
Bab 1 PERNIKAHAN
"sah".....
" Alhamdulillah"...
Suara orang bersaut-satuan diruang tamu rumahku.
"Alhamdulillah, anak emak akhirnya nikah juga. "kata emak
" lho, memang kenapa mak".Jawabku
__ADS_1
"Takut dibilang perawan tua".bisik emak
" aish, emak kalo ngomong, memang berapa umurku mak baru juga 23 tahun. "
"e kamu itu, emak saja nikah umur 19 tahun".
" kalo gitu mak yang perawan tua, masak 19 tahun baru nikah. kan jamannya mak, teman teman mak 13 tahun apa 15 tahunan gitu sudah pada nikah, la emak 19 malah baru nikah. "
"ish, kamu itu dibilangin g percaya".
Aku seorang gadis dari keluarga sederhana, yang tinggal di sebuah desa kecil diperbatasan antara Jawa Tengah dan Jawa Timur. Aku sulung dari 3 bersaudara. Adik keduaku perempuan sedang sibungsu laki-laki. Jarak aku dan adik terakhirku cukup jauh 16 tahun. Ayahku ah bukan tepatnya bapakku adalah seorang petani.Dengan sawah tak lebih dari setengah hektar, sedangkan makku(kata lain untuk panggilan ibu) hanya seorang ibu rumah tangga.
__ADS_1
Dengan keadaan ekonomi yang pas-pasan, maka setelah lulus SMA aku pun mencoba peruntungan dengan beribu-ribu teman seangkatan untuk mendapatkan pekerjaan, 2 tahun setelah bekerja di kota kelahiran ku, dengan tidak ada perubahan nasib, maka aku mencoba mencari peruntungan di kota surabaya. Tentu aku tak sendiri ke sana, bersama pak lek ku yang sudah lebih dulu bekerja di sana.
Semua pekerjaan aku lakukan. Mulai dari penjaga toko sampai kerja di pabrik kulakukan.Terakhir aku kerja diPabrik pengolahan ikan. Dan dari sinilah semua berawal.
Dari seorang teman yang juga bekerja di pabrik pengolahan ikan itupun aku berkenalan dengan seorang pemuda santun asli kota Surabaya. Sungguh dia lain daripada yang lain.Tutur bahasanya halus, sopan, berpendidikan dan tentu saja tampan. Sungguh aku terpesona..................... pada pandangan pertama.
Lambat laun pertemanan kami bukan sekedar teman biasa. Ada rasa tak biasa jika dia tak datang bertandang ketempat kost ku. Dan memang aku memutuskan kost sendiri karena tak ingin terus merepotkan pak lek ku yang memang sudah menikah dan juga ngekost itu.
2 bulan setelah kedekatan kami dia mengungkapkan perasaannya. Sungguh hatiku berbunga karena aku juga memendam rasa yang sama "CINTA".Dia kekasih pertamaku lelaki pertama yang hadir dalam hidupku setelah bapak dan juga adikku. Dia yang menemaniku di perantauan. Dia yang merawat ku saat sakit. Sungguh dia adalah kekasih hebat ku.
2 Tahun kebersamaan kami., saat aku pulang kampung bahkan dia juga mengantarkan ku pulang dengan sepeda motor buntutnya.5 jam perjalanan tak menyurutkan niatnya hanya ingin bertemu orang tuaku. Tapi apalah daya takdir manusia hanya Tuhan yang tahu, manusia hanya sekedar merencanakan dan tetap Tuhan penentu segalanya. Dan hanya karena adat istiadat cinta yang begitu dalam harus diputuskan. Hanya karena hitungan kelahiran Jawa atau nama lainya hitungan weton, maka kami tak bisa bersama. Hari kelahiran ku dan kekasih hatiku tak bisa bersatu.
__ADS_1
jedaaarrrrrrrrrrr................
Dan disinilah aku sekarang, dikamar berkebaya putih mendengarkan suami pilihan bapak mengucapkan ijab kabul. Dan pada akhirnya aku menikah 9 bulan dr kepulangan ku dari Surabaya. Dan aku dijodohkan.