CINTA UNTUK NONA MUDA STARLA

CINTA UNTUK NONA MUDA STARLA
Bab 3/CINTA UNTUK NONA MUDA STARLA


__ADS_3

Briyan vs Rion


Mereka sudah menjauh dari kantin lalu membawa briyan ke arah kamar mandi laki-laki.mereka pun mulai berbincang-bincang di dalam kamar mandi.


"Seorang briyan ervano sanjaya berubah dirinya menjadi sosok yang culun" ucap rion dengan nada mengejek.


Briyan yang melihat rion yang mengejek nya hanya menatapnya malas.


"Hahahahahh, seorang tuan muda dari keluarga sanjaya berubah menjadi pria yang culun serta di bully di sekolah" ucap rion mengejek serta tertawa ketika melihat penampilan sepupuhnya dari atas hingga kebawah.


"Sudah selesai mengejekku" ucap briyan datar dengan menatap tajam kearah kak sepupuhnya.


Seketika rion pun terdiam ia tau bagaimana sifat briyan karena mereka berdua bersahabat dari kecil hingga kini.


Ia tak tau kenapa briyan menjadikan diri nya culun , saking penasaran nya ia pun bertanya kepada sepupuhnya.


"Hem, kenapa kamu ubah penampilanmu dengan berdandan menjadi culun" ucap rion serius.


Ketika sifat rion serius disitulah briyan sedikit takut dengan kak sepupuhnya itu ia pun memalingkan wajah nya dan berkata. "Aku ingin tau siapa pelaku, yang melakukan pembullyan disekolah ini " ucap briyan dengan memalingkan wajah. Rion yang mendengar itu sedikit bingung dengan sikap adik sepupuhnya itu.


"Untuk apa " ucap rion serius dengan nada penasaran.ia heran kenapa bisa adik sepupuhnya ingin tau tentang pembullyan disekolah ini.


"Kau tau kan tentang Bima arga " ucap briyan dengan serius dan menatap tajam ke sembarangan arah.

__ADS_1


Seketika itu pula rion diam, ia dia tau tentang Bima sahabat mereka berdua yang masuk rumah sakit 1 tahun yang lalu karena kasus pembullyan disekolah ini. Hingga kini Bima masi dalam keadaan koma,


Banyak yang mengira bahwa Bima terjatuh dengan tak sengaja di atas gedung sekolah tapi mereka salah Bima terjatuh bukan karena tak sengaja namun ada seseorang yang menjatuhkannya dari atas gedung hingga koma.


Rion yang mengetahui itu pun sangat terkejut.


"Tapi kan waktu itu pihak sekolah bilang kalau ia terjatuh karena ia tergelincir air bekas minumannya sendiri" ucap rion dengan bibir sedikit gemetar. "Tentu tidak" ucap briyan yang serius.


"Sebelum pihak sekolah memeriksa cctv gedung sekolah cctvnya sudah dihapus sebagian,lalu memalsukan nya" ucap briyan dengan senyum sinis


"Lalu kau mencurigai siapa? " tanya rion penasaran.


"Oh, tentunya geng artena dan juga geng virgo" ucap briyan datar.


"Tentu tidak kak, mereka sedang bersembunyi" ucap briyan datar.


Lagi-lagi ia terkejut dengan ucapan sangat adik sepupuhnya itu.


"Lebih baik kita bahasnya setelah sampai dirumah dari pada disini" ucap briyan datar. Briyan pun keluar dari kamar mandi lalu melirik kearah cctv yang berada tak jauh darinya seperti ada seseorang yang memantau nya melalui itu. Ketika briyan keluar rion ikut keluar lalu ia melihat kearah cctv yang di samping agak jauh dari kamar mandi tempat mereka berbincang.


"Ternyata adik sepupuh gue tau bahwa ada seseorang yang memantau nya,kau salah cari lawan" batin rion dengan senyum misterius.


Tak terasa 1 jam mereka di kamar mandi

__ADS_1


Rion berlari menghampiri briyan lalu merangkul pundaknya menuju kantin.


Setiba dikantin briyan belum sempat duduk di kursinya tiba-tiba saja starla sudah menariknya.


Starla memutar-mutarkan badan briyan membuat pria itu sedikit pusing, "kamu diapain sama dia " ucap starla dengan lembut sambil menunjuk kearah rion.


"Eh starla gue gak ngapa-ngapain dia , tapi lho yang buat dia pusing" ucap rion dengan nada ketus.


"Eh, sorry gue gak sengaja buat kamu pusing" ucapku lembut membuat sahabatku mengangap menatap diriku yang tak percaya akan kelembutan ku.


"Ini bener starla kan vin coba lho cubit gue atau sekedar khayalan ku saja" ucap viona yang terkejut akan sikap sahabatnya yang datar, tiba-tiba menjadi lembut.


Tiba-tiba saja Vina pun mencubit lengan viona sambil meringis kesakitan.


"Ahhhh, anji* ya lho vin kenapa lho cubit gue" ucap viona yang kesal akan sikap Vina yang mencubit nya.


"Kan lho yang nyuruh gue cubit ya udah gue cubit aja" ucap Vina santay.


"Gak sekeras gitu juga kali" ucap viona sambil menahan kesal dan juga menatap malas Vina.


"Heee, sorry habis nya kan lho yang nyuruh" ucap Vina cengengesan sambil memakan kentang goreng.


"Hmm, udah selesai makan, yuk ke kelas" ucapku dengan datar sambil menarik tangan briyan.

__ADS_1


Mereka pun kembali ke kelas.


__ADS_2