
Keajaiban bisa terjadi di dunia ini. Dan keajaiban bisa terjadi pada beberapa orang yang beruntung. Tidak ada yang tahu, kapan keajaiban itu akan terjadi. Mungkin besok? Atau sekarang?.
Sama hal nya dengan Chu Xing Yue, ia adalah seorang gadis muda yang dilahirkan dari keluarga terpandang. Ia mempunyai paras yang cantik dan manis. Ia juga memiliki bentuk tubuh yang indah dan seksi.
Dengan paras dan bentuk tubuh nya, ia mampu membuat kaum Adam tergoda dengan nya. Tapi ia hanya akan menyukai satu orang dan orang itu adalah kekasih nya.
Selain memiliki paras yang cantik, dan bentuk tubuh yang indah. Ia juga pintar dalam berakting. Tidak hanya itu, ia pintar berbicara beberapa bahasa asing, keterampilan, bakat, melukis, berpuisi, memasak, dan lain sebagainya.
.
.
.
.
Hari ini merupakan hari yang spesial untuk Chu Xing. Dan hari ini adalah hari ulang tahun nya.
Chu Xing mengadakan acara ulang tahun nya di sebuah tepi kolam teratai. Ia memakai gaun berwarna putih, cocok dengan warna rambutnya yang berwarna putih salju dan mata berwarna biru diamond. Tidak lupa, gaun itu di tambah dengan manik manik berbentuk kepingan salju.
***
Chu Xing sekarang berdiri di belakang kue ulang tahun nya yang berbentuk bulat dengan rasa stroberi dan vanilla. Tidak lupa di atas nya terdapat lilin yang berbentuk sebuah Angka. Angka itu merupakan umur Chu Xing sekarang. Tujuh belas tahun adalah umur Chu Xing sekarang.
Tamu yang Chu Xing undang kebanyakan merupakan tuan muda dan nona muda dari keluarga terpandang. Sebenarnya bukan keinginan Chu Xing untuk mengundang tuan dan nona muda tersebut, melainkan Ayah dan Ibu nya.
Ayah nya yang bernama Chu Feng, adalah seorang CEO dari perusahaan nya. Dan perusahaan nya merupakan perusahaan sukses di dalam maupun luar negeri. Dan sedangkan Ibu nya yang bernama Chu Yung, merupakan seorang desainer terkenal. Gaun yang Chu Xing pakai sekarang merupakan rancangan Ibu nya sendiri.
***
Semua undangan yang di undang hadir di tempat, dan ada pula yang tidak di undang. Tapi Chu Xing tidak mempersalahkan hal tersebut. Karena bagi nya, itu hanya masalah kecil dan juga ia ingin hari ini merupakan hari yang sempurna.
Di sebelah kanan nya, terdapat kedua orang tua nya. Dan tidak lupa, di sebelah kiri nya terdapat sahabat nya Fu Cing Cing dan kekasih nya Lang Bing Lu.
Karena semua tamu undangan hadir di tempat, jadi acara pun di mulai.
Acara di mulai dengan tiup lilin. Nyanyian tiup lilin dari para tamu undangan pun mulai terdengar. Chu Xing meniup lilin yang berbentuk tanggal ulang tahun nya tersebut.
Setelah selesai meniup lilin, acara di mulai dengan potong kue. Kue di potong menjadi empat bagian. Kue pertama Chu Xing kasih ke Ibu nya, kue kedua ia kasih ke Ayah nya, kue ketiga ia kasih ke sahabat nya, dan kue keempat ia kasih ke kekasih nya.
****
Acara yang berupa tiup lilin dan potong kue akhirnya selesai. Dan sekarang para tamu undangan mulai memberikan kado yang di bawa mereka kepada Chu Xing. Chu Xing menerima kado tersebut, dan di antara kado kado itu, yang membuat ia tertarik adalah sebuah kado berbentuk persegi kecil dengan bungkus berwarna coklat dan pita putih.
Kado itu langsung Chu Xing simpan di dalam tas milik nya. Para tamu undangan semua menikmati acara tersebut. Begitu pun dengan sahabat dan kekasih nya.
Bing Lu mengajak Chu Xing untuk berdansa. Dan Chu Xing pun menerima ajakan tersebut. Satu tangan Bing Lu melingkari pinggang ramping Chu Xing, dan satu nya lagi menggenggam telapak tangan Chu Xing.
Mata nya yang berwarna Coklat muda bertemu dengan mata milik Chu Xing yang berwarna biru diamond. Mereka saling bertatapan, dan alunan musik pun menyala. Mereka berdansa di tengah tengah kerumunan orang di sana.
Kerumunan orang yang merupakan tamu undangan, mulai mencari pasangan untuk berdansa. Dan mereka pun ikut berdansa, mengikuti alunan musik.
__ADS_1
Semua nya bahagia dan bersenang senang, dan itu seperti yang di harapkan Chu Xing.
.
.
.
.
Hari sudah mulai gelap, dan para tamu undangan semua sudah pulang ke rumah masing masing. Hanya tersisa Chu Xing, Cing Cing, Bing Lu, kedua orang tua Chu Xing, dan pembantu.
Chu Xing, Cing Cing, dan Bing Lu duduk di sebuah tempat seperti pos ronda dengan alas sebuah tikar. Kedua orang tua Chu Xing berada di restoran dekat kolam teratai tersebut. Sedangkan para pembantu membersihkan sisa acara tadi.
****
Chu Xing mengeluar kan kotak usang tadi, dan merobek bungkusan cokelat itu. Ia membuka kotak tersebut dan menemukan satu buah gelang giok berwarna putih dengan aksesoris di tengah berbentuk bulan sabit.
Chu Xing mengambil gelang giok itu, dan menemukan sebuah gulungan kecil. Gulungan tersebut merupakan sebuah kertas usang. Chu Xing mengambil kertas tersebut, kertas itu sedikit rapuh, jadi Chu Xing memegang nya dengan hati hati. Ia membuka gulungan tersebut, dan membaca nya dalam hati.
Arahkan gelang giok tersebut di bawah sinar bulan sabit.
Di tempat sepi dan di bawah pohon besar. Jangan menyesal setelah apa yang terjadi.
Jalani apa adanya dan lakukan apa adanya.
Boleh merubahnya sesuai kehendak mu.
Ikuti instruksi yang ada, dan jangan tidak mengikuti instruksi tersebut.
Chu Xing bingung dan penasaran dengan maksud dari isi kertas tersebut. Jadi ia meminta izin untuk ke toilet pada Cing Cing dan Bing Lu. Bing Lu dan Cing Cing hanya mengangguk menanda setuju.
Chu Xing mulai berjalan ke arah toilet. Tapi bukan ke toilet nya, melainkan mengikuti instruksi dari gulungan kertas tersebut. Ia berjalan menuju pohon besar dekat dengan kolam teratai sambil membawa tas selempang nya.
Chu Xing sampai di bawah pohon besar, dan malam ini bulan nya berbentuk bulan sabit.
Chu Xing mengeluarkan gelang giok itu, dan memakai nya, mengarahkan gelang tersebut ke arah sinar bulan sabit.
Chu Xing menunggu apa yang akan terjadi. Tapi tidak terjadi apa apa. Chu Xing merasa di permainkan dan melepas gelang tersebut. Saat ingin melepas gelang itu, sinar yang sangat terang terpancarkan dari gelang tersebut. Chu Xing merasa pusing dan mual dengan cahaya yang sangat terang itu. Mata nya mulai kabur, dan sampai ia pingsan. Tergeletak di tanah, dan tiba tiba Chu Xing menghilang bersamaan dengan gelang giok itu.
.
.
.
.
Chu Xing membuka mata nya, dan ia mendapati bahwa dirinya berada di tempat yang asing. Tempat itu terbuat dari kayu. Dinding berwarna cokelat muda dan lantai berwarna cokelat muda. Sakit dan bingung, itulah yang di rasakan Chu Xing sekarang. Chu Xing melamun, menatap langit langit ruangan itu.
"Nona... nona..." Suara lembut membuat Chu Xing tersadar dari lamunan nya. Chu Xing menengok ke arah samping kanan, dan mendapati seorang gadis muda yang berpakaian seperti pelayan.
__ADS_1
Gadis itu menunjukkan wajah khawatir saat Chu Xing tersadar. "Akhirnya nona sadar!" Ucap gadis itu. "Hamba akan memanggil tabib kerajaan, nona bisa istirahat terlebih dahulu." Tambah nya.
Chu Xing mencegat gadis itu dengan menggenggam pergelangan tangan nya. "Tunggu!" Ucap Chu Xing. "Siapa kamu?" Tambah nya.
Gadis itu kaget dengan pertanyaan yang diajukan oleh Chu Xing. "Nona, hamba adalah pelayanan nona satu satunya. Masa nona tidak ingat?!" Ucap gadis itu. Chu Xing menggeleng kepala menandakan tidak tahu. Gadis itu pasrah dan mulai memperkenalkan diri nya. "Hamba adalah Ning Ma, pelayan nona satu satu nya. Nona bisa memanggil hamba dengan sebutan Ning." Ucap nya.
"Baiklah. Kamu boleh pergi." Chu Xing melepaskan genggaman nya dan membiarkan Ning pergi memanggil tabib.
Tidak lama, Tabib kerajaan pun tiba bersama dengan Ning. Tabib itu berjalan ke arah ranjang yang di tiduri Chu Xing. Dan memeriksa nya.
Tabib kerajaan itu berdiri dan menghampiri Ning. Tabib itu memberi sebuah salep herbal. Tabib itu menjelaskan kondisi Chu Xing sekarang, tidak lupa tabib itu menjelaskan bagaimana Chu Xing hilang ingatan. Ning mengangguk menandakan paham dengan ucapan tabib tersebut.
Ning mengantar Tabib itu keluar ruangan, dan kembali lagi ke ruangan. Ning menghampiri Chu Xing yang masih terbaring di ranjang. Ning meminta izin pada Chu Xing untuk mengoles kan salep herbal tadi untuk mengobati memar di jidat nya, yang di sebabkan oleh terbentur pohon besar. Itu lah mengapa Ning kaget saat nona nya melontarkan pertanyaan tadi. Chu Xing hanya diam di obati.
.
.
.
.
Ning sudah selesai mengoles kan salep tadi di kening Chu Xing.
Ning yang melihat nona nya ingin duduk langsung menghampiri Chu Xing. Membantu Chu Xing duduk.
Saat Chu Xing duduk, ia mendapati sebuah wajah dengan paras yang cantik terpantul oleh cermin di depan nya. Chu Xing berdiri dan duduk di kursi cermin itu.
Chu Xing mengelus wajah dan memegang pipi nya. Chu Xing sekarang tahu, bahwa dia menempati tubuh seorang gadis yang telah meninggal karena terbentur keras oleh pohon besar. Gadis itu bernama Chu Xing Yue,ia bermarga Chu, dan ia adalah seorang putri bungsu dari keluarga kerajaan Chu. Ia juga seorang gadis lemah, dan sering di tindas oleh ketiga saudari nya. Ia di sayang oleh permaisuri kerajaan tersebut.
"Hm. Nama nya sama kaya aku, wajah nya lumayan mirip, warna mata sama, bibir nya berwarna pink muda dan... Bentuk tubuh nya juga bagus." Ucap Chu Xing.
"Apa aku melakukan perjalanan waktu?" Ucap Chu Xing dalam hati. "Ah ya! Aku ingat bahwa aku melakukan perjalanan waktu karena sebuah gelang giok! Dan kalau ingin kembali harus mencari gelang giok itu lagi!" Tambah nya dalam hati.
"Ah, sudahlah. Sambil mencari gelang tersebut, mending aku keluar dulu." Ucap Chu Xing dalam hati. "Penasaran gimana pasar tradisional di zaman kuno!?" Tambah nya.
Chu Xing kembali berdiri, berjalan menuju sebuah lemari pakaian. Ia mengacak acak isi dari lemari tersebut. Dan akhirnya ia menemukan sebuah baju khas zaman kuno. Berwarna biru dan putih dengan manik manik berbentuk bulan.
Chu Xing mengganti pakaian yang ia pakai tadi dengan pakaian yang baru di sebuah penghalang kayu bergambarkan sebuah burung Phoenix.
Chu Xing keluar dari ruangan itu, dan saat di dekat pintu keluar Chu Xing memberitahu dan melarang Ning untuk ikut dengan nya.
Ning mengangguk menandakan paham. Chu Xing berlari keluar menuju pintu keluar kerajaan. Chu Xing menengok ke kanan dan kiri, melihat apa kah ada penjaga atau tidak.
"Fyuh, untuk gak ada penjaga nya!" Ucap Chu Xing.
"Pasar tradisional di zaman kuno, aku datang!"
Bersambung...
Berikan cinta kalian dengan, vote atau favorit kan novel ini, komen dan beri masukan ya.
__ADS_1
Jangan lupa dukung terus Author yang masih amatiran ini untuk berkarya ^_^