
Namaku Nayira larasati aku baru sekolah duduk kelas 10 SMA batik jakarta, aku memiliki seorang kekasih bernama Bagas Adiwirjyawan dia ketua OSIS kelas 11 , hingga pada suatu hari aku bertemu Wahyu pramono(29 tahun,orang yang menurutku guru terbaik sepanjang tahun itu hingga suatu hari ternyata dia adalah mau tau kelanjutannya?, ikuti kisah Nayira ya kak🧡 yuk kita mulai...
"Hari ini ada guru olahraga baru loh Nay! " ujar Mita sahabatnya.
"Khmmmm".
Tak lama kemudian guru itupun datang.
" Selamat pagi Anak2 semua perkenalkan ini guru olahraga kita yang baru namanya Wahyu Pramono".
Singkat cerita aku duduk didepan tepat bangku guru bersama Paramita Anidya teman plus sahabatku, aku juga ketua kelas.
"Ganteng kan Nay? " bisiknya.
"Nggak! , biasa aja" balas ku.
Mita temanku ini memang sangat criwis apalagi kalau tentang cowo, rasanya dunianya dia pikir tidak ada cowo2 yang jelek.
Hari ini guru baru itu mengajak seluruh muridnya agar mempersiapkan volly dilapangan.
Akupun bergegas siap2 bersama Mita dan yang lainnya.
"Bapa akan memilih siapa di antara kalian yang paling bisa volly akan ikut lomba popda di bulan yang akan datang , bapa akan memberi kesempatan untuk kalian menunjukkan bakat kalian" ujarnya.
"Waduhh kenapa harus volly aku kan nggak jago! " gumam Mita.
"Khmmmm ".
"Nayra! " suara itu memanggilku.
"Ya pak! " akupun berlari kelapangan menunjukkan bakatku.
15 menit berlalu..
"Wah kamu hebat juga ya Nay! " ujar Mita disela sela jam istirahat.
"Ahh nggak juga! " balas ku sembari me nyruput pop Ice rasa coklat.
"Nay aku ke Wc dlu ya! " ujarnya.
"Iya jangan lama2! ".
" iya".
"Pinter juga ya main bola volly nya! " ujar suara yang terdengar dari belakang.
Aku pun melihat siapa.
"Khmmm makasih pak guru! " balas ku sembari me nyruput lagi pop Ice.
"Bapa bangga sama kamu, jarang2 loh anak perempuan bisa main volly kaya kamu! " ujarnya duduk di depan tepat wajahku.
"Ahhh nggak kok pak! ".
Tiba-tiba si genit kantin pun datang menawarkan makanan.
" mau pesen apa pak ganteng" ujarnya.
Batinku" wkwkwk'.
"Ahh Mi ayam aja sama es teh, kamu mau Nay? " tanyanya.
"Ahh nggak usah pak, aku dah kenyang! ".
" Oya aku pamit dulu ya pak mau kekelas" ujarku.
"Ya".
Sepulang sekolah aku ada janji sama Bagas pacarku tak sengaja papasan dengan guru itu lagi.
" Nay aku nggak mampir ya" ujarnya.
"Iya nggakpp! ".
Sesampainya dirumah sunyi, sepi seperti biasa cuman ada mbok Sum yang ada dirumah yang setia menemaniku, papaku sibuk kerja, sedangkan aku anak tunggal, ibuku sudah meninggal sejak dari aku masih kecil.
"Mbok ayo makan bareng! " ujarku .
"Ah nggak usah non, non Nay aja yang makan mbok masih sibuk masak didapur! " .
"Hmmm bukannya udah selesai masak mbok? " tanyaku.
"Belum non tadi tuan nyuruh mbok masak banyak katanya nanti malam kedatangan tamu".
" oooo, ".
" yaudah mbok kebelakang dulu ya".
"Ya mbok".
" tamu siapa sih, kayak special banget! " gumamku.
Jam menunjukkan pukul 7 malam nggak biasanya papaku pulang lebih awal, dan menyuruhku dandan seperti ini.
"Pah emg ada tamu siapa si? ".
"Akh ntar juga tau! ".
Terdengar suara mobil parkir didepan rumahku, hmmm kupikir itu mereka, papaku mengajakku menyambutnya , akupun melangkahkan kakiku kearah pintu depan.
" What? , apa yang kulihat?, kau tau gays?, dia adalah guru baruku bersama seorang ibu2 yang sudah paruh baya sama seperti ayahku.
Aku jelas bengong dong, ada apaan nih?, dan kenapa ada guru itu juga?, bagaimanapun yang kutau guru itu adalah guruku akupun menyapanya.
"Selamat malam Pak Guru, selamat malam tante" sapaku.
"Malam Nay, kamu tinggal disini? ".
" iya Pak".
"Malam cantik" balas si tante.
"Loh saling kenal Nay? " tanya papaku.
"Iya pah dia Guruku! " balas ku.
Tanpa memperpanjang pertanyaan biarpun dikepala masih banyak pertanyaan akhirnya papaku mengajak mereka dinner.
Aku mau tanya sama papaku nggak berani, ahhh sudahlah lagipula itu nggak penting !, sekarang yang terpenting adalah kenapa bisa seperti ini?.
"Nay papa mau ngomong! ".
" iya pah ngomong aja" balas ku.
"Papah akan menikah dengan tante Sisi minggu depan tapi hanya keluarga saja yang papah undang, apa kamu setuju? " tanyanya.
Betapa terkejutnya aku mendengar papaku berkata seperti itu, tapi apa aku harus marah akan hal ini?.
"Ya gimana pah, asal papah bahagia aku juga seneng pah" gumamku agak sedikit ragu.
"Oya baguslah kalau begitu berati kamu setuju yah".
" iya pah".
"Oya dan Wahyu sekarang adalah kakak Terima" ujar papaku.
__ADS_1
"kakak? " ujarku terkejut.
"iya Nay" ujar calon ibu sambung ku.
Kupikir guruku itu adalah pamanku, ternyata aku salah" gumamku.
Singkatnya papaku menikah dengan sederhana dan hanya dihadiri rekan kerja serta keluarga, krna papaku kerja keluar kota, papaku menyuruh Wahyu untuk pindah kerumah supaya bisa menjagaku.
"Kamu hati2 dirumah ya, oya Yu tolong jaga Nayra ya! ".
" iya pah! ".
Baru kali ini aku serumah selain bersama dengan papaku, rasanya canggung sekali apalagi dia guruku?, what?.
" khmmm aku istirahat dulu ya pak, ehh Kak" ujarku.
"Hduhhhh knapa sih harus salah nyebut" gumamku gugup.
"Eh Nay, besok brangkat bareng kaka aja,pake motor! " ujarnya.
"Khmm iya kak makasi".
Kamarku dengan kakak tiriku berhadapan tepat pintu ketemu pintu yang hanya berjarak 1 stengah meter.
Pagi hari terasa begitu cepat kebetulan hari ini ada latihan volly untuk lomba 3 hari mendatang.
Kulihat kakak tiriku sudah menyiapkan sarapan pagi berupa roti tawar yang dibalur slai dan susu diatas meja.
" Nay sarapan dulu! ".
" Ya kak makasi".
"Udah kak ayo berangkat! ".
Setelah aku keluar betapa terkejutnya aku motor yang dikenakannya.
" Mana kak motornya? " tanyaku.
"Itu? ".
" yaudah ayu naik" ujarnya sembari memakaikan ku helm.
"Hmmm ini gimana cara naiknya kak? " tanyaku yang begitu bodoh krna memang selama ini blum prnah naik motor Ninja dengan tmpat duduk yang tinggi.
"Kaki kamu naik dulu, habis tu kamu pegangan pundak kakak".
"Khmmm akhirnya" ujarku merasa lega.
Kuakui aku memang tidak pernah naik motor tinggi begitu krna kalau sama pacarku Bagas cuman pakai motor matic wkwkw.
"Nay pegangan tar jatuh! " ujarnya.
"Hhh nggak lah ka" ujarku.
"Awas ya tar jatoh" ujarnya memperingatkan.
Tak lama kemudian kami pun sampai.
"Kenapa sejak tadi pada ngliatin aku kayak gitu? " gumamku nggak enak hati krna jadi pertontonan banyak teman, termasuk guru2 yang lainnya.
"Astaga Nayira kok boncengan sama guru ganteng itu sih" gumam Mita.
Mataku melotot tak berkedip beribu tanya kenapa Nay sahabatku dengan pak Wahyu.
"Gimana lagi turunnya kak! " ujarku lagi.
"Dah kamu pegang pundak kaka, kamu turun pelan2 aja ya".
" khmmm ribet bgt" gumamku.
"Makasi kak" ujarku.
"Yaudah hati2".
" iya2".
Mita yang sedari tadi memperhatikan Nay pun segera menghampirinya.
"Ehh Nay2".
" iya Mit knapa?".
"Kok tadi lo sama guru ganteng itu gmana ceritanya? " ujar Mita penasaran.
"Khmmmm sekarang dia kakak tiri gue Mit! " ujarku.
"Apah? Jadi pas kemarin papa lo nikah itu sama mamanya guru ganteng? " tanya Mita.
"Ya gitu deh".
" iiiiiihhhh ngiri deh Nay, kenapa nggak gue aja sih yang jadi adiknya guru ganteng itu Nay! " ujar Mita mulai menghalu.
"Huuuuuduuu Mita2 pikirannya cowok terus ya" ujarku.
"Hhmmm tapi nggakpp si kan lo bisa bantuin gue buat deketin guru ganteng itu Nay" ujarnya berdalih.
"Ihhh nggak2 gue ngga mau ikut2an! " ujarku.
Tak lama kemudian jam pelajaran pun dimulai dan Wahyu ke kelas Nay.
"Baik anak2 waktu tinggal 3 hari untuk lomba volly, dan untuk Nay,dkk bapa harap kalian latihan sungguh-sungguh ya supaya kita bisa menang".
" iya Pak" balas serentak anak2 dikelas itu.
Jam istirahat pun tiba.
"Nay? " panggil Bagas.
"Ehh Gas kenapa? " tanyaku.
"Tadi pagi aku denger dari temen2 kamu dianter pak Wahyu maksudnya apaan? " tanyanya.
"Ooohh, jadi gini Gas skrang dia kaka tiriku, papaku nikah kmarin.
" kok ngga bilang sama aku? ".
" iya gas acaranya juga mendadak".
"Hmmm yaudah tar pulang aku aja yang anterin kamu pulang ya" ujar Bagas.
"Iya iya" sambil me nyruput pop Ice kesukaanku.
Wahyu yang memandangi dari jauh hanya bisa terdiam .
Singkatnya jam pulang sekolah tiba yaitu Jam 2 sore, sesuai janji Bagas dia akan mengantar Nay.
Akupun menunggu didepan halaman sekolah.
Kulihat Bagas menghampiri ku mengenakan motor matic nya, tanpa kusangka ternyata Wahyu datang tepat bersamaan Bagas.
"Ayo Nay! ".
" Ayo Nay naik! " ujar kakak tiriku.
"Nay! " ujar Bagas.
__ADS_1
"Aduhh maaf Kak aku mau pulang sama Bagas ya" ujarku.
"Loh emangnya searah? " tanyanya.
"Ya nggak si Pak" jawab Bagas.
"Khmm gini aja,mending kamu pulang aja biar Nay sama aku, lagian ini udah mendung juga, Nay juga serumah jadi biar ngirit waktu ajah! " ujar Wahyu.
"Khmmm bener juga ya" ujar Bagas.
"Ya udah Nay kamu sama Pak Wahyu aja ya".
"Ehhhhh! " ujarku menahan Bagas tapi malah khmm.
"Yaudah pak saya titip Nay ya, saya pamit dulu Assalamu'alaikum" ujar Bagas dengan sopan.
"Ya waalaikumsalam hati2 dijalan".
" hyu Nay naik! " ujarnya.
"Hduuuuhhhh aku tu paling males deh kalau naik motor kek gini tinggi banget" gumamku menggerutu dalam hati.
"Ya kak" terpaksa.
"Dia siapa Nay? " tanyanya diperjalanan.
"Temen" balasku.
"Temen apa temen? " tanyanya memperjelas.
"Ya temen kak, temen deket! " balasku.
"Khmmm anaknya sopan juga" puji nya.
"Ya iya lah kak, dia kan ketua OSIS disekolah, disegani temen2 juga, masa iya dia nyontohin ngga baik! " ujarku.
"Hmm iya juga sih, laper ngga Nay, kita beli makan dulu takut nggak ada makan dirumah! " ujarnya.
"Khmm boleh" ujarku bersemangat.
"Kamu apa Nay? " tanyanya.
"Aku nasi padang aja kak dibungkus".
" loh nggak makan disini? " tanyanya.
"Nggak ka dirumah aja".
" oo yaudah pak tolong dibungkus 2 ya".
"Baik, silakan tunggu sebentar".
Tak lama kemudian selesai dan pulang.
Akirnya sampai juga" gumamku.
Akupun langsung turun dari motor.
"Makasi kak" ujarku.
"Iya".
Sesampai dirumah seperti biasa aku rebahan sebentar main HP, habis itu mandi, makan, belajar, tidur.
Baru juga buka HP ehh Bagas tlfon.
"Assalamu'alaikum Nay".
" waalaikumsalam ".
" gmana udah sampe? " .
"Udah dong Gas, oya lagi ngapain? ".
" istirahat Nay, udah makan belum ? " .
"Belum Gas, aku mandi dulu baru makan ".
" oya udah aku juga mau mandi".
" iya gas".
"Yaudah Nay tar malam sambung lagi".
" iya iya".
Setelah tlfon akupun keluar kamar hendak pergi kekamar mandi.
"Astaga Kak, ngapain dibalik pintu?, nguping aku ya? " tanyaku.
"Ahh nggak ko Nay" balasnya penuh kebohongan.
"Bohong! ".
" nggak lah Nay ngapain bohong!".
"Iihh terus ngapain? " tanyaku.
"Lah itu nasi padangnya mna Nay kaka mau makan, laper! " ujarnya.
"Oooohh iya, lupa!, hmm ada diTas kak ambil aja, aku mau kekamar mandi dulu" ujarku.
"Khmm yaya".
Akupun meninggalkan Wahyu.
WA masuk.
Wahyu tak sengaja melihat foto wallpaper di hapeku.
"Ohh jadi mereka pacaran! " gumamku.
Selesai mandi akupun segera mengambil Nasi padang ku yang akan ku santap sore ini, akupun menuju ruang makan.
"Loh knapa ngga makan kak? " tanyaku.
"Gimana mau makan nasi padangnya 1".
" loh kok bisa tadi kan pesen 2? " gumamku.
"Itu dia, skrang gimana? " tanyanya.
"Khmm yaudah si kak bagi 2 aja" ujarku.
"Oya sejak kapan kamu pacaran sama Bagas? " tiba-tiba saja muncul pertanyaan itu.
"Khmm pak guru kepo ni" ledek ku.
"Ya nggak kepo, cuman pengen tau aja, lagian kan aku kakakmu! " ujarnya berdalih.
"Khmmm tapi kan guruku jadi jangan kepo dong" balasku meng ngeles.
"Khmm itu kan kalau disekolah kalau diluar kan beda lagi" balasnya.
"Jadi sejak kapan? " tanyanya lagi.
__ADS_1
"Ihhh kepo udah lah jangan kepo" balasku meninggalkan abangku ini.