Cinta Yang Tak Sampai

Cinta Yang Tak Sampai
19.KEMBALI BERSATU NYA HUBUNGAN VIVI DAN ABER


__ADS_3

"Aku minta maaf ya vi,aku benar-benar cowok yang tidak baik buat kamu,bahkan masalah yang kamu hadapi sendiri saja aku ga' tahu"


"Ga' apa-apa ber,yang penting sekarang kamu dah tahu semua nya,lalu gimana dengan hubungan kita selanjut nya ber?" (tanya Vivi sambil melepas kan pelukan nya,dan menatap ke arah bola mata Aber)


Aku yang melihat mereka dari jauh pun dapat merasa kan,bahwa sekarang hubungan mereka sudah baikan.


"Sebelumnya aku yang mutusin kamu,apa kamu masih mau sama aku?" (tanya Aber)


"Kenapa kamu ngomong gitu ber?


ya jelas lah aku masih mau sama kamu,aku ga' pernah marah atau pun kecewa sama kamu,kalau pun aku berada di posisi kamu pun yang sekarang,aku juga akan ngelakuin hal yang sama" (sambil memberikan senyuman tipis).


"Makasi vi,kamu masih mau menerima aku (sambil memeluk Vivi)


Melihat mereka sudah baikan,aku pun menyusul dan menghampiri mereka,dan memberikan selamat atas hubungan nya.


"Ciieee yang udah baik kan" (ledek ku)


Vivi yang malu- malu pun melepaskan pelukan nya dari Aber,tapi Aber malah merangkul balik Vivi.


"Kenapa tiba-tiba di lepasin" (tanya Aber)


"Kamu ga' boleh lepas lagi,dan kemana-mana lagi" (rayu Aber).

__ADS_1


Vivi pun hanya tersenyum tipis melihat tingkah Aber,dan aku pun memberikan minuman dan cemilan yang tadi nya aku beli.


"Yaudah yukk,,duduk sana,ga' capek apa,berdiri mulu'!(tanya ku sambil berjalan menuju tempat duduk yang kami pilih)


Ditempat duduk pun mereka bercanda tawa,sampai tak melihat kalau aku juga berada di sana,melihat senyum mereka,aku juga ikut bahagia,dan berfikir,bahwa bahagia itu seperti ini.


Hari pun mulai sore menjelang senja,aku pun mengajak mereka untuk pulang.


" Udah jam 18:00 vi,kita pulang lagi yukk"(ajak ku)


"Yaudah nda,kamu pulang nya bareng aku aja,sekalian aku juga ada yang ingin aku bicarakan" (balas Vivi)


"Yaudah sayang,kamu pulang nya hati-hati,bawa motor nya jangan ngebut"(balas Aber sambil mengelus kepala Vivi)


Dalam perjalanan pulang,aku melihat Vivi senyam senyum sendiri.


"Kamu kenapa vi senyam senyum sendirian?" (tanyaku)


"Makasih ya nda,berkat kamu,aku jadi baikan sama Aber"


"Iya,sama-sama,besok-besok jangan berantem lagi" (saran ku)


"Iya nda,kamu tenang aja,aku ga' akan ngelakuin kesalahan untuk yang ke dua kali nya kok".

__ADS_1


"Truuss gimana dengan laki-laki itu vi?


"Aku dah mikirin cara nya kok nda,besok aku akan ajak dia dan Aber ketemu,dan aku akan mutusin dia di depan Aber secara langsung,biar ga' ada kesahpahaman Aber terhadap aku lagi"


"Iya vi,semoga besok semua nya berjalan lancar yaa"


"Iya nda".


*Malam Harinya Dirumah


Saat rebahan di dalam kamar,aku teringat Heru yang sakit di siang hari tadi.Aku pun menelpon dan menanyai kondisi nya.


" Hallo"(terdengar suara serak Heru dari seberang sana)


"Kamu lagi sakit ya ru?" (tanya ku)


"Iya may,kamu tahu dari mana kalau aku sakit (may singkatan dari maymunah yang merupakan nama samaran ku).


" Kedengaran dari suara kamu ru,kamu kenapa sakit ru ?


"Gpp may,mungkin aku kurang tidur aja"


Memang akhir-akhir ini Heru kurang tidur karna sering memikir kan Indah.dan dia selalu berharap bisa ketemu dengan nya lagi.

__ADS_1


__ADS_2