Cinta Yang Mengekang

Cinta Yang Mengekang
Part 1


__ADS_3

Hai guys jumpa lagi dengan author πŸ–οΈπŸ–οΈπŸ–οΈ


jangan lupa like dan komen okeyπŸ‘Œ


typo bersebaran di mana mana jadi buat para pembaca tolong di tandai ya agar bisa aku perbaiki


.


.


.


πŸ‚πŸ‚πŸ‚


7 TAHUN KEMUDIAN


Seorang pemuda yang kini telah berusia dua puluh empat tahun sedang duduk di kursi kebesarannya sambil menatap laporan yang di berikan oleh anak buahnya.


"Braak!!!!"


"Apa apaan ini!" teriak sang pemuda bermata hitam pekat tersebut sambil menggebrak meja kerjanya.


"Bagai mana bisa kau lalai dalam menjalankan tugas mudah seperti ini. Hanya untuk menjaga seorang gadis saja kau bisa kecolongan hingga ada pemuda lain yang menyatakan cintanya kepada gadisku"ucap sang pria dengan wajah merah karena menahan emosinya.


"Ma..maaf tuan muda saya benar benar telah melakukan kesalahan"ucap pemuda tersebut atau lebih tepatnya sang asisten Billy Davidson.


"Tapi tuan muda saat itu nona muda tidak berselingkuh ataupun berkencan dengan pemuda tersebut. Melainkan hanya kerjasama antara bisnisnya. Sehingga saya tidak terlalu membatasi keseharian nona muda"lanjut sang asisten yang mulai membela dirinya.


"Kau pikir aku peduli!." kata sang tuan muda dengan nada ketus.


"Baik tuan muda mulai saat ini saya akan membatasi segala aktifitas yang dilakukan oleh nona muda". kata asisten yang mulai memberi jalan keluar agar permasalahan tersebut cepat terselesaikan.


"Heem"Arkan hanya berdehem saja dan kembali melanjutkan laporannya


"Saya permisi tuan muda"pamit Billy yang langsung berjalan ke luar ruangan sang majikan. Namun Arkan sama sekali tidak menanggapi ataupun meliriknya.


Ya sosok pemuda yang sedari tadi terus memarahi anak buahnya karena tidak bisa menjaga sang tunangan dengan benar sehingga kini gadis kecilnya yang sedang berada di negara kelahirannya tersebut sedang berduaan dengan pemuda lain di sebuah restoran.Pemuda dengan garis wajah yang datar tersebut ialah seorang Arkan Erlangga Smith pemuda dengan sejuta pesona.Seorang remaja yang kini telah menjadi pemuda yang tampan dan gagah.Ia kini telah sukses dalam mengembangkan bisnis milik keluarganya yang berada di Amerika.Saat ini ia sedang berada di perusahaannya.


Setelah sang asisten keluar.


"Haa!" Arkan membuang nafas beratnya dan berusaha menenangkan pikiran yang berkecamuk di kepalanya ia masih terlalu kesal jika mengingat laporan yang di bawa oleh Billy. Bagai mana bisa pemuda tersebut menyatakan cinta kepada gadisnya yang sudah ia ikat dengan tali pertunangan.


"sepertinya aku tidak bisa hanya berdiam diri saja di sini"*batin Arkan yang kemudian beranjak dari tempat duduknya dan berjalan menuju pintu keluar.


πŸ‚πŸ‚πŸ‚

__ADS_1


Di sebuah mesjid tampak seorang gadis yang memakai gamis simpel berwarna maron dan pasmina berwarna serupa dengan bajunya. Gadis tersebut baru saja menyelesaikan kewajibannya dan sekarang akan kembali melanjutkan perjalanannya untuk kembali kerumahnya. Rania Katlein Dirgantara gadis kecil yang kini telah beranjak dewasa. Gadis yang kini berusia 17 tahun itu baru saja pulang dari panti asuhan untuk sekedar memberikan makanan ringan dan bermain bersama anak-anak panti.


"Ha!" kaget seorang wanita. Rani tidak pergi sendiri ke panti asuhan melainkan bersama sahabatnya di pesantren Annisa Mayang Sari. Tepat pada saat ia lulus di usianya yg ke 12 tahun ia dimasukkan kedalam sebuah pesantren agar bisa memperdalam ilmu agamanya hingga di usianya yang ke 15 ia mulai membuka usaha toko baju, dan kini tokonya tersebut sudah berkembang pesat di Indonesia.


Ia juga di kenal sebagai desainer muda yang sangat ramah.


"Astaghfirullah!" kaget Rania


"Ih kamu ini ngagetin aja sih"ucap Rania sambil memukul bahu Annisa.


"Hehehe" cengir Annisa


"Abisnya kamu dari tadi aku liatin bengong aja sih. Emang lagi mikirin apaan sih?" tanya Annisa


"Ga lagi mikirin apa apa kok" jawab Rania


"Oooh ya udah yuk kita pulang "ajak Annisa sambil menggandeng tangan Rania. Rania hanya mengikuti saja tanpa banyak protes.


πŸ‚πŸ‚πŸ‚


Dan disinilah dua orang pemuda tampan berada di bandara internasional Soekarno-Hatta. Setelah menempuh waktu 26 jam akhirnya mereka tiba di tanah kelahirannya tepat pada pukul empat tiga puluh sore.Arkan Erlangga Smith pemuda tersebut kembali ke Indonesia untuk menemui sang tunangan Rania Katlein Asyifa Dirgantara gadis kecil yang dirindukannya dalam tujuh tahun belakangan ini.


⚫ Bandara internasional Soekarno-Hatta



"Tuan muda mari kita berangkat mobilnya telah tiba tuan" kata Billy ketika ia melihat mobil sedan milik keluarga tuannya sudah terlihat dihadapan mereka. Ya perjalanan dari kediaman keluarga Smith dengan bandara internasional Soekarno-Hatta cukup memakan waktu 2 jam lebih


"selamat datang kembali tuan muda" kata sang sopir sambil membungkukkan sedikit badannya.


"Hem"Arkan tidak menanggapi melainkan hanya berdehem saja. Lalu ia memasuki mobil yang sudah di bukakan pintunya oleh sang asisten.


πŸ‚πŸ‚πŸ‚


"Assalamualaikum Bunda" ucap seorang gadis ketika ia melangkahkan kakinya kedalam rumah milik keluarganya dan melihat ibunya yang sedang menuruni tangga. Ia pun menghampiri sang ibu lalu mengecup tangan wanita yang sudah melahirkan dan membesarkannya dengan penuh kasih sayang dan cinta.


"Walaikum salam. Ck Rania kamu ini dari mana saja sih Bunda tungguin juga ga pulang-pulang di telepon juga ga diangkat bikin Bunda cemas aja"kata sang ibu sambil berkacak pinggang dan menunjukkan wajah garangnya agar membuat sang anak takut.


Tapi sepertinya hal tersebut tidak berpengaruh terhadap putrinya yang kini sedang terkekeh atas perkataannya.


"Hehehe...Ya maaf bunda tadi tuh Nia abis dari panti asuhan terus berhenti di mesjid buat sholat terus berangkat lagi buat cari makan terus HP Rania mati di jalan ter....."


"Terusssss kamunya nyungsep.capek bunda dengerin penjelasan kamu kebanyakan terusnya". kata sang ibu yang tampak semakin kesal ketika mendengar penjelasan putrinya


"Ada apa ini kok ribut-ribut" kata seorang pria yang berusia empat puluh sembilan tahun tersebut atau lebih tepatnya Bramantyo Zulkifli Dirgantara ayah dari ketiga anak tersebut kini sedang menuruni tangga. Sambil menatap dua bidadari yang sangat di cintanya.

__ADS_1


"Ayah!!!"pekik Rania sambil berlari menuju ayahnya dan masuk kedalam pelukan sang ayah.


"Ayah kapan pulangnya? kok gak ngabarin Nia? biar bisa Nia buat kejutan buat kembalinya ayah? atau ayah ga sayang lagi sama Nia makanya gak mau ngasih tau". Ujar Rania dengan menggebu-gebu dan menampilkan wajah sedihnya.


"Kamu ini selalu aja berpikir negatif" ucap Bram sambil mengelus kepala Rania yang tertutup oleh Khimarnya.


"Ayah baru aja pulang. Ini aja ayah baru selesai ngangkat koper-koper yang ayah bawa kedalam kamar. Lagian kamu ini dari mana saja Hem? kata Bunda nomor kamu ga bisa di hubungi. padahal Bunda mau ngajak kamu buat jemput ayah di bandara". Jelas Bram terhadap putri semata wayangnya. Ia baru saja kembali dari Batam setelah sebulan jauh dari keluarganya untuk mengurus anak cabang perusahaannya yang berada di sana. Awalnya ia ingin agar putra pertamanya Aditya saja yang mengurusnya namun hari keberangkatannya bertepatan dangan keberangkatan Aditya ke Swiss untuk melakukan kerjasama dengan perusahaan swara. Sedangkan putra keduanya Satria hingga kini masih berada di Bandung untuk melakukan tugas militernya di sana.


"Ya udah yuk siap-siap kita makan malam di luar malam ini" lanjut sang ayah.


"Beneran yah" tanya Rania yang masih belum percaya dengan ajakan ayahnya.


"Iya. Beneran" Bram tampak memperlihatkan wajah tegasnya agar putrinya tersebut percaya.


"Ya udah. Ayah sama Bunda tungguin di mobil aja Rania sebentar doang kok" ujar Rania agar kedua orang tuanya tidak lelah menunggunya.


πŸ‚πŸ‚πŸ‚


Pukul 19.00 WIB


Setalah melakukan sholat di salah satu mesjid kini Rania dan kedua orang tuanya sedang berada di sebuah restoran sederhana namun sangat pas untuk berkumpul bersama keluarga karena suasananya yang nyaman. Rania kini terlihat sedang melihat- lihat makanan yang ingin di pilihnya.


"Mbak"panggil Sarah kepada seorang pelayan wanita yang sedang berada di dekat mereka.


"Ada yang bisa saya bantu Bu?" tanya sang pelayanan tersebut.


"Ibu ingin memesan apa saja?"tanya sang pelayanan ketika ia melihat di meja tersebut belum ada makanan.


" saya mau pesan nasi goreng special satu soto ayam satu jus jeruk dua" ujar Sarah dan pelayanan tersebut pun mencatatnya.


"Ada yang mau dipesan lagi" tanya pelayanan tersebut untuk memastikan.


"Rania kamu ingin makan pa sayang?" tanya sang ibu ketika melihat putrinya masih sibuk melihat-lihat menu makan tersebut.


"Saya mau pesan Nasi putih satu ayam bakar satu lalapan satu gurame cabe ijo satu, minumnya limun tea sama air putih satu udah itu aja" ujar Rania dengan ramah.


pelayan tersebut pun mencatat semuanya dan kembali ke dapur.


"Kamu ini makanya selalu banyak tapi badannya ga besar-besar"tutur sang ayah namun hanya di tanggapi cengiran saja oleh Rania.


Assalamualaikum para pembaca gimana nih kabarnya baik-baik ajakan pastinya...


Asal author tuh dari Aceh kalau para pembaca dari mana aja nih asalnya


sampai jumpa lagi di part selanjutnya

__ADS_1


Bay Bay πŸ–οΈπŸ–οΈπŸ–οΈ


saleum dari Aneuk Nanggroe Aceh


__ADS_2