
Sebuah Rahasia
Jurnalku hari ini
"Kak!, ayo berangkat".
"Iya nay!, eh tunggu nay! ".
" ada apa kak? ".
"Sini kakak benerin dulu rambutnya" ujarnya mengusap rambutku.
Aku pun menundukkan kepalaku, aku sama sekali tak menyadari kenapa perhatian perhatian kecil ini dia berikan padaku padahal aku adik tirinya?, apa itu wajar?, iya aku seneng bgt krna punya kakak yang baik tapi bagaimana kalau perhatiannya melewati batas!, ohh tidak! Maksudku seperti kakak kandungku!, ahh tidak2 mana mungkin ada kakak seperti itu! " gumamku sembari memperhatikan jari jemari kakak tiriku.
"Udah ayo! " ujarnya.
Aku terkejut krna saat membuka pintu ada Bagas tepat dimuka pintu, aku tau dia menjemputku tapi bagaimana dengan abangku? " gumamku.
"Assalamu'alaikum".
" waalaikum salam pagi gas".
"Pagi Nay, pagi pak".
"Pagi".
" mau jemput Nayra ya? " tanyanya.
"Iya Pak, ehmm boleh kan Nayra berangkat sama saya? " tanyanya ijin.
"Boleh ya kak? " Ujarku.
"Iya hati2 kakak dibelakang kalian! ".
" ya makasi ka".
Setelah itu kami pun berangkat.
"Nay, kakakmu perhatian banget yah! " ujar Bagas.
"Khmmm ya gitu deh gas".
Tak lama kemudian kamipun sampai disekolah, hari ini ada ekstrakurikuler volly krna sebentar lagi ada lomba volly.
Singkatnya hari ini ada ekstrakurikuler.
" Nay, beruntung banget ya bisa punya kaka seganteng pak wahyu, ramah, macho lagi" ujar sahabatku.
"Khmmmmmm muji teros".
"Baik anak anak latihannya selesai".
"Gas doa in ya besok aku menang! ".
" iya pasti dong! ".
"Nay ayo pulang! ".
" Kakak! " sentakku.
"Udah gpp nay pulang aja sama kakakmu! " ujar Bagas.
"Iya gas maaf ya".
" iya gpp".
"Kak? ".
"Hmmm".
" bisa nggak sih kalau aku lagi sama Bagas kakak jangan ganggu! " ujarku.
"Khmmmm ngga bisa" ujarnya santai.
"Ishh kakak ni! ".
Sesampainya dirumah
Kakak tiriku keluar membeli makanan dan aku nggak sengaja membaca buku jurnal milik kakak tiriku yang diam dimeja.
" apaan nih? ".
Belum sempat kubaca isinya tiba tiba kakaku menyambar buku itu dari tanganku.
"Hayo looo ngapain".
"Hmm nggak kok kak".
" khmmmm makan dulu sana, kakak kekamar dulu".
"Khmmmm ya ya".
"Buku apaan sih! " gumamku.
"Khmmmm untung Nayra blum ngliat isinya, kalau kebuka bisa ketauan! " gumamku.
Perlombaan pun dimulai.
__ADS_1
"Semangat ya Nay" ujar Bagas.
"Khmmmm beruntung banget si Nay, udah punya abang ganteng, punya pacar ketua OSIS yg sangat perhatian? " ujar Mita sahabatnya.
"Khmmmmmm! ".
" yaudah Mit, do'ain ya supaya sekolah kita menang! " ujarku.
Dikejauhan Wahyu memantau pertandingan.
Kali ini bener2 memuaskan banget lomba berjalan dengan lancar, Bagas sendiri sangat mensupport Nayra dan Willy.
Lawan mereka cukup tangguh juga dari SMA bandung purnama c.
Babak final pun tiba saatnya penentuan.
"Slamat ya Nay! " ujar Bagas yang langsung menghampiri Nayra.
"Selamat ya sohibku! " ujar Mita.
"Iya makasih ya Gas, mit".
" slamat ya atas kemenangannya " ujar salah satu lawan mainnya.
"Iya makasi".
" namaku Sakti namamu siapa? " tanyanya.
"Hmm agak bingung juga nih krna ada Bagas.
" Nayra kak".
"Mhmm".
" yaudah kita pamit ya".
Tiba-tiba abang tiriku menghampiriku memberi buket bunga.
"Selamat ya nay!ini buat kamu" ujarnya.
"Kakak? , ehh pak guru? " gumamku agak terkejut.
"Mhmm romantis juga yah" ujar mita memberi pujian.
"Kenapa aku berasa lain ya? " gumam bagas.
"Makasi Pak".
" kenapa dia ngasih bunga? " gumamku.
"Oya gas biar Nayra pulang sama bapak ya" ujarnya.
"Baik Pak".
"Ehh tapi? ".
"Hmmm udah gpp Nay pulang aja sama abangmu! ".
"Eh gas gpp? " .
"Gpp".
"Yaudah ya mit, gas aku pulang ".
" ya hati2".
"Cape nggak? " tanya abangku.
"Cape, kok kakak ngasih aku buket sih?, itu kan.. ".
Belum juga kulanjutkan kata2ku sudah ditutup pakai jemarinya.
"Husssst ".
" kak! " .
Entah apa maksudnya aku gk paham.
Sesampainya dirumah kulihat mobil papaku didepan rumah,aku yakin papaku sudah pulang!.
"Assalamu'alaikum! ".
" waalaikum salam ".
"Papah! " sapaku.
"Eh papah udah pulang? " sapa kaka tiriku.
"Iya gimana Yu selama papa tinggal, Nay gk nakal kan? ".
" nggak kok pah, Nayra gk nakal, oya mama mana? " tanyanya.
"Mama disini! " sambutnya.
"Mama! ".
" ma gmana kabarnya? " sapaku.
__ADS_1
"Baik sayang! ".
Tiba-tiba ibu tiriku memelukku dan abang tiriku bagaikan anak kandungnya sendiri, aku merasa ibu kandungku telah kembali.
" O iya nay ktanya kamu menang lomba?, oya buket bunganya udah dikasih belum sama abangmu? " tanyanya.
"Udah ko mah! " dalam hatiku berpikir ohhh jadi dari mama.
"Oya mah aku ke kamar dulu yah! " ujar abangku.
"Iya! ".
"Nay mama ada oleh2 loh buat kamu? " ujarnya.
"Wuahhh apa mah? ".
" Ayo sini mama tunjukin" ujarnya membawaku kekamar.
"Tutup mata yah! ".
"Ahhh mamah! " Ujarku bermanja.
"Jangan dibuka y kalau mama belum suruh! ".
"Buka mama hitung ya, satu, dua, ti, ti, ti, tiga".
Aku membuka mataku betapa terkejutnya aku melihat gaun putih bercorak pita depan, wuaaaaah.
" waaah aku suka banget mah makasih ya".
"Iya yaudah kamu istirahat, mandi, abis itu makan ya mama masakin dulu" .
"Iya mah".
MENCINTAI ADIK TIRIKU
Mungkin perasaan ini salah
Dia sangat dekat mendekap hariku
Menghiasi bagaikan bintang
Menyadari datangnya hari yang begitu sangat berati
Aku seorang pangeran sepi penuh dilema
Akankah cintaku tersampaikan atau akan tetap diam membeku bagai batu.
"Cieeeeee".
"Eh Nay ngagetin aja! " Ujarku memegangi dadaku yang berdegup kencang.
"Nulis apa si bang? ".
"Mhmm bukan apa2".
" Ada apa Nay? " .
"Ayo makan, aku disuruh mama buat manggil abang! ".
"Khmmm ya".
" untung nggak liat! ", tumbenan Nayra masuk kekamar bikin orang jantungan aja! " gumamku.
Dimeja makan kulihat abangku salting kenapa ya?.
"Aduhh! ".
" pelan2 dong kak, gk ada yang minta kok" ledek papaku.
"Iya pah".
Baru juga beberapa suap ehhh sendoknya jatuh tepat dibawahku.
"Udah kak biar aku aja yg ambil! ".
Baru juga ku mau ambil hmmm lagi2 dihadapkan muka sama muka yang begitu dekat.
"Hmmmmm kakak nyantai aja lah! " ujar mama tiriku meledek juga.
"Hmmmm? ".
Ini baru pertama kali kutatap wajah abangku yang tingginya seperti tiang listrik sementara diriku hanya 150cm dia 175 tinggi sekali bukan?, wauhhh berasa kya bukan abangku!.
"Khmmmm makasih Nay! ".
" iya kak! ".
Selesai makan akupun segera pergi kekamar untuk istrahat.
Karena kamar kami searah aku pun berjalan sebelahan.
" met tidur Nay! ".
" iya kak".
Seperti malam2 biasa kalau tidur memang mesti melihat wajahnya sebelum menutup pintu bhh.
__ADS_1