
Aku duduk bersama Mita sahabatku sementara disampingku ada Anjar dan teman lainnya.
Setelah 3 jam perjalanan akirnya kami pun sampai.
"Khmm udaranya seger banget kan Nay" ujar Mita.
"Iya ya pemandangannya bagus lagi".
Tak lama kemudian Bagas menghampiriku.
" Nay sini aku bawain tasnya ".
"Khmmmm gk usah lah Gas".
Khmmmm aku merasa beruntung banget punya pacar kya Bagas udah sopan, baik, ramah, ganteng, cool, pinter lagi, bisa lah jadi sedikit cewe ter beruntung disekolah, jarang2 kan bisa pacaran sama ketua OSIS?" gumamku.
"Khummm ya udah dehh".
Kulihat abangku bersama guru2 yang lain berjalan kearah tempat membuat tenda.
Dengan bantuan Bagas akirnya selesai juga.
" Nay jalan2 sama aku yuk" Ajak Anjar.
"Khmmm tapi Njar".
"Ngapain sih dia dekat2 lagi sama cewek gua" gumamku .
"Eh Njar gue pinjem temen gue dulu yah".
Mita menarik2 tanganku.
"Kenapa Mit? " tanyaku.
"Aduh Nay, nggak peka banget sih jadi orang lo gk tau apa kalau Bagas sedari tadi memperhatikan lo?, lo gak takut apa dia cemburu? " ungkap Mita terlihat kesal.
"Lo temennya Nayra kan? " tanya Bagas tiba2 disaat Anjar sendiri.
"Kenapa? ".
"Tolong lo jauhin cewek gue Nayra".
" Ohh jadi lo cowoknya? " pertanyaan Anjar semakin memancing emosi.
"Ya maksud lo apaan hah deket2 cewe gua? " ujar Bagas emosi.
"Gue suka sama cewe lo kenapa? " ujar Anjar santai.
"Suka?, sialan lo!, brughhh! " Bagas menonjok wajah Anjar.
"Apanya yang sialan?, lo mau ngajak berantem gue hahhh hayo siapa takut! " tantang Anjar.
Dengan geram Bagas dan Anjar saling pukul2an.
"Sialan lo".
" Apa hah apa? ".
" Heh ada apa ini kok malah berantem! " ujar pak Herry selaku kepala sekolah.
__ADS_1
"Pak Tyo, pak Wahyu tolong pisahin mereka".
Akirnya mereka dipisahkan dan ditanyai macam2 oleh guru2 disitu.
"Kenapa kalian berantem?, kaya anak kecil aja! " ujar pak Herry.
"Dia duluan pak! ".
"Nggak pak dia duluan".
" Ahhh sudah2 bapak nggak mau dengar kalian berantem lagi,jangan buat kekacauan"ujar pak Herry mengakhiri
"Baik Pak trimakasih" ujarku.
"Gara2 lo sih! ".
Pak Herry pun meninggalkan mereka berdua, pak Tyo menasihati Anjar dan pak Wahyu menasihati Bagas.
"Awas lo ya masalah kita belum selesai! " ucap Bagas.
"Udah2 Gas? ".
" weeeeek" balas Anjar semakin menjadi.
"Kenapa si bikin masalah terus? " tanya pak Tyo.
"Dia duluan lah kak! ".
" Apa masalahnya? ".
"Ahh udah lah kak aku gak mau bahas, mana ngerti kaka soal cinta? " ujarku kesal.
Disisi lain Wahyu menanyai Bagas yang masih menahan Emosi.
"Kenapa si Gas ko bisa berantem sama Anjar? " tanyanya.
"Biasa lah pak, dia mau nikung Nayra dari aku pak! " ujar Bagas jujur.
Khmm sudah kuduga" gumamku.
"Maksudnya Anjar suka sama Nayra? ".
"Iya Pak! ".
"Pak Tolong jagain Nayra ya, jangan sampai Anjar merebutnya dariku? " ujarnya.
Aku sebagai guru juga kakak Nayra berusaha bijaksana mungkin menengahi ini.
"Iya kamu tenang aja, yaudah ya ".
"Ya pak makasi".
"Aku ko nggak liat Bagas? Ini bentar lagi api unggun nyala loh! " gumamku.
"Kemana ya? ".
" Nyari apaan sih Nay? ".
"Liat Bagas nggak? " .
__ADS_1
"Iya nggak liat Nay kemana ya".
Baiklah anak2 karena malam ini adalah malam penuh bintang dan juga akan ada api unggun untuk memeriahkan malam ini marilah kita memulainya dengan acara yang pertama yaitu undian, siapa yang keluar nama dia akan diberi tantangan.
" wuaaahh bakal seru nih".
Tiba-tiba saja hujan datang dengan derasnya, dan semua siswa2 pada masuk ke tenda tak terkecuali Nayra.
"Yah basah deh".
Akirnya mereka pun gagal menyalakan api unggun.
Pagi terasa begitu cepat acara demi acara pun mulai selesai kini saatnya mereka pulang dengan bis yang stay disana, waktu menunjukkan pukul 10 pagi dan merekapun menuju bis itu.
Setelah beberapa jam kemudian merekapun sampai, Bagas yang masih terbakar cemburu menemui Anjar diam2.
" Njar! " .
"Ehh abang kelas kenapa? ".
"Inget yah jangan deketin Nayra lagi".
" Ok kalau lu bisa".
Nayra sama sekali nggak tau kalau mereka berdua berantem, sesampainya dirumah Nayra mendapatkan kabar bahwa ayahnya kecelakaan.
Telah terjadi kecelakaan pesawat terbang yang masuk kedalam laut dan saat ini masih dalam pnylidikan polisi, dipastikan korban meninggal dunia karena kecelakaan cukup tinggi, dan banyak ditemukan korban sudah dalam keadaan sudah tak bernyawa.
Setelah beberapa hari pencarian ditemukanlah ayah dan ibu tirinya dalam keadaan sudah tak bernyawa, Wahyu pun bingung karenanya.
Namun sebelum meninggal ibunya meninggalkan wasiat untuk wahyu begitu juga dengan Ayah Nayra pada pengacara.
Yang berisikan kalau Wahyu tetap harus menjaga Nayra sampai SMA.
"Kaka" tangisku pecah seketika, bagaimana mungkin ini terjadi saat2 aku butuh ayah.
"Sabar ya Nay, kaka janji kakak nggak akan pergi ninggalin kamu, kaka juga sedih kehilangan mama".
3 hari aku baru masuk sekolah dengan duka yang mendalam begitu juga kakakku.
" Turut berdukacita ya pak" .
"Makasih ya".
" Turut berdukacita ya Nay, gue yakin lo pasti kuat ko" ujar Mita.
"Ya Mit, tapi gua gk tau sanggup apa nggak" ujarku yang semakin mengalir deras air mataku.
Semuanya terasa hampa, hari2 yang kulalui masih terasa gelap tanpa cahaya.
"Nay turut berdukacita ya".
" Iya Gas makasi".
"kmu yang sabar yah, yang tabah, aku yakin kamu pasti kuat".
" Iya gas makasi".
Jam pulang pun tiba, benar2 dunia terasa gelap tiada cahaya, kakakku pun melamun sepanjang hari merenung sendiri semoga ada pencerahan ya Tuhan.
__ADS_1