
Mood Reinhart langsung berubah jelek sejak bertemu dengan Danti. Rein merasa sedih dan tidak puas, ternyata dia harus kalah dengan seorang pria yang duduk di atas kursi roda.
Rein merasa Danti sengaja memberatkan dia, hal yang tidak mungkin meminta ibu nya untuk meminta maaf pada Danti.
Hari ini Rein yang tidak mood akhirnya pulang kerja lebih cepat dari biasa dan duduk termenung, tiba-tiba Della muncul dan menggoyang-goyang kan tangannya, membuat lamunannya tentang Danti langsung buyar semua.
"Papa, bawa Della sekali-kali jalan-jalan ke mall dong", rajuk Della.
"Kau minta saja mama mu membawa mu pergi, papa lagi malas", sahut Rein sama sekali tidak berminat.
"Tapi Della pengen banget pergi sama papa sekali-kali, mumpung papa lagi pulang pagi. Mau ya pa?", pinta Della.
"Mira! Mira!", panggil Rein mulai kesal.
Mira yang sebenarnya dari tadi sudah mengintip kelakuan Della memang sengaja membiarkannya, mengharapkan hati Rein akan tergugah, tapi ternyata harapannya tidak menjadi kenyataan. Rein bukannya tergugah, Rein malah menjadi emosi.
"Apa mas?", tanya Mira berlagak tidak tahu.
"Bawa Della pergi. kepala ku sedang pusing!", perintah Rein.
"Mas sekali-kali kau coba bawa Della jalan-jalan, dia ingin sekali pergi bersama mu, seperti anak-anak lain yang ingin pergi bersama ayahnya", ujar Mira yang tidak tahan dan merasa kasihan pada Della
"Rein, betul kata Mira, sekali-kali ajak si Della, mumpung kau lagi pulang cepat", ujar Bu Tati yang tiba-tiba muncul dan ikut membantu Mira bicara.
__ADS_1
"Sudahlah kalian tidak usah memaksa ku melakukan hal yang tidak kuinginkan! Ibu sudah sekali membuat aku kehilangan orang yang ku cintai, ku harap sesudah ini jangan mengatur hidup ku lagi!", ujar Rein yang langsung berjalan keluar dari rumah, sama sekali tidak menanggapi Mira dan Bu Tati , sedangkan korbannya Della menangis tersedu-sedu, sudah tidak dikabulkan permintaannya, ayahnya masih marah lagi!
...********...
Setelah Mira berhasil menghibur Della, akhirnya Della tertidur setelah menangis lumayan lama. Della memang anak yang lumayan cerdas, Della selalu berusaha mencari perhatian Rein, Della tidak bisa menerima melihat teman-teman sekolahnya banyak yang dekat dengan ayah mereka.
Maafkan mama nak, akibat kesalahan yang mama perbuat dulu, kau yang kena imbasnya, sesal Mira dalam hati.
Tapi lebih baik begitu, dari pada kau mempunyai ayah seorang preman! Jangan sampai status ku terancam dengan kemunculan mama Deo, buat apa perempuan itu muncul di kota ini? Bagaimana kalau mas Rein bertemu dia kembali, aku harus mendekati mama Deo untuk mengetahui kehidupannya sekarang dan tujuannya kembali ke kota ini. Jangan-jangan dia ingin mendekati mas Rein kembali, sesudah tahu Rein semakin sukses dan mempunyai perusahaan sendiri! Kalau sifat perempuan itu bagus, tidak mungkin ibu begitu membencinya, sedangkan pada ku ibu begitu baik, pikir Mira menebak-nebak dalam hati. Namanya saingan, tentu Mira berharap semua yang ada pada diri Danti jelek semua.
...********...
Baru saja melangkah keluar dari kamar Della, Mira langsung disambut Bu Tati yang mulai curiga dengan perubahan anaknya, apalagi mulai menyebutkan nama Danti lagi, padahal sudah begitu lama Rein tidak pernah mengungkit masalah Danti lagi pada ibunya.
"Tidak Bu, cuman akhir-akhir ini Rein sering mengenang Danti kembali", ujar Mira jujur kali ini. Karena Mira berharap kalau sampai Danti kembali mengganggu pernikahannya dengan Rein, setidaknya ada Bu Tati yang mendukungnya.
"Lho kok bisa gitu?", tanya bu Tati curiga.
"Gak tahu Bu, tapi dia sekarang sering melihat foto Danti kembali yang dia simpan di hape", ujar Mira mengadu.
"Kau yang sabar ya Mira! Makanya aku dari dulu curiga kalau si Rein itu sudah diguna-guna sama Danti!", ujar Bu Tati kesal.
"Masak sampai segitunya Bu? Harusnya sebagai istri kan kita cukup mengabdi pada suami dan perhatian agar suami juga menyayangi kita", ujar Mira memancing, sebetulnya apa yang membuat Bu Tati tidak suka pada Danti.
__ADS_1
"Ibu yakin! coba kau bayangkan begitu Rein menikah dengannya, Rein selalu memanjakan dia, tidak boleh bekerja yang berat-berat, sampai masak semua ibu yang masih kerjakan sendiri. Ke manapun Rein yang antar dia, tidak boleh naik kendaraan umum. Rein begitu takut istrinya itu digoda abang-abang iseng. Sampai kadang pulang cepat dari kantor hanya untuk mengantar Danti pergi, padahal sekarang kan banyak transportasi online. Makanya Rein baru bisa maju sesudah bercerai dengan perempuan itu. Perempuan itu dianggap seperti permata, padahal bawa sial saja", ujar bu Tati begitu geram jika teringat Danti kembali.
"Aku dari dulu tidak percaya ilmu hitam begitu Bu, tapi sesudah mendengar cerita ibu, aku kok ngeri ya? sepertinya ilmu itu benar-benar ada ya Bu?", tanya Mira.
"Kau jangan main-main Mira, ibu yakin ilmu itu ada. Kau bayangkan saja, saat ada perempuan itu, Rein sama sekali tidak perduli dan sering membantah pada ibu juga. Kadang hanya untuk membela perempuan sial itu!", ujar Bu Tati lagi.
"Tapi sekarang berada di mana wanita itu Bu? pancing Mira lagi.
"Ibu sudah membuat dia tidak tahan, akhirnya dia pergi dari kota ini. Ibu membuka boroknya, sehingga dia tidak bisa bertahan tinggal di kota ini lagi", ujar Bu Tati tanpa merasa bersalah.
"Tapi aku pernah dengar Bu, katanya ilmu gituan kalau jauh gak fungsi Bu, tetapi kalau dekat baru pengaruh. Mungkin tidak perempuan itu kembali ke kota lagi mengincar mas Rein? Siapa tahu dia sudah tahu mas Rein yang bertambah maju kariernya dan kembali lagi?", ujar Mira yang terdengar seperti berbicara sambil lalu saja. Sepertinya diri ku tidak perlu terlibat dengan perempuan itu, nanti mas Rein bisa semakin membenci ku. Biar ibu saja yang mengurus perempuan itu. Ibu kelihatannya sangat membenci perempuan itu. Sebaiknya aku memanfaatkan ibu saja, pikir Mira dengan licik, Mira tidak ingin terlihat jelek di mata Rein.
Mendengar perkataan Mira, Bu Tati benar-benar terpengaruh kali ini.
"Benarkah ada hal yang seperti itu Mir? Tapi kalau dipikir logika juga ya?", ujar Bu Tat mulaii terpengaruh akhirnya, Mira memang pintar memanfaatkan kesempatan yang ada, tanpa dia harus terlibat masalah ini.
...*********...
Bu Tati benar-benar menjadi tidak tenang setelah mendengar perkataan Mira, dan bertambah jadi setelah malamnya Rein pulang dalam keadaan mabuk dan memanggil-manggil nama Danti untuk membantunya ke kamar.
Jangan-jangan ada benarnya kata-kata Mira, jangan-jangan perempuan sial itu sudah kembali lagi! Aku harus ke rumah itu untuk membuktikan sendiri. Perempuan sial kau jangan coba main-main dengan ku, pikir Bu Tati geram dan memutuskan kalau besok dia akan pergi ke rumah peninggalan orang tua Danti itu.
Bersambung...........
__ADS_1