Cinta Tidak Terganti

Cinta Tidak Terganti
6


__ADS_3

Dihari Jumat ini siswa 11 IPS 2 mendapat jam olahraga seluruh siswa kls 11 IPS 2 sudah terkumpul dilapangan sekolah walaupun panas-panasan tapi itu kewajiban.


"Oke sebelum kita mulai olahraga, jurnal absennya mana?


Tanya pak towa guru penjas kelas 11 IPS 2.


"Mana saya tau saya kan pohon,"sahut Tio yg sudah ikut berdiri dibarisan teman-temannya.


"Sekretaris siapa??,"tak menghiraukan ucapan Tio pak towa bertanya kembali sambil melirik satu persatu siswanya.


"Natalia pak,"sahut salah satu siswa.


"Tapi dia gasekolah,"sambungnya kembali.


"Kalo gitu vano kamu minta jurnal ke pak Indra,"perintah pak  towa pada vano sedangkan vano yg diperintah membelakan matanya tak terima.


"Kok saya pak yg lain aja,"tolak vano tak terima.


"Gadaa penolakan cepet ambil jurnalanya,"pak towa menatap vano Tajam,


"Yaudah,pak Indra emangnya dimana??,"tanya vano pasrah.


"Tadi katanya dikelas nyari sinyal buat ngegame,"ucap lyka menyahuti vano.


"Lo kok tau?,"tanya eliza.


"Tau lah kan gw dukun,"sahut lyka.


"Yaudah sekalian kamu lyka temenin vano,"ucapan yg keluar dari mulut pak towa Sontak membuat lyka mendelik tak terima.


"Gama-,"


"Kalo gamau Gaada nilai,"ucapan pak indra membuat lyka menghela napas pasrah.


"Udah deh terima nasib,"vano langsung menarik lengan lyka untuk ikut dengannya.


Berdecak kesal lyka mendahului vano berjalan di koridor menuju kelas mencak-mencak tak jelas.


Vano hanya terkekeh melihat punggung lyka yg mendahuluinya sembari mencak-mencak.


Dengan wajah dongkol lyka mendobrak kelasnya dan.....


Brakk,,


Deghh,,


Jantungnya berpacu dengn cepat,


Lyka menjatuhkan botol minum yg ia bawa tadi.


terpaku melihat pemandangan didepannya,seperti ada yg menyihir tubuhnya sehingga ia tak dapat berteriak,ia membekap mulutnya sendiri,


Dugh,,,.

__ADS_1


Tubuhnya jatuh terduduk kakinya melemas,lyka terperongoh menyeret bokongnya mundur.


Vano yg masih dibelakang lyka heran melihat gelagat lyka segera ia berlari menuju lyka lalu berjongkok.


"Kenapa?,"tanya vano memegang bahu lyka heran melihat tubuhnya membeku.


Tak medapat balasan dari lyka vano mengikuti arah pandang lyka hingga tertuju pada kelas.


Betapa terkejutnya vano melihat pak Indra yg sudah tergeletak banjir darah yg terus menyucur dari bahu kanannya beserta mulut yg berbusa betapa terkejutnya ia lagi ketika melihat bagas sang ketua kelas berdiri disamping pak Indra sembari memegang pulpen dan tangan yg dilumuri banyak darah.


Cekrek,,,,,


Setelah mengambil foto vano memasukan handphonnya kembali kedalam saku celananya.


Tak,,,,


Bagas menjatuhkan pulpennya melihat vano dan lyka menatapnya tajam.


Lyka berdiri terperangah yg dibantu oleh vano lyka segera masuk kekelas bersama vano dengan segera menutup pintu kelas mereka lalu kembali menatap Bagas tajam.


"B-bukan gw s-sumpah!!,"elak bagas berusaha meyakinkan.


"L-lo!!,"vano menunjuk Bagas tajam.


"BUKAN GW!! BUKAN GW YG BUNUH,"Bagas mendekat menggoyang-goyangkan bahu vano agar mempercayainya.


"P-pembunuh,"lyka berucap tak percaya.


"Bukan gw ly bukan gw!!!,"bagas mengelak dengan wajah memelasnya.


"BUKAN GW BANGSAT!!!"teriak Bagas tak kalah tinggi.


"KALO BUKAN LO SIAPA? HAH? SETAN!!!,"dada Jennie bergemuruh.


"DIEM LO PADA,"vano meneriaki.


Vano melihat pak Indra yg sudah tak bernyawa lalu menatap Bagas dan lyka bergantian.


"B-bukan gw van-,"ucapan Bagas terpotong.


"GW BILANG DIEM,"!!.


cekrek,,,,,,,


Vano mengambil satu gambar lagi lalu menarik pergelangan tangan lyka dan berlenggang pergi meninggalkan Bagas yg masih penuh rasa takut.


🌼🌼🌼🌼


"APA-APAAN SIH LO!!,"lyka menepis kasar tangan Vano saat mereka sudah sampai dikoridor yg sepi.


"Apaan,"vano berucap datar.


"LO!!LO GALIAT APA BUTA HAH?,ITU PAK INDRA UDAH GAK BERNYAWA LO BISA SESANTAI INI,"teriak lyka emosi menggusar rambutnya kasar.

__ADS_1


"Gw tau,"jawab vano lagi.


"KALO LO TAU!!KENAPA LO BIARIN SIPEMBUNUH BAGAS ITU DISANA??,"lyka sungguh tak mengerti jalan pikiran vano.


"Belum tentu dia pembunuhnya,"vano kembali berjalan yg langsung dicegat oleh lyka.


"LO BUTA??,JELAS-JELAS CUMAN DIA YG DISANA,"lyka mendorong-dorong bahu vano heran.


Mennghiraukan lyka yg terus mengoceh vano memasuki toilet,


Tanpa rasa takut lyka mengikuti vano masuk ketoilet.


Vano membuka bajunya didepan kaca wastafel toilet,lyka cukup tercengang melihat penampakan tubuh vano yg sickpak tapi ia tepis pikirannya.


Tanpa memperdulikan lyka yg membeku melihat tubuhnya,


Vano menghidupkan keran dengn wajah datar ia mencuci bajunya yg bernoda darah karna perlakuan Bagas tadi yg menggoyang-goyangkan bahunya hingga darah ikut menempel dibajunya.


"Bajingan!!,Lo dengerin gw gak hah!!?,"lyka frustasi sendiri melihat wajah vano tanpa beban.


Masih tak dapat balasan dari sang empu membuat lyka semakin kesal.


"BANGS*T mana hp lu LO TADI NGAMBIL FOTO KAN!??,lyka berjinjit berusah merebut handphone yg sudah berada digenggaman vano.


Vano mengangkat tangannya tinggi-tinggi dengan Masih bertelanjang dada.


"bajingan!!siniin hp lu! Kalo Lo gmau ngelapor biar gw yg lapor,"lyka semakin memanas untuk merebut hanphone vano walaupun mustahil.


Merasa kesal lyka terus mengumpati kata-kata kasar vano mendorong lyka hingga tertubruk dinding toilet.


Bugh,,,


Awshhh,,


Vano mengunci pergerakan lyka menatap mata lyka tajam,


Lyka kelabakan apa yg vano lakukan vano semakin mendekat bahkan deru  nafas amarah vano bisa didengar oleh lyka.


"A-APA LO!!,"lyka membalas tatapan tajam vano walaupun sedikit gugup.


"LO! DIEM AJA TUTUP MULUT GAK BERGUNA LO!!,INI URUSAN GW!!!,bentak vano kasar sembari mencekram dagu lyka.


Perlakuan vano sontak membuat lyka kaget tak percaya karna baru pertama kalinya vano membentaknya seserius itu.


Dagunya yg masih dicengkeram vano memanas sangat sakit jika ditanya.


Lyka memejamkan matanya kesakitan ingin ia berteriak tapi bicara saja tak bisa karna cengkraman Vano sangat kuat, tanpa diminta air mata lyka membasahi pipinya merasakan sakit didagunya.


Vano yg menyadari lyka kesakitan dengan segera melepas cengkraman dagu lyka menatap lyka penuh rasa bersalah kini sudut bibir lyka memerah akibat ulah vano.


"LO JAHAT! Gaada bedanya Lo sama Bagas,"lyka mendorong badan vano yg masih menguncinya lalu berlalu pergi meninggalkan toilet.


Sedangkan vano menggusar rambutnya kasar tak percaya apa yg ia lakukan tadi sudah kelewat batas,

__ADS_1


Bug,,,,,vano meninju dinding toilet ganas untuk meredakan emosi nya.


__ADS_2