada di sini untuk kalian ... aku mencintai kalian ..."
Rania dan Rayan merasa tenang dan damai dalam pelukan Ratu Mimpi. Mereka merasa seperti mendapatkan keluarga mereka kembali. Mereka merasa seperti mendapatkan kebahagiaan mereka kembali.
Namun, kebahagiaan mereka tidak berlangsung lama. Sebuah suara yang keras dan kasar terdengar dari luar cahaya putih yang melindungi mereka. Suara itu adalah suara Zalim, raja dari kerajaan Zalim.
"Ha ha ha ha ha! Akhirnya aku menemukan kalian! Akhirnya aku menemukan Mahkota Mimpi! Akhirnya aku akan menjadi penguasa dunia nyata dan dunia mimpi!"
Zalim muncul di depan mereka dengan membawa pasukan nya yang besar dan kuat. Zalim mengenakan baju zirah hitam yang menakutkan. Zalim membawa gelang elektronik yang bisa membaca dan memodifikasi mimpi. Zalim juga membawa sebagian kekuatan Mahkota Mimpi yang berhasil dia curi dari tangan Ratu Mimpi.
Zalim menatap mereka dengan tatapan sombong dan jahat. Zalim mengejek dan menghina mereka. Zalim berniat untuk membunuh mereka.
__ADS_1