Cinta Tidak Terganti

Cinta Tidak Terganti
3


__ADS_3

Mereka sudh kumpul dimarkas the draxs markas mereka berada dibelakang sekolah lumayan dekat hanya perlu melewati semak-semak untuk kesini tak ada yg berani ke markas ini karna dirumorkan gedung horor bahkan tak ada yg tau bahwa ini markas the draxs.


Ruangan bernuansa gelap menyelimuti ruangan ini dengan


Beberapa lukisan abstrak terpampang jelas di setiap sudut tembok , pot besar sebagai penghias.


Siang -siang mereka sudah  mendapatkan tontonan geratis membuat mereka jengah.


"Wehh Bagong ini punya gw!"teriak lyka prustasi.


"Ini gw yg mesen anjg,dasar bebong!!",vano


"Eh enak aja Lo panggil gw bebong! Anjg gw lyka you know?,Iam lyka anjg,lyka berteriak  didepan wajah vano tak terima dikatai bebong.


"Lo juga panggil gw Bagong!terserah gw lah",ucp vano santai.


"Weh anjg! Lo ya siniin Boba nya,lyka berusaha merebut Boba ditangan vano tapi nihil ia pendek sedangkan vano mengangkat Boba nya tinggi-tinggi.


"Udah deh gausah kayak anak kecil Boba doang anjr",ucap vina jengah melihat konser gratis didepannya.


"Gabisa gitu dong seru ini lanjutkan wahai Juliet",Ucp tio dramastis sambil terus memasukan popcorn yg ia beli tadi ia tau pasti akan ada konser gratis lebih baik ia menonton sambil nyantai  sungguh adegan yg sangat Tio sukai.


"Bodoamat cepet Bagong balikin"titah lyka heran.


"Cumn Boba doang anjg",tampaknya Eliza sudh prustasi sekarang.


"Ini gw yg mesen anjr Lo main ambil aja",elak vano.


"Bohong!!"-lyka


"Bener!!"


"Bohong!!"


"Bener!"


"Stop"titah Andre lembut tapi mampu membuat mereka berdua kicep Gatau aja kalo Andre udh ngomong halus huuu ngeri.


"Ehh ininih Dre vano"lyka mendelik kearah vano.


"Kok gw?"


"Emng lu",


"Sekarang tanya sama alira siapa yg mesen Bobanya",final Vina.


"Semua atensi menatap alira yg sedang asik melanjutkan menonton siaran kadal melahirkan.


"Kenapa?"seperti ada yg merhatikan alira mendongak heran melihat teman temannya melihat ia intens.


"Tadi siapa yg mesen Bobanya?"tanya Eliza.


"Kak Lyka sama kak vano"tutur alira seadanya.


"Terus kenapa cumn ada satu?",tanya vano heran.


"Ia kan satu lagi dikulkas",jawab alira polos.


"Lira anjg ngapain Lo taruh dikulkas cobk!!",teriak lyka prustasi bisa bisanya ia menghabiskan tenaganya untuk berdebat dngn vano.


"Kenapa ga bilang dari tadi tolol",kesal vano.


"Kan kak Lyka sukanya minuman dingin jadinya waktu kak Lyka ditoilet lira taruh dulu deh minum nya dikulkas",jawab alira santai lalu kembali fokus ke hp nya.


"Tai! Babi! Anjg "umpat eliza kesal.


Lyka berlari kearah kulkas mengambil se cup Boba disana lalu kembali ke tempat semula.

__ADS_1


"Lo sih!"-vano


"Diem!"-lyka.


20 menit berlalu mereka habiskan untung hal hal tak berguna.


"Eh Lo tau ga adik kelas yg nerd itu??",tanya Tio tiba-tiba.


"Yg mana? banyak kali",jawab vano.


"Itu loh yg kelas 10 MIPA 1",ucap Tio menjelaskan .


"Tau"ucp mereka serempak.


"Anjg paduan suara"umpat lyka.


"Terus?".-andre


"Cielah penasaran ",Goda Eliza yg dijawab dengn tatapan datar oleh Andre.


"Lanjut anjg",ucp lyka.


"Dia meninggal",lanjut Tio.


"APA!!"pekik mereka bersama.


"Santai njing!"gerutu Tio sambil menutup telinganya.


"kok bisa?"tanya vano.


"Gtau bnyk yg bilang bunuh diri",lanjut Tio.


"Kak tio kalo cerita yang bener",alira menaruh handphonenya lalu fokus kepada teman-temannya.


"Kapan?"tanya Vina.


"Hah?gamungkin bunuh diri anjr",ucp lyka.


"Tumben pinter",tutur vano.


"Idih sirik"-lyka .


"Ngapain dia bunuh diri coba",


Gumam Eliza.


"Gatau"-tio.


"Depresi?"tanya Andre


"Gatau anjg gwbilang gw cmn tau itu",kesal Tio.


"Sante ogeb ngegas AE lu",ucap vina.


"Pulpen? Di bahu kanan?",lyka bergumam sendiri kata-kata itu terngiang -ngiang diotaknya.


Pulpen?,,,,,


Pulpen dibahu?,,,,,,,


Bunuh diri!


"Awhhh"lyka menjatuhkan Bobanya,memegang kepala nya yg sangt sakit kali ini.


"Lyka!"kaget mereka melihat keadaan lyka dengn keringat bercucuran ekspresi yg menahan sakit dan hidung lyka mengeluarkan cairan merah.


"Lyka!kenapa Weh",teriak Vina.

__ADS_1


Mereka menghampiri lyka dengn  perasaan khawatir melihat keadaan lyka.


"Telpon ambulan cepet!!",titah Andre.


"S-sakit shh",lyka memegangin kepalanya bayangan masa lalu terlintas diotaknya.....


Yeyy Ika kalah mamah menang


Ika nanti jangn nakal


Oh iya Ika jangn lupa makan


Ika itu lohh dasimu benerin


Ikaaa......


Ika....


Ika....


"Aaaaaa Ika siapa anjing",teriak lyka sambil memukul-mukul kepalanya.


"Eh gila Lo!"vano menari tangan lyka agar tak memukul dirinya sendiri.


"Ambulannya mana anjing",umpat Tio.


"Bentar lagi"jawab Eliza.


"Kak Lyka kenapa?"tanya alira melihat lyka menangis tersedu sedu.


"Itu ambulannya cepet!!",ucap Andre.


Vano meraup tubuh gadis itu menggendong nya menuju ambulance.


"Maaf hanya bisa satu org yg ikut di ambulance"ucap salah satu suster.


"Gw aja kalian nyusul",jawab vano cepat.


Mobil ambulance berlaju sangat kencang.


"Sus tolong oksigennya",ucap salah satu suster.


Suster itu dengn gesit memakaikan lyka selang oksigen.


Vano menggigit jarinya melihat keadaan lyka yg terbaring di berankar ambulance.


Hingga sampailah mereka di rumah sakit.


Lyka turun menggukan brankar rumah sakit.


Vano berlari menyusul lyka dengn tangan yg setia memegang tangn lyka.


"Maaf anda tidak bisa masuk",ucap suster lalu menutup ruang rawat darurat itu.


"Gimana lyka?"teman-teman mereka telah sampai di rumah sakit ia mengikuti ambulance dari belakang.


"Belum tau",ucp vano seadanya.


"Gw telpon ortunya dulu",ucap Eliza lalu pergi sedikit menjauh untuk menghubungin keluarga lyka


____________________________


"Lyka knapa?",Arga dan Rita telah sampai di RS tempt lyka dibawa.


"Gatau om",jawab Vina sendu.


"Argjjhh kok jadi gini",prustasi Arga sedangkan Rita hanya menangis tersedu-sedu.

__ADS_1


 


__ADS_2