
"Pasar tradisional di zaman kuno, aku datang!"
----
Chu Xing sekarang berada di pasar tradisional, Chu Xing berjalan dari toko ke toko, tidak ada yang ia beli, hanya melihat lihat.
Sampai di toko kue, Chu Xing mulai tertarik untuk membeli nya, tapi sayang Chu Xing tidak mempunyai uang, karena ia hanya berencana untuk melihat lihat. Jadi ia terus berjalan melewati toko toko itu, dan secara tidak sengaja ia sampai di sebuah danau. Di tengah danau itu, terdapat sebuah pulau kecil yang di isi dengan pohon beringin dan rerumputan.
Chu Xing tertarik untuk mendatangi tempat itu, ia mulai mencari jalan untuk ke sana. Ia mendapati jembatan kecil melengkung, tanpa pikir panjang Chu Xing berjalan ke arah jembatan itu, menginjak kayu kayu jembatan tersebut. Dan akhirnya ia sampai di tengah danau itu.
Chu Xing berlari menuju pohon beringin itu, ia duduk dan mengambil batu kecil di sekeliling nya, melempari batu itu ke danau untuk menghilang kan rasa lelah nya sehabis perjalanan tadi.
Chu Xing merebahkan diri nya di antara rerumputan dan bunga bunga, menatap langit yang di penuhi awan. Mata Chu Xing mulai mengantuk. Ia tidak tahan dengan rasa kantuk itu dan tertidur dengan memeluk kaki nya.
.
.
.
.
Di sisi lain, seorang wanita tua berjalan menuju kamar Chu Xing bersama dua pelayan nya. Salah satu pelayan mengetuk pintu kamar Chu Xing. Di dalam hanya ada Ning, Ning yang mendengar ketukan itu langsung membuka pintu. Ia kaget melihat permaisuri ada di depan nya, ia menunduk kan Kepala nya menandakan hormat
"Salam untuk permaisuri Chu Mei Ye." Ucap Ning.
"Di mana cucu ku?" Tanya permaisuri Mei yang menunjuk pembicaraan ke arah Chu Xing Yue. "Apa dia ada di dalam?" Tambah nya.
"Maaf permaisuri, Nona Chu Xing sedang tidak ada." Jawab Ning sopan.
Permaisuri Mei kaget, biasa nya Chu Xing Yue kalau mau keluar rumah pasti meminta izin pada nenek nya yaitu Permaisuri Mei. "Dimana dia?" Tanya permaisuri Mei.
"Hamba tidak tau di mana Nona berada di mana, ia hanya bilang ingin berjalan jalan, dan melarang hamba untuk ikut." Jawab Ning sopan.
Permaisuri Mei memanggil penjaga gerbang, penjaga gerbang yang di panggil langsung menunduk kan kepala nya menandakan hormat.
"Salam untuk permaisuri Mei." Ucap penjaga itu sopan.
"Di mana cucu ku?" Tanya permaisuri Mei ke penjaga gerbang itu.
"Hamba tidak tau permaisuri." Jawab Penjaga itu dengan sedikit takut.
Permaisuri Mei yang melihat getaran di tubuh penjaga itu, mulai kesal dengan penjaga gerbang tersebut, di saat ia bertugas tapi dia malah tidak ada berjaga.
"Di mana kamu saat kamu sedang bertugas menjaga?!" Tanya Permaisuri Mei kesal.
"Ham..hamba tadi ada urusan sebentar, jadi hamba meninggal kan pekerjaan sementara. Dan hamba tidak tau kalau nona Chu Xing keluar dan tidak mengabari Permaisuri." Jawab Penjaga itu jelas dengan rasa takut.
Permaisuri Mei memanggil beberapa pengawal kerajaan untuk mencari keberadaan Chu Xing. Dan pengawal itu hanya mengangguk menanda kan bahwa mereka paham.
"Dan kamu!" Sebelum pergi, permaisuri Mei berbalik ke arah penjaga tadi. "Tadi kamu bilang kamu meninggalkan pekerjaan sementara kan!? Lebih baik kamu meninggalkan pekerjaan mu, untuk selamanya!" Ucap permaisuri Mei dan langsung berbalik bersama dengan dua pelayan nya tadi.
.
.
.
__ADS_1
.
Di sisi danau, Chu Xing masih tertidur pulas, sampai ia terbangun karena ada sesuatu yang menggelitik di leher nya, ia duduk dan melihat se ekor kucing putih yang sedang mengelus kan kepala nya. Chu Xing menggendong kucing itu kepangkuan nya.
"Aaa, lucu nya." Ucap Chu Xing gemas dengan kucing itu. "Apa aku bawa pulang ya?" Pikir nya.
Saat mengucap kan kata pulang ia teringat bahwa ia tidak tau jalan pulang, yang hanya ia pikir kan tadi hanya jalan jalan. "Uuuhhh, gimana nih?!" Khawatir nya. "Kalo tau akan terjadi hal gini, mending aku ajak deh Ning ikut bersama ku deh." Tambah nya.
Di tengah lamunan nya, ia tak sadar bahwa ia sedang di lihat dari atas pohon oleh seorang pemuda. Pemuda itu hanya menatap dingin ke arah Chu Xing.
"Aaaahhh." Chu Xing menggaruk kepala nya kesal, dan pemuda itu tertawa kecil melihat tingkah laku Chu Xing. Walaupun tawa itu kecil tapi tetap bisa terdengar, karena wilayah di danau itu tenang. " Siapa itu?" Chu Xing menengok ke kanan dan kiri tapi tidak ada, dan saat ia menengok ke atas, ia mendapati pemuda itu sedang duduk di batang pohon yang besar.
"Siapa kamu?" Tanya Chu Xing.
"Yah, ketahuan deh." Pemuda itu turun dan menghampiri Chu Xing yang masih duduk dengan kucing di pangkuan nya. "Padahal mau lihat gimana selanjut nya?!" Ucap pemuda itu.
"Siapa kamu?!" Chu Xing mengulang pertanyaan yang sama pada pemuda itu.
"Aku?"
"Iya, nama anda siapa tuan?"
Pemuda itu terkekeh dengan jawaban yang dilontarkan oleh Chu Xing, padahal banyak sekali wanita yang mengenal nya.
"Kita kan gak saling kenal nona." Jawab pemuda itu masih terkekeh
"Ada pepatah yang mengatakan, 'Tak kenal maka tak sayang'. Maka dari itu, kalau gak kenal harus kenalan dong." Ucap Chu Xing ke pemuda itu.
Pemuda itu hanya bisa terkekeh mendengar jawaban yang di berikan Chu Xing.
"Baiklah." Jawab Chu Xing setuju. "Nama saya adalah Chu Xing Yue. Marga keluarga saya adalah Chu." Ucap Chu Xing menjelaskan.
"Hm, Masa sih?" Ucap pemuda itu tidak yakin. "Nona dari keluarga kerajaan kah?" Tambah nya.
"Iya Tuan. Sekarang giliran Tuan yang memperkenal kan diri." Ucap Chu Xing memerintahkan pemuda itu untuk memperkenalkan diri nya.
Pemuda itu hanya bisa menghela nafas dan mulai memperkenal kan diri nya. "Nama saya adalah Ye Yuan Chi. Marga keluarga saya adalah Ye." Ucap pemuda itu.
"Oooohhh."
Pemuda itu sedikit kaget dengan respon yang di beri oleh Chu Xing. Biasa kalau wanita lain langsung memberi respon yang kaget, tapi dia malah merespon nya dengan santai. "Hm, Wanita yang cukup menarik." Ucap Yuan Chi dalam hati.
Tidak lama setelah perkenalan itu, Chu Xing dan Yuan Chi mendengar suara bisik di pasar. Yuan Chi hanya diam dan sedang kan Chu Xing berlari menuju pasar itu sambil menggendong kucing tadi di tangan nya.
"Aku pergi ya. Sampai jumpa!" Ucap Chu Xing sambil melambai kan tangan nya ke arah Yuan Chi.
Yuan Chi membalas lambaian tangan Chu Xing, dan kembali loncat ke batang pohon beringin tadi.
----
Chu Xing sekarang berada di pasar, dan melihat beberapa pengawal kerajaan mencari sesuatu.
"Apa ketemu Nona Chu Xing?" Ucap pemimpin pengawal kerajaan itu.
"Tidak Tuan. Kami tidak menemukan nya!" Ucap salah satu pengawal kerajaan.
Mendengar mereka menyebut nama 'Chu Xing' membuat nya menghampiri pemimpin pengawal kerajaan itu. Pemimpin pengawal kaget, dan langsung memberi perintah agar berhenti mencari. Chu Xing pun di persilahkan masuk ke sebuah kereta kuda. Kereta kuda itu melaju menuju kerajaan.
__ADS_1
----
Chu Xing sampai di kerajaan pada saat hari mulai petang. Ia turun dari kereta kuda, dan berjalan masuk ke kerajaan. Saat sudah di pintu, ia di kaget kan dengan keberadaan permaisuri Mei.
"Cucu ku. Kamu kemana saja?" Ucap Permaisuri Mei khawatir. "Nenek khawatir tau." Tambah nya.
Chu Xing kaget saat bahu nya di pegang oleh permaisuri Mei. "Aku hanya berjalan jalan saja kok nek." Ucap Chu Xing menjelas kan.
"Syukur lah. Lain kali jangan bikin nenek khawatir ya?"
"Baik nek!" Jawab Chu Xing.
"Kalau begitu, sekarang kamu masuk kamar dan siap siap." Ucap permaisuri Mei.
"Siap siap? Untuk apa nek?"
"Nanti malam akan di adakan jamuan. Semua pangeran dan putri dari kerajaan lain akan hadir. Jadi pakai baju yang cantik ya." Jelas permaisuri Mei.
"Oke. Oh ya nek."
"Kenapa cucuku?"
"Boleh gak aku... Pelihara kucing di sini?" Tanya Chu Xing ragu ragu.
"Tentu boleh dong. Yasudah sana, siap siap!" Usir permaisuri Mei.
Chu Xing mengangguk menandakan setuju. Ia berjalan menuju kamar nya.
-----
Chu Xing sampai dan mendapati Ning yang tengah menyapu halaman depan kamar. Ning yang melihat nona nya sudah pulang, langsung memberi hormat dengan menunduk kan kepala nya. Chu Xing tersenyum dan memberi kan perintah menjaga kucing nya, dan ia masuk ke kamar nya.
.
.
.
.
Sesampai nya di kamar, Chu Xing membuka lemari pakaian, dan mengacak acak isi lemari itu, mencari pakaian yang akan ia kenakan.
Chu Xing akhirnya menemukan baju yang pas yaitu baju berwarna putih dengan manik manik berbentuk kepingan salju. Chu Xing melepaskan pakaian nya yang tadi ia kenakan dan kembali mengenakan pakaian yang baru di balik penghalang kayu tadi.
****
Chu Xing selesai mengganti pakaian nya, dan berjalan menuju meja rias. Ia merias wajah nya dengan make up yang tipis dan tanpa lipstik. Azahra mengambil jepitan rambut berbentuk kepingan salju dan mengenakan nya.
"Aku pengen lihat gimana pangeran dan putri zaman dulu! Apa mereka sama seperti di zaman modern atau tidak."
"Perjamuan kerajaan aku datang"
Bersambung...
Berikan cinta kalian dengan, vote atau favorit kan novel ini, komen dan beri masukan ya.
Jangan lupa dukung terus Author yang masih amatiran ini untuk berkarya ^_^
__ADS_1