
Di hari yang cerah ini Renata bersama sekertarisnya pergi menemui kliennya.
“Hei,kita ketemu lagi? Apakah ini jodoh ya?”kata David.
“Sedang apa kamu disini?”tanya Renata menyelidik.
“Aku kesini mau memenuhi tuntutan sebagai pria tampan,hahaha.”David tertawa geli.
“Dasar. Pandai sekali membual. Mana gadis malang itu?”kata Renata.
“Beruntung tepatnya.”jawab David manis.
“Oh Tuhan,aku tidak sanggup melihat wajahnya yang begitu.”gumam Renata dalam hati.
“Hei,kenapa wajahmu seperti itu? Aku tahu. Terpesona ya?”tanya David jahil.
“Tidak.”jawab Renata tegas.
“Ok kali ini aku lepaskan ya.”kata David seraya pergi.
“Ren,pihak klien membatalkan janji karna ada urusan mendadak katanya. Jadi kita tinggal mengirimkan kontraknya saja ke kantor mereka.”lapor sekertaris Renata.
“Oklah Jen. Selagi kita disini kita makan dulu ya.”tawar Renata.
“Iya Ren.”jawab Jenny senang.
Dikejauhan samar-samar Renata melihat pria yang menabraknya itu.Renata memfokuskan pengelihatannya. Ternyata Rey oscar itu duduk bersama teman-temannya dengan penuh canda tawa.
Renata semakin terpesona olehnya. Bagaimana tidak. Selain tampan,tinggi semampai,ternyata juga punya senyum yang begitu hangat. Padahal selama ini pria itu terlihat sangat dingin.
Kring kring
Hp Renata berbunyi
“Halo Erika,ada apa mencariku?”
“Ren,liburan ini kita pergi menginap di villa papaku ya? Apa kamu nggak bosan dengan hiruk pikuk perkotaan selama ini dan kerjaan kamu?”Erika merayu.
“Ok,baiklah Erika.thankq”
“Ok Ren,sampai jumpa.”
Renata menutup telpon.
“Jen ayo kita pulang”ajak Renata.
Liburan telah tiba.Renata dan Erika sudah sampai di villa papanya Erika yang pemandangan disekitarnya indah dan sejuk.
“Kamu kok bisa ada disini?”tanya Renata terkejut.
__ADS_1
“Aku disini mau menjaga nona-nona ini.”jawab David tersenyum.
“Papaku yang meminta David ikut Ren.”
“Oh begitu.”
“Kita istirahat dulu ya.”tawar Erika.
David dan Renata mengiyakan dan balik kekamar masing-masing.
Malampun tiba.Saat makan malam.David tidak hadir makan bersama.David tertidur pulas. Saat balik kekamar.Renata salah kamar.Renata melihat David yang tertidur dengan pulasnya.
“Walaupun dalam keadaan tidur begini. Wajahnya tetap tampan. Wajah yang penuh kehangatan dan tanpa dosa.”gumam Renata dalam hati.
Renata putar balik dan menutup pintu. Kembali kekamarnya yang benar.
Pagi yang cerah. Cahaya matahari yang hangat. Udara yang segar dan sejuk. Suara burung berkicauan. Sungguh sangat indah.
Renata dan Erika pergi jogging bersama.Menikmati udara yang segar. Saat lari pagi. Ditaman Renata dan Erika berjumpa dengan Rey oscar.
“Kak Rey,kakak liburan disini juga ya?”tanya Erika.
“Iya Erika. Menenangkan pikiran yang sudah full ini.”jawab Rey ringan.
“Kak Rey,ntar malam datang ke villaku ya. Kita makan malam bersama.”undang Erika.
Makan malam pun tiba.Rey memenuhi undangan makan malam bersama.
“Rey,kau liburan disini juga?”tanya David.
“Iya. Bagaimana usahamu David?”tanya Rey balik.
“Baik Rey. Bagaimana dengan usahamu?”
“Baik juga David.”
“Tapi kenapa kelihatannya kamu sangat banyak pikiran?”
“Ntar setelah selesai makan,kita jalan-jalan keluar sebentar ya?”
“Ok Rey.”
Rey dan David adalah teman semenjak kecil. Hubungan mereka berdua baik.
Rey dan David duduk di taman.
“Sebenarnya ibuku menjodohkan aku dengan Stefani.”
“Aku tahu kau hanya menganggap stefani sebagai adik bukan?”
__ADS_1
“Iya.”jawab Rey datar.
“Aku ingin menikah dengan gadis yang aku cintai.”kata Rey.
“Aku akan mengulur waktu pertunangan selama mungkin.”kata Rey lirih.
“Semoga kamu segera menemukan cintamu ya teman.”kata David sambil menepuk-nepuk pundak Rey.
“Thanks.”
Keesokkan paginya.Renata keluar lebih pagi untuk jogging. Saat dipertengah jalan. Tiba-tiba kakinya keram.Renata lama sekali terdiam disana. Tidak lama kemudian Rey datang.
“Kamu kenapa?”
“Kakiku tiba-tiba keram.”
Rey memapa Renata duduk dibebatuan dipinggir sungai.
“Terima kasih ya.”kata Renata tulus.
“Ok.”
“Oh iya,bukankah kamu dulu gadis yang pernah aku tabrak?”tanya Rey.
“Benar.”
“Bagaimana lukamu?”
“Tidak ada masalah.”
“Lain kali aku akan mentraktirmu makan.”
Renata tersenyum.
“Ayo aku antar kamu pulang.”
“Tapi kakiku masih belum bisa digerakkan.Kamu duluan saja. Aku tunggu kakiku sampai keramnya hilang.”
“Aku gendong saja.Tidak mungkin aku meninggalkanmu dalam keadaan begini.”
Renata mengiyakan.
Sesampainya di villa. Renata istirahat. Pelayan mengabarkan bahwa ntar malam akan diadakan bbq.Rey juga akan turut hadir dalam acara itu.
Malam pun tiba. Semuanya menikmati acaranya dengan senang. Mereka semua bercanda riang.
__ADS_1