Cinta Yang Menuntun

Cinta Yang Menuntun
Flashback 1


__ADS_3

Dimas masih terus menangis sambil menekut lututnya putra dan ani yang awalnya menyalahkan dimas pun merasa sangat bersalah karna ia langsung menghakiminya secara sepihak tanpa memikirkan kondisinya sendiri .


Putra " cukup kamu menangis karna kesalahan mu , sebagai seorang laki - laki kamu harus bisa menyelesaikan masalah yang kamu buat " sambil merangkul dimas yang terlihat sangat syok tersebut , Ani pun menghampiri dimas " Tak apa nakk putri kami putri yang kuat" .


Tiga jam berlalu keluarga alika pun sudah mulai tenang namun tidak dengan dimas ia masih tetap berdiri didepan pintu alika ia takut untuk masuk kedalam yang dapat dilihat oleh rey.


Rey " Ayo masuk tak apa jangan merasa bersalah, ini kecelakaan " keluarganya alika tak memperpanjang masalah ini kepolisi karna menurutnya kesehatan putrinya yang lebih utama dan jika menuntut tak akan terjadi apa - apa . Dimas " makasih ya buat keluarga lo yang mau maafin gua "


Rey " Tak masalah kenalin gua rey " sambil mengulurkan tangannya


Dimas " gua dimas " rey pun lalu menarik dimas masuk kedalam kamar adiknya terlihat putra dan ani yang ada disamping seorang wamita .


Ani " sini nakk ,tak apa jangan takut "


Dimas " makasih tante om buat engga perpanjangan masalah ini "


Putra " Tak apa yang sudah biar lah berlalu , kamu pilot.? " karna melihat dimas yang masih menggunakan seragam pilot


Dimas " iya om "


Putra " kamu laki - laki baik nak terlepas dari kecerobohan mu tadi "


Waktu berjalan dengan cepat tak terasa sudah satu minggu gadis cantik itu tertidur, saat ini dimas berniat mengunjungi gadis tersebut karna ia tak mengambil gatahnya untuk terbang dan bosnya pun mengizinkannya karna tau apa yang sedang terjadi.


Dimas sudah ada di depan kamar gadis tersebut dan menghampirinya karna tak ada yang menjaga gadis tersebut karna kedua orang tuanya sedang istirahat.


Dimas " kamu cantik, ku mohon kamu segera bangun aku tak mau menjadi seorang pembunuh " secara perlahan tangan gadis itu pun bergerak dimas langsung memanggil dokter.


Dimas " Dokter cepat periksa keadaanya, ia tadi bergerak "


Dokter " Alhamdulillah, ia telah melewati masa kritisnya tinggal menunggu ia sadar mungkin beberapa jam lagi "


Dimas " baik dok terima kasih " ia pun segera menghubungi keluarga alika, keluarga alika pun segera menuju rumah sakit karna mendapat kabar yang sangat dinantikan.


Dimas menghampiri gadis tersebut " Terima kasih karna kembali lagi " gadis itu pun perlahan membuka mata " mahhh pahh " Dimas " kamu sadar..?? Kenapa ada yang sakit.?? " Gadis itu pun mengelengkan kepalanya lalu berkata " Cogann " dengan suaranya yang belum terdengar jelas sedangkan dimas yang mendengarnya hanya tersenyum .


Ani dan putra telah sampai dirumah sakit dan bergegas menuju kamar anaknya.


Ani " Ya ampun sayang, kamu sadar alhamdulillah "


Alika " iya mahh , kenapa ika disini.? "


Putra " kamu kecelakaan nak, tapi alhamdulillah kamu udah sadar "

__ADS_1


Alika " mahh pah ika mau minum ".


Ani pun mengambil minum dan membantu anak nya minum.


Kedua orang tua pun senang melihat anak nya yang sudah kembali seperti semula walaupun masih belum bisa terlalu berkativitas namun itu menjadi keuntungan untuk kedua orang tuanya melihat bahwa alika bukan lah seorang gadis manis namun ia gadis yang sangat menyukai tantangan .


Alika " mahh mana ka rey..? "


Ani " kaka kamu masih dikantor sayang karna ia yang kerja mengantikan papa kamu, karna selama kamu sakit papa kamu engga kekantor "


Alika pun menganggukkan kepalanya " mahh pahh tadi pas ika bangun ika liat ada cowok loh mahh ganteng "


Putra " itu dimas sayang dia yang nabrak kamu tapi dia juga yang ngerawat kamu " karna putra tak ingin menyembunyikan suatu hal kepada alika


Alika " ohh gitu ya papa , pahh ika dirumah sakit sampai kapan.? kan ika mau wisuda pa "


Putra " besok kamu juga udah bisa pulang sayang, jadi kamu bisa ikut wisudaan "


Alika " bener pahhh, alika bosen disini makannannya engga enak "


Putra dan ani hanya dapat menggelengkan kepala nya melihat anaknya tersebut, dimas telah selesai dengan urusan biaya rumah sakit ia karna ia tak mau keduluan oleh keluarga alika.


Dimas dapat melihat bagaimana keluarga tersebut memperhatikan alika sangat baik berbeda dengan didikan kedua orang tuanya yang terkesan mengacuhkannya, ia pun perlahan membuka pinti kamar tersebut.


Putra " sini nakk, kenalan dulu sama putri om "


Dimas " baik om "


Alika " nama aku alika , panggil aja ika yaa sambil tersenyum "


Dimas " gua dimas "


Ani " sayang kamu jangan manggil nama ya kedimas dia lebih tua dari kamu sayang engga sopan "


Alika " iya mahh , heheh maafin ika ya kak "


Dimas " iya tak apa " nada yang terkesan dingin menurut alika namun kedua orang tua alika tak mempermasalahkan nya karna ia tau dimas merupakan anak yang baik.


Esok harinya dimas telah bersiap untuk membantu alika untuk mengantarkan alika pulang.


Dimas " pagi om tante "


Ani " pagi nak, sini sarapan dulu biar nanti dijalan engga lapar "

__ADS_1


Dimas " makasih tante " sambil menikmati makanannya


Alika " kakk dimas pengangguran ya..?? ko disini terus " sedangkan dimas tak percaya dengan apa yang didengarnya...


Ani " bukan sayang, dimas itu pilot lohh dia cuti buat jagain kamu baik kan "


Dimas hanya tersenyum dab melanjutkan makannya sedangkan alika terus melihat dimas yang sedang makan tersebut sehingga membuat dimas risih.


Ani " sayang kamu ko ngeliatin dimas gitu banget, engga boleh ya sayang nak dimasnya engga nyaman "


Alika " mahh , kaka dimas ganteng jadi ika liatin terus kan ika gk pernah liat yang ganteng apalagi kaya ka dimas " sambil mengedipkan matanya kearah dimas.


Ani " engga boleh gitu ika. mama engga pernah ngajarin kamu centil , maafin alika ya nak " sambil menunjuk kearah dimas


Dimas" tak apa tante " sambil tersenyum karna ia tak tau mesti menjawab apa.


Alika " kaka dimas ganteng ihh mau ngegga jadi pacarnya alika. ika jomlo lohh kak "


Dimas tak menghiraukan ucapan alika yang menurutnya sangat tidak masuk akal , setelah selesai makan dimas pun membantu memindahkan alika kekursi roda karna ia masih belum bisa berjalan dengan baik.


Dimas " kamu diam ya jangan banyak gerak "


Alika " Siap kak"


lalu mendorong perlahan kursi roda alika tersebut...


Alika " ya allah akhirnya gua bisa keluar daro rumah sakit yang engga enak , kak dimas boleh engga nanti kita berhenti dulu ika pengen baso dengan muka yang sangat di buat - buat "


Dimas" engga bisa kamu baru keluar rumah sakit gk boleh makan yang kaya gitu, gk sehat "


Alika " Ya ampun !!!akhirnya kulkas ku berbicara , heheh kaka mah engga asik ahh masa gitu doang engga boleh "


Dimas tak menghiraukan alika ia hanya mendorong kursi alika dengan tengan sesampainya di depan mobil dimas pun berniat memindahkan alika kedalam mobil.


Dimas" kamu diam ya kaya tadi "


Alika " siap kaka, omng - omng kaka tu harus bertanggung jawab ya mana udah meluk - meluk ika lagi dua kali " sambil mengnunjukan jarinya


Dimas" saya tidak meluk kamu ya tapi saya hanya memindahkan kamu "


Alika " pokoknya kak dimas mesti tanggung jawan "


Dimas " baik saya akan bertanggung jawab "

__ADS_1


Ia tak sempat melihat alika yang tersenyum menakutkan karna telah menyiapkan berbagai masalah yang akan selalu dihadapi oleh dimas...


__ADS_2