
Assalamualaikum semuanya
selamat malam
.
.
.
Selamat membaca
πππ
Sekembalinya Rania dan Riska dari kafe. Mereka kembali dengan kesibukan mereka masing-masing. Tanpa terasa kini sudah pukul 12 .06 WIB yang menadakan sudah waktunya makan siang.
Kring..kring. kringπΆπΆ
Terdengar suara ponsel yang berada di samping Rania berdering menandakan adanya panggilan masuk.
Rania melihat siapa yang meneleponnya. Dan ketika ia tahu bahwa yang meneleponnya Annisa. Rania segera mengangkat telepon tersebut.
π±"Assalamualaikum" terdengar suara lembut yang mengucapkan salam dari sebrang telepon.
π±"Walaikum salam. Gimana kabarnya baik?" jawab Rania dan memberikan pertanyaan balik kepada Annisa.
π±"Alhamdulillah baik. Kamu gimana kabarnya?"Annisa kembali bertanya balik.
π±"Alhamdulillah sehat wal Afiat. Ada apa Nis, tumben-tumbenan nelpon aku di jam-jam segini"heran Rania. karena biasanya Annisa akan mengikuti acara pengajian bersama di saat jam segini hingga nanti tiba waktu Zuhur.
π±"Iya hari ini tuh aku lagi kosong jadwal, jadi ga tau mau ngapain. Makanya aku nanya kamu dimana biar aku jemput kita makan siang di luar gimana bisa ga" ujar Annisa
π±"Aku lagi di butik ini baru aja mau keluar buat makan kalau gitu biar aku otw kesana. Ga usah pakek di jemput aku juga bawa mobil kok. Kita ketemuan aja di kafe pelangi kayak biasanya gimana" tanya Rania memastikan
π±"okey" ucap Annisa.
π±"Ya udah Assalamualaikum". lanjut Annisa
π±"walaikum salam" jawab Rania dan mengakhiri panggilan tersebut lalu ia beranjak keluar dari ruangannya.
πππ
Setelah bertemu dengan Rania persaan Arkan kina jadi jauh lebih baik. Bahkan tak ada sedikitpun kendala yang dihadapinya. Kini ia baru saja menyelesaikan meeting dengan beberapa kliennya yang berada di Indonesia.
"Billy setelah ini apa ada lagi yang harus ku tanda tangani?" tanya Arkan kapasan sang asisten yang baru saja masuk ke dalam ruangannya.
"Setelah bertemu dengan nona muda suasana hati tuanmenjadi sangat baik. Hingga sangat bersemangat dalam mengerjakan pekerjaannya"*batin asisten Billy.
"Billy!"panggil Arkan dengan suara yang sedikit tinggi.
"Setelah ini anda hanya perlu menandatangani beberapa dokumen lagi setelahnya tidak ada lagi tuan muda" jawab Billy.
Arkan hanya menganggukkan kepalanya saja. Dan kembali mengerjakan beberapa laporan yang masih belum selesai.
__ADS_1
"Tuan muda ini data-data calon sekretaris yang melamar pekerjaan" ucap Billy sambil meletakkan setumpuk dokumen tentang calon sekretaris untuk tuan muda.
"Kau pilihkan saja mana yang akan menjadi sekretarisku.
Aku serahkan masalah itu kepadamu" ucap Arkan Tampa menoleh sedikitpun kepada dokumen tersebut.
"Baik tuan muda" Ucap Billy dengan kembali mengangkat dokumen tersebut dan beranjak keluar. Namun ketika ia hendak membuka pintu suara Arkan kembali terdengar.
"Billy carikan yang pria. Aku tidak ingin gadisku cemburu ketika melihatku bersama wanita lain selain dirinya". Jelas Arkan dengan senyum yang sangat tipis di bibirnya.
"Baik tuan" ucap Billy dan kembali melangkahkan kakinya menuju ruangannya.
πππ
"Jadi tunangan kamu udah kembali dari Amrik" tanya Annisa ketika ia mendengar bahwa tunangan sang sahabat telah kembali dari Amerika.
Kedua gadis tersebut sedang berada di kafe pelangi. kafe yang banyak di datangi oleh para remaja seusia mereka.
"He em. Tadi pagi aja dia baru ngunjungin butik aku buat cari baju muslimah yang cantik buat tunangannya. katanya sih begitu". tutur Rania.
Ya Annisa adalah salah seorang gadis yang mengetahui siapa tunangan Rania Karen sahabatnya itu sudah menceritakan tentang pertunangannya dan menunjukkan foto pertungan mereka kepadanya.
"Terus-terus gimana tanggapan kamu" tanya Annisa dengan semangat empat lima.
"Ya aku juga berdermalah, kamu tau ga aku ngomong ke dia gimana" ujar Rania sambil menaik turun kedua alisnya.
"Gimana-gimana?" tanya Annisa penasaran.
"Ekhem ".
"Hahahaha... Ya Allah aku gak kuat lagi, rasanya mau jungkir balik aja" Annisa tertawa terbahak-bahak ketika mendengar penuturan Rania.
"Habisnya aku kesel banget tau. Coba aja dia ngehubungi aku dan bilang kalau dia mau aku desain baju Couple buat kita berdua jadi aku ga perlu pusing mikirin yang paling cantik dan sesuai buat dia sama tunangannya itu kan. Dan aku juga gak kaget atau syok gitu pas liat dia secara tiba-tibakan". jelas Rania dengan panjang lebar.
"Hehehe.... Mungkin dia tuh mau kasih kamu surprise gitu loh. Biar nampak keren gitu" hibur Annisa agar sahabatnya tak lagi bad mood.
"Kejutan apanya, Yang ada aku yang jantungan" ujar Rania dengan perasaan yang masih dongkol.
"udah Zuhur nih kita sholat dulu yuk" ajak Annisa yang di angguki oleh Rania.
πππ
Sementara Arkan yang baru saja menyelesaikan pekerjaannya tersebut sedang membereskan barang-barangnya ia akan segera pulang dan beristirahat dengan tenang.
kring..kringπΆπΆ
Terdengar suara ponsel yang berdering menandakan ada panggilan masuk di ponsel milik Arkan.
π±"Halo mi ada apa" tanya Arkan pada sang mami yang berada di sebrang telepon.
π±"Arkan nanti pukul 4 sore kamu harus sudah pulang ya" kata sang mami kepada Arkan.
π±"Ada apa mi" tanya Arkan
__ADS_1
π±"Malam ini tuh kita akan berkunjung ke rumah tunangan kamu loh. kita bakal makan malam di sana".
Seketika Arkan menjadi semakin bersemangat untuk segera kembali kerumahnya dan menyiapkan dirinya untuk bertemu dengan gadisnya.
π±"Iya mi" Jawab Arkan.
π±"Pokoknya kamu jangan pulang ke malaman atau mami tinggal". Ancam sang mami lalu segera matikan telepon tanpa mendengar jawaban dari putra semata wayangnya.
Arkan hanya dapat menggelengkan kepalanya ketika sang mami mematikan panggilan Seva sepihak.
πππ
15 .20 WIB
Rania tampak baru saja menyelesaikan sholat Ashar nya dan kini gadi tersebut sedang mengulang-ulang kitab pelajaran nya saat di pesantren agar tidak lupa.
"tok tok tok"
Terdengar suara ketukan pintu dari luar. Membuat Rania harus menghentikan kegiatannya tersebut dan beranjak membuka pintu.
"cklek" ketika pintu terbuka terlihatlah sang Bunda yang sedang berdiri di balik pintu dan tersenyum manis kala melihat putrinya membuka pintu.
"Ada apa Bunda?" tanya Rania.
"Kamu siap-siap sana malam ini kita kedatangan tamu penting. Jadi kamu harus udah siap saat waktu makan malam tiba" Ujar sang Bunda dengan ceria.
"Emang tamunya siapa sampai-sampai Nia harus siap-siap sebelum waktu makan malam". tanya Rania yang tampak penasaran.
"Udah Nia jangan banyak nanya. Nanti lama-lama kamu bisa jadi kayak Dora deh, mending sekarang kamu bersihin diri kamu sana" ujar sang Bunda sambil mendorong tubuh Rania agar segera masuk ke dalam kamarnya.
Rania pun pergi membersihkan tubuhnya setelah beberapa saat ia keluar hanya dengan menggunakan piayama tidur dan kembali melanjutkan mengulang-ulang kitabnya tersebut. Sambil menunggu tibanya waktu Maghrib.
Setelah menyelesaikan sholat Maghrib Rania kembali mengganti pakaiannya dengan gamis simpel berwarna cokelat dengan Khimar segi empat bermotif bunga.
Setelah merasa cukup Rania segera melangkahkan kakinya ke lantai bawah untuk menuju ruang tamu dan menyapa tamu-tamu yang di katakan oleh sang Bunda tersebut.
"Rania sini sayang kok malah berdiri di situ sih" panggil Marsha ketika ia melihat calon menantunya yang hanya berdiri di kaki tangga.
"Mami gimana kabarnya kok gak ngabarin Rania sih kalau mau kesini" Ujar Rania dengan wajah cemberut yang membuatnya tampak sangat menggemaskan.
Marsha yang mendengar penuturan Rania hanya terkekeh saja dan melirik ke arah putranya yang sedari tadi hanya diam memandangi wajah tunangannya terus-menerus.
"Ekhem" deh Kevin ketika ia tahu apa yang sedang di perhatikan oleh putranya.
"Sepertinya kita tidak bisa menunda lebih lama lagi pernikahan mereka. Jika tidak akan terjadi Zina mata yang selalu memandang" lanjut Kevin dengan bermaksud menyindir sang putra yang tidak peduli sama sekali akan deheman nya.
Yang hanya di tanggapi kekehan oleh Bram dan anggota keluarga lainnya.
"Papi benar!...Bagai mana jika dua Minggu dari sekarang kita melakukan akad, dan satu bulan setelahnya melakukan resepsi pernikahan. Bukan kah itu tidak terlalu terburu-buru untuk di jalankan". Jelas Arkan secara tiba-tiba kepada orang tuanya dan calon mertuanya. Yang mana hal tersebut membuat semua orang yang berada di situ diam tanpa suara.
Halo semuanya ποΈποΈ
Buat kalian jangan lupa like dan komen ya
__ADS_1
Saleum dari Aneuk Nanggroe Aceh π