Cinta Tersembunyi

Cinta Tersembunyi
Bab IV


__ADS_3

Saat Renata jogging. Tanpa sengaja berjumpa dengan Rey.


“Pagi.”sapa Renata hangat.


“Pagi. Nanti malam kita pergi makan bersama ya. Aku memenuhi janjiku.”


“Ok. Sampai jumpa.”


“Jam 7 aku jemput”teriak Rey.


Renata memberi tanda Ok


Sesampainya dirumah.Renata binggung mau pakai pakaian apa. Riasan yang bagaimana. Akhirnya malam pun tiba.


Tin tin


“Ayo naik.”


“Iya.”


‘Tidak ku sangka gadis ini cantik sekali malam ini,kata Rey dalam hati.


“Kamu cantik malam ini.”


“Thanks.”


Sesampainya di restoran.


“Sudah sampai. Kamu bisa makan disini? Kalau tidak bisa kita cari tempat lain.”


“Ini restoran,makanannya makanan favorit aku. Pilihan kamu tepat.”


Renata dan Rey begitu menikmati makanan mereka berdua. Saat Renata ke toilet. Seorang pria datang menghampiri meja Rey.


“Ternyata benar kamu Rey. Dari jauh aku samar-samar melihatmu.”


“Erson,kapan kamu pulang?mengapa tidak beri kabar? Kita sudah lama tidak berjumpa.”


“Aku baru tadi sore sampai,karna rindu dengan makanan disini,aku singgah kesini dulu.”


“Kak Erson.” Sapa Renata.


Erson langsung memeluk Renata.


“Ehem ehem. Seperti biasa kamu tidak tahu malu ya Erson,di depan umum kamu berlaku seperti itu.”


“I am so sorry. Aku lupa.”sambil duduk kembali.


“Renata,kamu sudah semakin dewasa dan semakin cantik.”


Kakak kapan pulang?mengapa tidak kasih kabar?”


“Yang penting kakak sudah ada didepan matamu Ren. Nanti kakak antar pulang ya?”


“Tidak bisa Son, Renata datang bersamaku dan aku juga yang harus mengantarnya pulang.”

__ADS_1


“It’s ok.”


Sesampainya dirumah.


“Thanks atas malam ini.”


“Sama-sama Ren.”


“Hati-hati ya. Bye bye.”


Kring kring


“No tidak dikenal. Halo.”


“Halo Ren,bagaimana kabarmu? Ini aku David.”


“Oh, baik.”


“Kamu tidak tanya kabar aku Ren?”


“Iya iya,kami apa kabar?”


“Aku baik-baik saja beb.”


“Jangan sembarangan bicara.”


“Besok siang kita makan bersama ya?”


“Tidak mau. Bye.” Renata menutup telpon.


Hari yang cerah. Erson datang ke rumah Renata.


“Ren,mau ikut kakak ke perancis menemui mama?”


“Pekerjaanku masih banyak kak,belum ada waktu kosong. Maaf ya.”


“Tidak apa.”


“Sudah makan siang?”


“Belum”


Kring kring


“Halo,ada apa David?”


“Ayo makan siang bersama?”


“Baiklah.”


“Ok. Aku jemput ya?”


“Tidak perlu,aku datang ketempat langsung.”


“Ok.”

__ADS_1


“Siapa Ren?”


“Teman kak.”


“Sepertinya kakak harus gerak cepat juga nih.”


“Kak Erson apa-apaan sih.”


Sesampainya di restoran.


“David.”


“Erson.”sambil perpelukan.


“Ini teman akrabku Ren. Kamu kenal dia dari mana? Sih pangeran pemikat ini.”


“Dari teman aku Erika kak.”


“Ayo kita makan.”


“Erson. Apa hubungan mu dengan Renata?”


“Dia kakakku.”jawab Renata spontan.


“Pria angkuh ini sejak kapan punya adik perempuan?”


“Kami kenal dari kecil.”


“Oh begitu.”


“Nanti malam kita kumpul dicafe biasa ya. Rey juga ikut.”


“Kamu sudah bertemu dengan Rey?”


“Sudah. Dia tidak berubah sedikit pun. Tetap dingin.”


“Begitulah dia. Hidup yang keras.”


“Erson. Sekarang kamu bisnis apa? Kenapa tiba-tiba pulang?”


“Perhotelan dan restoran. Pulang untuk menemui Renata dan kalian.”


“Bagus. By the way, mana kekasihmu atau calon istrimu?”


“Ada didepanmu.”


David terkejut


“Kakak ini apa-apaan sih.”


“Persaingan jantan ya.” Kata David.


“Dasar pria.”


“Aku sudah kenyang. Aku balik ke kantor dulu ya. Kalian ngobrol-ngobrol aja dulu. Bye.”

__ADS_1



__ADS_2