Cinta Terlarang Di Dunia Mimpi

Cinta Terlarang Di Dunia Mimpi
Selamatkan Aku dari Dunia Nyata


__ADS_3

Rania dan Rayan berpikir bahwa mereka akan mati di tangan pasukan musuh dari kerajaan Zalim. Mereka tidak punya harapan untuk selamat. Mereka hanya bisa berpelukan dan mengucapkan selamat tinggal.


Namun, sesuatu yang tidak terduga terjadi. Sebuah cahaya putih yang menyilaukan muncul dari langit. Cahaya itu turun ke bumi dan membentuk sebuah lingkaran di sekitar Rania dan Rayan. Cahaya itu melindungi mereka dari serangan pasukan musuh.


Pasukan musuh terkejut dan bingung. Mereka tidak tahu apa yang sedang terjadi. Mereka mencoba menembus cahaya itu dengan senjata-senjata mereka, tetapi sia-sia. Cahaya itu terlalu kuat dan kokoh.


Rania dan Rayan juga terkejut dan bingung. Mereka tidak tahu apa yang sedang terjadi. Mereka melihat cahaya itu dengan takjub dan heran.


“Apakah ini?” tanya Rania.


“Aku tidak tahu … mungkin ini adalah pertolongan dari Tuhan …” jawab Rayan.


Tiba-tiba, sebuah suara yang lembut dan merdu terdengar dari dalam cahaya itu. Suara itu berbicara dengan bahasa yang tidak mereka mengerti, tetapi mereka bisa merasakan makna nya.


“Anak-anakku … jangan takut … aku ada di sini untuk menyelamatkan kalian …”


Rania dan Rayan merasa tenang dan damai mendengar suara itu. Mereka merasa seperti mendengar suara ibu mereka sendiri. Mereka merasa seperti ada yang mencintai dan melindungi mereka.

__ADS_1


“Siapa kau?” tanya Rania.


“Aku adalah Ratu Mimpi … ibu dari semua mimpi … penguasa dari dunia mimpi …” jawab suara itu.


Rania dan Rayan tercengang mendengar jawaban itu. Mereka tidak bisa percaya bahwa mereka sedang berbicara dengan Ratu Mimpi, makhluk yang legendaris dan mitos di dunia ini. Mereka merasa terhormat dan bersyukur.


“Ratu Mimpi … mengapa kau menolong kami?” tanya Rayan.


“Karena kalian adalah anak-anakku yang terpilih … kalian adalah orang-orang yang memiliki hati yang bersih dan jiwa yang mulia … kalian adalah orang-orang yang bisa memahami dan menghargai dunia mimpi … kalian adalah orang-orang yang pantas memakai Mahkota Mimpi …” jawab Ratu Mimpi.


Rania dan Rayan merasa tersanjung mendengar pujian itu. Mereka merasa bangga dan bahagia.


“Tidak usah berterima kasih, anakku … aku hanya melakukan kewajibanku sebagai ibu … aku ingin melihat kalian bahagia dan sejahtera …” balas Ratu Mimpi.


Ratu Mimpi kemudian berkata dengan suara serius:


“Namun, aku juga memiliki permintaan untuk kalian …”

__ADS_1


“Permintaan apa, Ratu Mimpi?” tanya Rayan.


“Aku ingin kalian meninggalkan dunia mimpi ini … aku ingin kalian kembali ke dunia nyata …” jawab Ratu Mimpi.


Rania dan Rayan terkejut mendengar permintaan itu. Mereka tidak mau meninggalkan dunia mimpi ini. Mereka tidak mau kembali ke dunia nyata.


“Meninggalkan dunia mimpi? Kembali ke dunia nyata? Mengapa, Ratu Mimpi?” tanya Rania.


“Karena dunia mimpi ini sudah tidak aman lagi untuk kalian … karena pasukan musuh tidak akan berhenti mengejar kalian … karena Mahkota Mimpi sudah tidak bisa melindungi kalian lagi …” jawab Ratu Mimpi.


“Mengapa Mahkota Mimpi tidak bisa melindungi kami lagi?” tanya Rayan.


“Karena Mahkota Mimpi sudah rusak … karena ada orang jahat yang berhasil mencuri sebagian kekuatan nya … karena ada orang jahat yang ingin menghancurkan dunia mimpi ini …” jawab Ratu Mimpi.


“Siapa orang jahat itu? Siapa yang mencuri kekuatan Mahkota Mimpi?” tanya Rania.


“Orang jahat itu adalah … suamimu …” jawab Ratu Mimpi.

__ADS_1


Rania dan Rayan terdiam. Mereka tidak bisa mengucapkan apa-apa. Mereka hanya bisa menatap satu sama lain dengan rasa takut dan bingung.


__ADS_2