CINTA UNTUK NONA MUDA STARLA

CINTA UNTUK NONA MUDA STARLA
Bab 2/CINTA UNTUK NONA MUDA STARLA


__ADS_3

Pvo


Byian pun pergi dari lantai 2 sebelum pergi ia tersenyum dan berkata"menarik"ucap tersenyum manis.


Lalu pergi kearah lantai 3 dengan cepat , sebelum ada yang tau.


Setibanya di lantai 3 dia pun keruang rahasia lalu mengganti pakaian nya yang kotor karena geng pembully tadi.


"Geng pembully ya" ucap briyan sambil tersenyum misterius.


Dia pun memakai kaca matanya culun lalu keluar dari ruangan rahasia, pergi menuju kantin karena masih jam istirahat.


Sesampainya di kantin semua siswa/siswi menatap kearahnya, briyan yang sadar akan di tatap semua siswa/siswi lalu menatap dirinya dari atas sampai bawah.


"Itu bukannya anak baru yang dibully oleh geng artena ya" bisik-bisik semua siswa/siswi.


"Bener itu dia, pantas aja dia dibully lihat penampilan nya dari atas sampai bahwa" ucap salah satu siswa dengan nada mengejek.


Briyan hanya menundukkan kepalanya dan bersabar akan ejekkan semua siswa/siswi.


Tiba-tiba


Ada seseorang datang dan menepuk bahunya dengan pelan, "angkat kepala mu jangan menundukkan nya" ucap seseorang yang berada dibelakangnya, briyan merasa familiar dengan suara itu pun menoleh kearah belakang dia dibuat terkejut dengan sosok yang dia kenal berada dihadapannya.


"Starla, kenapa dia ada di belakangku" batin briyan dan juga sangat senang karena wanita yang menepuk bahunya adalah wanita yang menyelamatkan tadi.


"Jangan takut ada aku disini" ucap ku berbisik kearah lelaki yang ku selamatkan tadi.


Starla pun menatap keseluruh siswa serta siswi dengan tatapan tajam.

__ADS_1


Lalu berkata"kalian jangan macam-macam dengan dia, jika kalian masih sayang nyawa kalian"ucapku berteriak sampai semua melihat dan menatapku dengan menunduk kan kepala mereka, serta sahabat nya terkejut akan suara starla itu.


Bukan karena suaranya yang berteriak tapi baru kini melihat ketuanya membela lelaki asing yang bahkan belum kenal sama sekali.


Briyan mematung dan terdiam baru kali ini ia mendapat perlindungan dari seorang wanita selain ibunya.


Mereka semua terdiam dan mematung seketika kantin yang tadi ramei setika menjadi hening dan sunyi.


"Dengar tidak" ucapku berteriak membuat semua yang melamun menjadi terkejut.


"Iya" ucap seluruh siswa/siswi.


"Ayuk kemeja pojok disana ada sahabat sekalian ku perkenalkan dengan mereka " ucapku lembut lalu ku tarik tangannya dengan lembut.


Belum sempat briyan menolak eh sudah ditarik.


Briyan pun duduk disamping starla dengan menundukkan kepalanya.


"Jangan takut kami tidak akan memakan mu" ucap sahabat starla sekaligus anggota geng scorpio


"Vin jangan membuatnya takut" ucapku datar dan menatapnya dengan tajam.


"Maaf starla bukan maksud ku membuat takut dia" ucap vin sambil menunjuk kearah briyan dengan dagunya.


"Berkenalan lah dengannya " jawab ku dengan datar.


"Ok, ketimbang aku di makan sama singa begini" gumam vin masih terdengar oleh ku, aku pun menatap tajam kearahnya.


Melihat ekspresi ku lalu dia memalingkan wajahnya lalu berkata"hmm, kenalin nama gue Vina biasa di panggil vin gue sahabat starla"ucap vin dengan nada ramah.

__ADS_1


"Ok, tinggal gue nama gue viona gue juga sahabat starla sambil mengedipkan matanya" ucap vion sambil mengedipkan matanya, tiba-tiba ia mersa merinding lalu menatap kearah ketuanya yang sudah menatapnya dengan tajam.


"Rasain lho vion lihat ketua natap lho kaya mau makan lho" ucap vin berbisik-bisik ke vion.


"Lho jangan nakutin dong" ucap vion sambil berbisik-bisik ke vina.


"Lho sih jangan gatel kan ditatap tajam sama ketua" ucap bisik-bisik.


"Lanjut" ucapku datar


"Gue rion sahabat starla, Vina dan viona" ucap datar.


"Kalau gue arvin ganteng sekolah ini dan juga sahabat mereka " ucap narsis sambil menatap sahabatnya , lalu ia menatap ketuanya itu yang menatapnya dengan malas.


"Kalau aku briyan " ucap briyan mengangkat kepalanya dia pun menatap kearah seseorang yang ia kenal.


Siapa dia?


Tiba-tiba rion terkejut orang yang culun itu adalah sepupuhnya, ingin rasanya mengejek nya tapi harus tahan.


"Aduhhh kenapa ada sepupu laknat sih disini" batin briyan gelisah.


Lalu rion pun menarik tangan briyan .


"Starla gue pinjam dia sebentar" ucap rion datar sambil menarik tangan briyan.


"Hmm, tapi jangan lho apa-apain ya" ucap starla dengan datar.


Mereka pun segera pergi menjauh dari kantin.

__ADS_1


__ADS_2