
Setelah dua hari berlalu akhirnya dimas pun akan pulang dari penerbanganya ia pulsing tanpa memberi tau kekasihnya dan ia langsung menuju butik nya namun ia tidak masuk ia malah menghubungi toko alika tersebut.
Dimas " permisi saya ingin memesan baju pertunanan bisa "
karyawan " tentu..? bapa ingin membuat janji temu atau bapa yang akan datang kebutik.?
Dimas " saya tidak bisa membuat janji tolong saja bikinkan baju tertunangan untuk minggu depan "
karyawan " baik pak, nanti akan saya diskusikan dengan atasan saya , pesanan atas nama siapa..??
Dimas " atas nama raja "
Karyawan " baik pak, terima kasih pesanannya "
Selesai dengan pesanannya ia memasuki ruangan alika yang bertepatan dengan karyawan yang ingin memasuki ruangan alika.
Dimas " sayang..... "
Alika yang sedang berkutik dengan pekerjaannya ia pun menjadi kaget " Ya ampun sayang ko kamu udah pulang..? " sambil berjalan memeluk dimas
Dimas " heheh , aku engga ikut penerbangan yang pulang sayang aku beli tiket "
Alika " Ya ampun, sayang banget dong uang kamu yang padahal mah nungguin jadwal kmu aja pulang nya"
Dimas " ya engga Papa dong yang uang mahh bisa dicari " karna tau bahwa hal terselubung dari kekasihnya tersebut
Alika " jadi kamu tetep beliin aku oleh - oleh engga, heheheh "
Dimas pun tertawa " ya engga lah yang kan uang nya udah dibeliin tiket buat aku pulang "
Alika " tu kan aturan kamu itu pulang nya nanti aja "
Dimas " ya engga dong sayang aku cuman bercanda, ada ko nanti kalo kamu udah selesai ikut pulang sama aku ya"
Alika pun tersenyum lalu menganggukan kepala , namun karyawan alika menghentikan acara rindu merindukannya karna ada hal yang Di perlu dibicarakannya karyawannya.
__ADS_1
Karyawan " permis bu, tadi ada pesanan baju bu "
Alika " lalu.?? kapan janji temu nya.?
Karyawan " kata yang mesen terserah gimana non aja asal minggu depan mesti jadi "
Alika " ko gitu sih!! dia buat baju apa..?
Karyawan " baju pertunangan bu "
Alika " ya ampun gila ya tu orang niat gk sihh buat nikah masa sampe segitu nya "
Dimas yang mendengar hal tersebut pun angkat bicara " ya udah yang kamu buat aja kaya yang kamu mau, mungkin mereka sibuk "
Alika " gitu ya yang oke, pesanan atas nama siapa " tanyanya pada karyawannya
Karyawan " pesanan pak raja bu "
Alika " oke kita ambil orderan itu buat bahan biar ika yang pilih "
" itu untuk kamu sayang sabar ya ini akan menjadi kejuatan terindah buat kamu " berbicara dalam hatinya sambil tersenyum.
Setelah selesai dengan segala pekerjaan yang menumpuk dimas dan alika pun bergegas pulang untuk menikmati makan siang diapartem dimas sekalian alika yang dari tadi ingin membuka oleh - oleh yang dibawa oleh dimas.
Dimas " sayang kita ke mini market dulu ya..? "
Alika " iya sayang, emang kamu mau beli apa....?
Dimas " kamu masakin aku cumi ya yang engga tau kenapa rasannya pengen makan cumi "
Alika " oke siap yang, sekalian beli buah sama cemilan buat kamu kalo malem laper "
Karna dimas merupakan anak dari korban perceraian yang menyebapkan ia terbiasa dengan kehidupan yang serba mandiri bahkan sebelum bertemu dengan alika ia tak pernah menggunakan liburnya dan sangat dingin dengan orang lain namun semua itu hilang setelah bertemu walaupun ia bertemu alika bukan dengan cara yang baik.
Ia yang awalnya tidak percaya akan cinta dan pernikahan pun akhirnya melihat bahwa tak selamanya pernikahan itu tidak berakhir dengan perceraian.
__ADS_1
* flashback *
Seorang pria sedang mengemudikan mobilnya dengan cepat entah apa yang terjadi tadi malam sampai ia bisa terlambat bangun padahal sebelumnya merupakan orang yang sangat tepat waktu , namun karna ia mengemubi dengan cepat dan tidak hati - hati ia tak sengaja menabrak mobil mewah yang ada didepannya sampai mobil tersebut menabrak pembatas jalan dimas pun menjadi kaget dan langsung menghampiri Mobil tersebut.
Dimas " Ya Ampun gua nabrak Mobil " sambil bergegas melihat mobil tersebut terlihat didalam mobil seorang wanita dikursi belakang dan seorang laki - laki didepan, warga pun segera mengeluarkan metros dari dalam mobil lalu tak Lama mobil tersebut pun meledak.
Warga bergerak cepat menghubungi rumah sakit , dimas " haii haii jangan tertidur " iya masih sangat syok melihat darah dikepala gadis tersebut. setelah ia mengikuti dan ada dirumah sakit.
Dimas " Dok, tolong dok korban kecelakaan " ia sangat menyesal akan hal tersebut " kumohon bertahanlah kalian jangan membuat ku menjadi pembunuh "
Dokter " iya pak, tolong siapkan ruang oprasi sekarang " mereka pun membawa kedua korban tersebut tak Lama setelah itu terlihat kedua orang tau korban menghampirinya dan langsung memukuli dimas dengan sangat keras.
Putra berlari menuju rumah sakit bersama istri dan anak sulungnya mengetahui bahwa putrinya mengalami tabrakan dan saat ia berjalan dirumah sakit tanpa sengaja ia bertemu polisi dan menunjukan arah dan orang yang telah menabrak putrinya dan tanpa bisa menahan emosinya ia langsung melampiaskannya kepada pria tersebut.
Putra " yehh, dasar Bocah kalo engga bisa bawa mobil jangan bawa mobil " sambil Terus memukuli dimas"
Ani " udah pahh, kasian mending sekrang kita liat putri kita "
Dimas " maaf tuan maafkan saya , saya pastikan saya akan bertanggung jawab "
Putra " tentu kamu harus bertanggung jawab, saya tidak akan melepaskan kamu begitu sampai anak saya kenapa - napa "
Ani " sudah pah kasian dia, dia pun pasti syok " sambil berjalan menghampiri dimas lalu memeluknya.
Dimas dapat merasakan bahwa kedua orang tua tersebut sangat lah baik dalam hati kecilnya ia berharap keluarganya seperti mereka namun semua hanya mimpi belangkan yang tak kan pernah terwujud.
Dimas " maaf maaf nyoya " sambil mengucapkan kata maaf berulang kali sedangkan ani yang melihat tersebut pun langsung memeluk dimas " Tak apa sudah jangan menangis laki - laki harus kuat " namun hal tersebut tergangu oleh bunyi telvon dimas yang merupakan rekannya " kamu dimana..? niat engga terbang udah 20 menit kita tunda gara - gara nungguin kamu " Dimas " sorry gua engga bisa terbang sekarang gua abis nabrak orang sekarang gua lagi dirumah sakit " dan langsung mematikan telvonnya secara sepihak .
Tak Lama setelah itu dokter yang menangani mereka keluar, putra langsung menghampiri dokter tersebut" bagaimana keadaan putri saya dok sama satu orang lagi..? " Dokter " untuk pasien laki - laki sudah dapat melewati masa kritisnya dan hanya tinggal menunggu ia sadar " putra " lalu putri saya dok..? Dokter " maaf untuk putri bapa ia masih belum bisa melewati masa kritisnya dikarnakan benturan yang dialami di kepalanya cukup keras " .
Ani yang mendengar hal tersebut menjadi sangat histeris " paahhhhh Ika pahhh "
Dimas " sabar mahh, ika pasti bisa melewati semua ini ia anak yang kuat mah , lalu bagaimana keadaannya sekarang dok..? "
Dokter " putri bapa koma pak "
__ADS_1
Dimas pun berdiam diri mengdengarkan hal tersebut karna ia terlalu takut , sambil menekuk lututnya ia terus mengucapkan kata maaf berulang kali.....