
"Semoga besok hari yang indah dan tidak ada masalah."
----
Malam telah berganti pagi, suara burung berkicau mulai terdengar. Chu Xing bangun dari tidur nya, ia meregang kan badan nya dan berjalan ke arah Muffin. Ia menggendong nya, dan tidak lama setelah itu Ning datang dengan membawa nampan di atas tangan nya.
"Selamat pagi Nona, hamba membawakan sarapan untuk Nona."
"Taruh saja di meja. Oh ya, makanan buat Muffin mana?"
"Ada Nona."
Ning meletakkan sepiring ikan di lantai untuk makanan yang akan di makan oleh Muffin. Chu Xing menurunkan Muffin yang tadi ia gendong ke lantai, Muffin berjalan cepat menuju piring yang berisi ikan tadi.
"Ning siapkan pakaian untuk ku."
"Baik Nona."
Chu Xing berjalan menuju ruangan kecil yang tidak lain adalah kamar mandi, di sana ia mendapati satu bak mandi bulat berukuran sedang yang terbuat dari kayu. Ia melepas pakaian nya dan menaruh nya di penghalang yang terbuat dari kayu. Chu Xing memasukkan badan nya di bak berisi air yang di penuhi kelopak bunga mawar.
****
Tidak lama kemudian, Chu Xing keluar dari bak itu, dan meminta Ning untuk mengantar kan pakaian yang telah di siap kan tadi. Chu Xing mengambil pakaian itu dan memakai nya di penghalang kayu tadi. Chu Xing keluar dari kamar mandi, dan berjalan menuju meja rias. Ia duduk dan mulai merias diri nya, ia mengaplikasikan bedak di wajah nya dengan tipis, tidak lupa ia menyuruh Ning untuk menata rambut nya menjadi ikat kepang. Bibir nya yang berwarna pink muda itu tidak memerlukan lipstik lagi. Dengan pakaian berwarna pink dan putih dengan manik berbentuk bunga, di tambah dengan rambut yang di kepang satu, menambah kan kesan manis pada diri nya.
Sehabis merias diri, Chu Xing berjalan menuju meja yang di atas nya berisi makanan untuk ia santap sebagai sarapan. Chu Xing duduk di bangku dan mulai mengambil makanan di meja itu. Ia mulai mengambil dari Sayur kangkung, ikan, nasi, dan minuman. Ia menghabiskan sarapan itu dengan cepat dan membiarkan Ning membersihkan sisa sarapan nya tadi.
Chu Xing berdiri dari bangku yang tadi ia duduki, dan berjalan menuju pintu keluar. Tidak sempat ia membuka pintu itu, terdengar ketukan dari pintu keluar itu, di balik pintu terdapat seorang wanita yang tidak lain adalah Saudari Kedua dari pemilik tubuh yang Chu Xing tempati sekarang.
Tok tok tok
Chu Xing membuka pintu tersebut dan mendapati Chu Fing Yue yang tidak lain adalah nama dari kakak kedua pemilik tubuh sebelum nya, di temani oleh dua orang pelayan di samping kanan dan kiri nya.
"Halo adik Chu Xing." Ucap Chu Fing dengan senyum palsu di wajahnya.
__ADS_1
Tubuh Chu Xing mulai bergetar tanpa alasan. "Mungkin karena pemilik tubuh sebelum nya takut terhadap nya." Ucap Chu Xing dalam hati. Chu Xing mulai menenangkan diri nya dengan menarik nafas panjang dan menghembus nya dengan pelan.
Chu Xing hanya diam tidak merespon ucapan Chu Fing sambil melihat senyum palsu yang di buat oleh Chu Fing. Chu Xing tahu bahwa itu adalah sebuah senyum palsu, karena di zaman nya ia tahu bahwa perbedaan senyuman mana yang tidak di buat buat atau palsu.
Pelayan yang melihat tingkah Chu Xing mulai berteriak kesal karena tidak menghormati Nona nya yaitu Chu Fing.
"Kenapa kamu tidak ber..."
Ucapan pelayan itu terpotong oleh Chu Fing yang takut rencana nya ketahuan.
"Diam kamu! Adik Chu Xing, maaf atas ketidak sopanan pelayan Kakak." Ucap Chu Fing terpaksa.
"Tidak apa apa!"
"Kalau gitu, adik Chu Xing mau menemani kakak ini berbelanja?!"
Chu Xing tahu bahwa perempuan yang di depan nya ini sedang melakukan sebuah rencana, tapi Chu Xing tidak tahu apa yang di rencanakan nya. Jadi ia menyetujui ajakan Chu Fing untuk menemani nya berbelanja.
"Baik lah... Kak Chu Fing."
"Terima kasih!"
Chu Xing berjalan di samping Chu Fing sambil menjaga jarak dengan nya. Dua pelayan yang tadi, di perintah kan oleh Chu Fing untuk tidak mengikuti mereka. Begitu pula Ning, ia di perintah kan untuk tidak ikut oleh Chu Fing, sebenar nya Chu Xing ingin Ning ikut bersama nya, tapi Chu Fing yang memaksa untuk berjalan berdua saja.
Mereka berdua terus berjalan dan akhirnya mereka sampai di pasar tradisional. Chu Fing menarik tangan Chu Xing menuju ke arah toko perhiasan. Chu Fing membeli beberapa perhiasan di sana, sedangkan Chu Xing hanya diam, tidak tertarik untuk membeli perhiasan perhiasan tersebut.
Setelah membeli perhiasan mereka berdua berjalan dari toko perhiasan menuju toko pakaian. Mereka berdua masuk ke dalam toko itu. Setelah masuk ke dalam toko itu, mereka di sambut oleh beberapa pegawai toko tersebut. Chu Fing mencoba berbagai pakaian di sana, sedangkan Chu Xing hanya melihat lihat. Setelah mencoba beberapa pakaian di sana, akhirnya Chu Fing membeli empat set pakaian. Pakaian pakaian tersebut adalah keluaran terbaru. Chu Fing membayar pakaian tersebut dengan koin emas.
Mereka berdua keluar dari toko pakaian itu, berjalan lurus melewati toko toko yang ada. Sampai mereka melihat orang orang berkumpul di sebuah danau yang pernah Chu Xing kunjungi.
"Saat nya menjalankan rencana!" Ucap Chu Fing dalam hati.
Chu Fing menarik tangan Chu Xing dengan kasar dan berjalan mendekat menuju danau. Chu Fing berpura pura melihat orang orang yang tengah melukis danau itu. Saat yakin tidak ada yang melihat mereka, Chu Fing mendorong Chu Xing ke danau. Karena Chu Xing dari awal tidak tahu apa rencana yang di jalan kan oleh Chu Fing, jadi ia terjatuh ke dalam danau tersebut. Orang orang yang mendengar suara air saat Chu Xing terjatuh, mulai mencari sumber suara tersebut.
__ADS_1
"Tolong tolong... Adik saya terjatuh ke dalam danau itu." Teriak Chu Fing.
Orang orang yang tadi melukis, langsung mendekati danau tersebut. Seorang lelaki berenang ke dalam danau itu, mencari Chu Xing, tapi Chu Xing tidak ada di dalam danau itu. Lelaki itu naik ke permukaan danau itu.
Chu Fing tersenyum miring, ia mengharapkan melihat mayat dari Chu Xing yang sudah mati tidak bernyawa.
"Putri Chu Fing, orang yang anda cari tidak ada di dalam danau." Ucap lelaki itu.
"A...Ap...Apa?!" Ucap Chu Fing palsu.
Chu Fing memegang kepala nya, dan mulai berakting. Ia pingsan pura pura, orang yang melihat Chu Fing pingsan langsung menghampiri Chu Fing. Sebenarnya dalam hati nya, Chu Fing tidak peduli pada Chu Xing yang tidak ada di danau, yang terpenting bagi nya, Chu Xing menghilang dari pandangan nya.
Di sisi lain danau, terlihat Chu Xing yang terbaring pingsan di tanah bersama seorang lelaki muda dan tidak lain adalah pangeran Yuan Chi. Teryata pangeran Yuan Chi lah yang menyelamatkan Chu Xing. Chu Xing yang sebenarnya bisa berenang, terhalang oleh jeratan di kaki nya. Yuan Chi yang sebelumnya melihat Chu Xing terjatuh ke dalam danau, dengan cepat berenang ke dalam danau tersebut. Jadi orang orang tidak melihat Yuan Chi menyelamatkan Chu Xing.
"Ugh..."
"Udah bangun nona?!" Ucap Yuan Chi.
"Yuan Chi!"
"Iya ini aku, tadi kamu tenggelam di danau. Dan aku yang menyelamatkan mu."
"Kenapa aku bisa tenggelam ya?"
Chu Xing berfikir sejenak dan mulai mengingat siapa yang mendorong nya.
"Chu Fing! Awas aja kamu!"
Bersambung...
Berikan cinta kalian dengan, vote atau favorit kan novel ini, komen dan beri masukan ya.
Jangan lupa dukung terus Author yang masih amatiran ini untuk berkarya ^_^
__ADS_1