Cinta Yang Berakhir Amnesia

Cinta Yang Berakhir Amnesia
3. Perjamuan kerajaan


__ADS_3

"Perjamuan kerajaan aku datang!"


----


Hari sudah gelap. Dan ini saat nya perjamuan di mulai. Di perjalanan menuju ruang perjamuan, Chu Xing di jadikan bahan bicaraan oleh beberapa Putri dan pangeran. Chu Xing tidak menghiraukan nya, ia terus berjalan melewati mereka, di samping nya terdapat Ning yang tengah menggendong kucing yang tadi ia temukan di danau. Chu Xing memberi nama pada kucing nya Muffin.


"Ning, kamu duluan aja yah!"


"Nona mau kemana?" Tanya Ning.


"Tenang kok, aku cuman mau keliling kerajaan, mau cari suasana yang tenang." Ucap Chu Xing. "Kalau perjamuan nya mau di mulai, kasih tau sama aku. Aku ada di kolam teratai." Tambah nya.


"Baik Nona!"


Chu Xing berjalan meninggal kan Ning dan   berjalan menuju kolam teratai.


----


Sesampai nya di kolam teratai, Chu Xing duduk bersandar di sebuah pohon besar, di dekat kolam teratai itu. Chu Xing menghela nafas dan memejamkan mata nya sebentar.


"Hah. Di mana aku mencari gelang itu!?." Gumam nya.


"Gelang apa?" Suara pemuda yang ia kenal, membuat Chu Xing menengok ke atas pohon besar itu. Dan benar saja, pemuda itu adalah Ye Yuan Chi. Ia duduk di batang pohon besar.


"Yuan Chi?!"


Yuan Chi turun dari pohon, dan langsung menghampiri Chu Xing. "Eh. Teryata masih ingat sama aku!" Ucap Yuan Chi. "Ku kira kita gak akan ketemu lagi!" Tambah nya.


"Kan tadi siang udah ku bilang 'Sampai Jumpa!', pastilah nanti akan ketemu lagi!" Ucap Chu Xing. "Ngapain disini?" Tanya nya.


Yuan Chi duduk di sebelah Chu Xing. Chu Xing menggeser badan nya sedikit menjauh dari Yuan Chi.


"Aku ini kan pangeran." Ucap Yuan Chi santai.


"Hah?! Pangeran?" Chu Xing sedikit kaget dengan apa yang diucapkan Yuan Chi.


"Iya dong!" Ucap Yuan Chi. "Saya ini pangeran kedua dari keluarga kerajaan Ye." Jelas nya.


"Ohhhhh. Saya baru tahu." Ucap Chu Xing santai. "Terus di sini mau hadirin perjamuan?" Tanya Chu Xing.


"Yap. Kalau kamu ngapain di sini?"


Chu Xing menutup wajah nya karena kesal sebelum memulai berbicara.


"Kamu lupa sama aku?"


"Gak dong Nona. Tapi serius deh, kamu beneran Putri bungsu dari keluarga kerajaan Chu?" Tanya Yuan Chi penasaran.


"Yah, begitulah." Ucap Chu Xing sambil mengangkat bahu nya.


Mereka berdua berbincang bersama, tanpa menyadari ada yang memperhatikan mereka dari kejauhan.


.


.

__ADS_1


.


.


"Awas aja kamu Chu Xing! Aku gak akan biarin kamu dekat dengan Yuan Chi!" Ucap seorang gadis muda.


****


Mereka berdua berbincang tanpa henti, dan akhirnya mereka berhenti saat ada seseorang yang memanggil.


"Nona nona!"


"Ada apa Ning?" Ucap Chu Xing.


"Saya di perintah kan oleh permaisuri Mei, untuk mengantar Nona ke perjamuan! Dan sebentar lagi, perjamuan nya akan di mulai Nona." Ucap Ning.


"Bilangin sama nenek. Ntar aku ke sana nya nanti aja!" Jawab Chu Xing.


"Tapi Nona..." Tidak sempat Ning mengatakan apa yang ingin ia katakan, ucapan nya terpotong.


"Jangan maksa Nona. Jika Putri Chu Xing bilang nanti, ya pasti nanti ia akan datang." Ucap Yuan Chi yang dari tadi hanya di abaikan. "Dan tenang saja, Chu Xing ke sana bersama dengan ku." Tambah nya.


Chu Xing mengangkat satu alis nya tidak percaya.


Ning yang melihat Yuan Chi langsung membungkuk kan badan nya menandakan hormat.


"Salam Pangeran Yuan Chi."


"Tuh lihat. Dia aja yang seorang pelayan saja tahu kalau aku ini seorang pangeran, masa kamu yang seorang putri gak tahu sih?" Ucap Yuan Chi.


"Gak dong. Cuman hal kecil seperti ini untuk apa marah." Ucap Yuan Chi.


"Kamu duluan aja Ning. Bilangin nanti ke sana kok. Misalnya gak datang berarti aku lagi males." Jelas Chi Xing.


"Baik Nona."


Ning pergi meninggal kan Yuan Chi dan Chu Xing berdua.


"Ayo." Ajak Yuan Chi.


"Kemana?"


"Bukannya kamu bilang ke sana nya barengan sama aku?!"


"Bukan aku yang bilang pertama kali." Ucap Chu Xing. "Tapi ya sudah lah. Ayo!" Tambah nya.


Yuan Chi berjalan di depan, sedang kan Chu Xing berjalan di belakang. Menjaga jarak dengan Yuan Chi, agar tidak di jadikan bahan obrolan orang lain.


Yuan Chi yang sadar bahwa Chu Xing menjaga jarak dengan nya, mencoba untuk menanyakan alasan Chu Xing.


"Hei. Kenapa jaga jarak sih?"


"Aku gak mau di jadikan bahan obrolan!" Jawab Chu Xing jelas. "Jadi mendingan cepetan aja deh jalan nya. Dan jaga jarak!" Tambah nya.


"Oh ya. Nanti kamu jangan duluan masuk ke ruangan. Aku dulu ya. Tunggu beberapa menit baru masuk, biar gak ada yang curiga!" Ucap Chu Xing.

__ADS_1


Yuan Chi menghela nafas tidak percaya bahwa orang yang sekarang ada di belakang nya ini tidak ingin dekat dekat dengan nya. Biasa banyak orang yang ingin dekat dengan nya, tapi malah Yuan Chi jauhi atau jaga jarak dengan mereka.


"Oke."


.


.


.


.


Seperti kesepakatan tadi, Chu Xing masuk duluan ke dalam ruang perjamuan.


Seperti dugaan, acara sudah di mulai dari tadi. Dan saat ini adalah acara minum minum. Chu Xing di tatap tajam oleh beberapa putri di sana. Ia melangkah masuk tanpa menghiraukan tatapan tajam mereka.


Chu Xing duduk di pojok dekat Ning, dan satu menit kemudian Yuan Chi datang. Duduk di sebelah Chu Xing di pojok.


"Ngapain kau duduk di dekat ku." Bisik Chu Xing.


"Gak ada tempat duduk yang kosong lagi. Jadi terpaksa deh." Bisik Yuan Chi.


"Terpaksa kata mu!" Geram Chu Xing.


Tanpa mereka sadari, mereka di pantau dari arah pojok kiri oleh seorang gadis muda, melihat Yuan Chi dan Chu Xing.


"Ggrrr. Awas aja kamu Chu Xing!" Geram gadis muda itu sambil menggenggam sebuah gelas.


Semua orang berbincang bincang sambil minum arak.


Tak terasa, hari sudah larut malam. Para pangeran dan putri pulang ke kerajaan mereka masing masing. Begitu pula dengan  Yuan Chi. Ia kembali ke kerajaan nya.


.


.


.


.


Chu Xing sekarang sedang berjalan menuju kamar nya yang berada di halaman belakang. Chu Xing di dampingi Ning dan Muffin di samping kanan nya menuju kamar tersebut.


Mereka sampai di depan pintu kamar Chu Xing. Ning membuka pintu kamar itu dengan di dorong pelan. Chu Xing masuk dan mengambil Muffin dari Ning. Ning memberikan Muffin pada Chu Xing, dan langsung keluar kamar tersebut. Ia berjalan ke arah kamar untuk pelayan.


Sekarang hanya tinggal Chu Xing dan Muffin. Chu Xing menaruh kucing nya di bawah dengan alas sebuah bantal. Chu Xing mengacak acak isi lemari, dan mengambil pakaian untuk tidur. Ia membuka pakaian yang tadi ia kenakan, dan mengenakan pakaian tidur nya di penghalang kayu bergambar burung Phoenix.


Chu Xing berjalan menuju ranjang nya. Ia merebahkan diri nya di ranjang dan mulai memejamkan mata nya.


"Semoga besok hari yang indah dan tidak ada masalah."


Bersambung...


Berikan cinta kalian dengan, vote atau favorit kan novel ini, komen dan beri masukan ya.


Jangan lupa dukung terus Author yang masih amatiran ini untuk berkarya ^_^

__ADS_1


__ADS_2