Cinta Tersembunyi

Cinta Tersembunyi
Bab 3


__ADS_3

Malamnya anak muda. David mendekati Rena. Duduk manis disamping Rena.


“Mengapa kau duduk sangat dekat denganku David?”


“Aku...”


Hening sesaat


“Aku ingin menikmati rasa nyaman ini. Tetap duduk disitu!” David memerintah.


Sementara David hanyut dengan perasaannya. Rena tanpa sengaja melihat bagaimana akrabnya Erika dan Rey. Renata merasa Erika san Rey pasangan yang serasi. Cantik dan tampan. Sama-sama dari keluarga terhormat,bahkan keluarga pun saling kenal. Cinta tidak salah. Walaupun seseorang itu sulit kita raih.


“Kamu melamun kan apa gadis bodoh?”


“Aku tidak mau jawab orang pintar.”


“Aku tahu,pasti kamu memikirkan seberapa beruntungnya kamu bisa duduk begitu dekatnya dengan pria tampan seperti aku”


“David,kamu narsis sekali. Walaupun bemar kamu tampan,tapi aku tidak segila itu tahu.”


“Tidak mengapa gadis bodoh.” David sambil mengacak-acak rambut Renata.


“Mesra sekali David.” Puji Rey


“Mengapa Rey? Apakah ada yang salah?”


“Tidak. Setidaknya jangan terlalu pamer.”


“Dasar bermulut pedas,dari dulu tidak pernah berubah. Bergabunglah duduk disini Rey?” Rey pun mengiyakan dan duduk disamping David.


Rena merasa canggung. Berada diantara kedua pria tampan. Bibir Rena membeku tiba-tiba. David dan Rey sangat akrab. Saat Rey tersenyum. Renata melihatnya. Renata makin terpesona. Pikirannya kacau dan melayang. Tidak lama Rena ketiduran. Dan jatuh di pundaknya David.


“Dasar gadis ceroboh. Bisa-bisa nya tertidur disembarangan tempat.”


“David,kamu peduli sekali dengannya. Jangan-jangan kamu menaruh hati padanya?”


“Mungkin? Dia cantik dan manis. Dia tidak seperti gadis yang lainnya,aku muak dengan gadis-gadis yang menggilai ketampan dan kekayaan. Bagaimana denganmu Rey?”

__ADS_1


“Menarik. Aku penasaran. Bawalah gadis ini masuk. Ini sudah larut malam.”


“Biarlah untuk sebentar lagi. Aku merasa ini belum terlalu larut.”


Wajah gadis ini sangat manis saat terjaga seperti ini,kata Rey dalam hati kagum.


“Bawalah dia masuk David.”


“Baiklah teman. Good night .”


David pun membopong Renata ke kamarnya Renata.


Paginya Renata bangun. Masih terbodoh.


“Bukannya semalam aku ada ditaman. Aku tidur juga masih mengenakan baju semalam? Yasudah lah.”


Renata pun turun kebawah untuk sarapan.


Mereka semua sudah bersiap-siap untuk jogging bersama.


“Baiklah.”


Kring kring


“Halo ada apa? Ok. Baiklah. Jam 2 siang. Dan kamu siapkan.” Renata menutup telponnya.


“Maaf ya Erika. Aku mau bersiap-siap pulang. Ada tugas penting mendadak. Maaf ya.”


Kring kring kring


Handphone Rey berdering


“Ada apa? Ok . Aku lupa. Aku segera kembali.” Rey menutup telponnya.


“Maaf ya Erika dan David. Aku juga ada tugas mendadak. Aku lupa punya janji dengan klienku.”


“Ok tidak masalah Rey.”jawab Erika sambil tersenyum.

__ADS_1


“Renata aku antar kamu ya?” Tawar David lembut.


“Tidak perlu. Kamu temani Erika saja disini.”


“Kalau begitu kita barengan saja.” Rey menawarkan.


“Baiklah terimah kasih.” Ucap Renata.


Di perjalanan pulang ke kota. Suasana sunyi seperti dihutan. Hutan saja kalah. Saling diam.


Sesampainya dikota.


“Aku turun disana saja ya.”


“Aku antar saja kamu sampai rumah. Dimana alamanya segera tunjukkan.”


Renata pun menjelaskan. Setibanya dirumah Renata.


“Terimakasih. Maukah masuk dan minum kopi sebentar. Sebagai ucapan terimakasih.”


“Boleh. Rasa kopinya jangan mengecewakan ya.”


“Aku tinggal sendiri disini. Bersama pengurus rumah.”sambil membuat kopi.


“Rumahku ada didekat ujung sana. Tidak menyangka.”


“Oh. Ngomong-ngomong, terimakasih atas tumpangannya ya.”


“Tidak masalah.”sambil memyeruput kopi.


“Ok sudah selesai. Aku pamit dulu.” Sambil berdiri dan berjalan keluar pintu.




__ADS_1


__ADS_2