
Dering telvon membangunkan dimas dari tidurnya ia masih dalam masa cutinya sehingga ia mengunakan waktunya hanya untuk beristirahat.
Alika " Haloo, kak dimas engga lupa kan mau ngaterin ika ke wisudaan?"
Dimas " iya, 30 menit lagi sampai " lalu mematikan telvonya secara sepihak, sedangkan alika yang sedang didandan oleh penata rias " Sebel bangt maen matinn aja "
Dimas pun bersiap mengunkan setelan jas yang warnanya sama dengan batik yang alika gunakan ia bahkan tersenyum jika memikirkannya kembali.
Sebelum nya alika menelvon dimas secara membati buta karna tak pernah mengangkat dan membalas semua telvon dan pesan alika namun bukannya berhenti alika malah semakin sering menghubunginya sehingga mau tidak mau dimas pun mengangkat telvon tersebut.
Dimas " halo" Alika yang mendengar dimas mengangkat telvon darinya pun menjadi sangat senang " Halo kaka, Akhirnya kaka mau angkat telvon alika " Dimas " jadi kenapa..? alika pun bingun dengan pertanyaan yang dilontarkan dimas " kenapa apa kaka..?? yang jelas dong kaka kan ika belum boleh mikir yang berat - berat " dimas menjadi kesal karna namun tetap berusaha menahan amarahnya " kenapa kamu telvon saya..?
alika " ohh gitu kaka, hehehe ika kan mau wisudaan nah ika pengen kaka tanterin ika kebutik ya nanti jam tiga engga pake nolak " Dimas " saya tak punya waktu " alika " ayolah kaka gua tau ko lo tu engga ada kerjaan, intinya kalo kaka engga jemput ika dirumah ika yang keapartemen kaka " sambil menutup telvon dimas.
Waktu menunjukan angka jam 12 sedangkan alika sudah bersiap lengkap dan segera menuju ruang keluarga untuk meminta izin kepada kedua orang tuannya.
Alika " mamah ika pergi kebutik dulu ya buat cari baju wisuda "
Ani " loh sayang ko sekarang..?? nak dimas nya belum jemput..? "
Alika " ika yang bakal jemput kak dimas mahh, heheheh doaim ika mahh biar kaka dimas mau sama ika"
Ani " kamu ini aneh - aneh aja sayang, emng kamu tau rumah dimas nak...?
Alika " engga tau mamh, heheheh "
Ani " terus gimana kamu mau kesana sayang , mamah engga tau rumah dimas mahh tapi coba kamu tanya papa kamu mungkin papa kamu tau "
Alika " siap mahh makasih "
lalu ia menuju ruang kerja papanya terlihat yang sedang sibuk dengan segala berkasnya...
Alika " paphh ika masuk ya.. iya?? "
putra " iya sini nakk, kenapa...? "
Alika " paph tau engga rumah nya kaka dimas? "
Putra " setau papa dimas itu engga punya rumah disini sayang, emng kenpa..? "
Alika " maksud papa ka dimas gembelll!!!! "
__ADS_1
Putra " ya bukan lah sayang, masa pilot jadi gembel maksud papa dimas itu tinggalnya diapartemen bukan rumah "
Alika " ohh gitu pahh, kirain ika kaka dimas itu gembel hehehe mana pahh ika minta alamat nya kaka dimas "
Putra " buat apa sayang..?? "
Alika " ika mau cari baju buat wisuda pengen dianterin sama kaka dimas pap "
Akhirnya alika medapatkan alamat apartemen dimas ia pun segera menuju kesana dengan dianter oleh supir keluarganya setelah sampai didepan gedung apartemen alika terpesona melihat keindahan bangunan tersebut. ia pun bergegas menuju kamar dimas.
Alika pun sudah ada didepan pintu dimas dan langsung menekan bell , sedangkan dimas masih dengan setelah tidurnya pun terbangun dan langsung berjalan menuju pintu untuk melihat siapa yang mengganggu tidurnya
Dimas " Stop, jangan tekan lagi bell nya...!!! kamu siapa.? "
Alika " ihh kaka dimas mahh belum dibuka pintunya ika capek nihh didepan pintu terus "
Setelah mengetahui siapa yang ada dibalik pintu dimaa pun dengan berberat hati membukakan pintunya.
Alika " nahh gitu dong kaka, hehehe "
Dimas " kamu ngapain kesini..? " sedangkan yang ditayannya sudah tak menghiraukannya ia malah lebih tertarik untuk melihat - lihat apartemen dimas,
Dimas " lo janji kan nanti jam 3 kenapa lo kerumah gua..? " Alika tak menghiraukan dimas ia masih melihat sesuatu yang menarik menurutnya.
Alika " kaka dimas banyak banget coklatnya... Oh ya ampun ini coklat yang paling enakk semua, buat ika ya kaka coklatnya "
Dimas " makanlah coklat nya, masih ada waktu satu jam lagi, kamu mau berangkat sekarang apa nanti..? "
Alika " nanti aja kaka ika mau makan coklatnya dulu , tapi ko anehh dirumah kaka banyak banget dapet coklatnya, kaka beli dimana..?
Dimas " Gk pernah beli "
Alika pun berhenti memakan coklat tersebut " ohhh ya ampun saingan gua banyak juga " setelah melihat begitu banyak coklat.
Alika " kaka dimas ika laper heheh tadi belum sempet makan tadi dirumahh "
Dimas " ya tinggal makan , lagian bukannya kamu udah makan 3 coklat ya..? "
Alika " Ya engga lahh kaka itu mah bukan makan tapi nyemil "
Dimas " ada yang nyemil sampe abis tiga " sambil menggelengkan kepala lalu berjalan menuju dapur.
__ADS_1
Ia melihat apakah ada bahan makanan yang bisa ia masak karna ia belum sempat membeli bahan makanan terlebih ia jarang sekali untuk memasak.
Dimas " Ada telur kamu mau..? "
Alika " tenang kaka ika mah pemakan segala jadi engga usah khawatir , hehehe "
Dimas pun memulai memasaknya ia dengan telaten memasak nasi goreng sederhana untuk dirinya dan alika.
Alika " kaka dimas, ganteng dehh ika suka " tapi dimas tidak menanggapi hal tersebut, setelah selesai makan mereka pun bergegas menuju butik untuk memilih baju wisuda.
Arini " ehhh ika, udah dateng "
Alika " iya tante, baju ika udah siap kan..? "
Arini " udah dong, itu siapa kamu ika ganteng bangt
Alika tanpa sungkan mengandeng tangan dimas berkata " ya pacar ika lah tan, udah ahh mana baju ika ika mau cobain "
Arini " sini sayang " sambil membawa setelah baju kebaya yang sangat cantik tetapi mata ika malah tidak bisa melepaskan pandangannya kepada baju pengatin yang sangat indah namun sangat sederhana tersebut.
Alika " tante, ika mau pake baju itu aja " sambil menunjuk kearah baju tersebut
Arini " itu baju tuanangan sayang, kamu kan mau wisuda bukan tunangan "
Alika " engga papa tante ika suka yang ini jadi ika pake yang ini "
Arini " tapi sayang dong jas nya engga kepake nanti "
Alika " emang kata siapa engga bakal kepake tante..? sambil tersenyum kearah dimas arini pun langsung paham apa yang dipikirkan keponakan tersebut.
Arini " kamu itu maen pepet terus sampai dapat " sambil tertawa ....
Akhirnya acara memilih baju selesai dimas pun mengantar alika pulang kerumahnya..
Alika " kaka dimas besok anterin ika wisuda ya. ini jasnya tinggal dipake aja "
Dimas " iya.. "
Hal itu lah yang membuatnya mengunakan jas yang sama persis dengan warna kebaya yang digunakan alika namun entah kenapa dimas malah meresakan hal yang berbeda setelah bertemu alika.
Hal - hal pertemuan yang semakin sering membuat dimas mengakui bahwa ia sudah tidak takut lagi akan cinta dan berani mengikat alika dengan kepastian yang selalu dijaganya sampai saat ini.
__ADS_1