
"Ayu......kamu kan tidak jadi makan, sekarang kita makan dulu atau langsung pulang"
"Ayuuuu.... "
"Ayuuu... "
grekkkk, tiba tiba Arka menepikan motor nya.
"Lho kok berhenti mas Arka, ini kan......... belum sampai? "
"Kamu bengong dari tadi, kenapa, masih kepikiran Eka? "
"Kalau boleh tahu, dia pacarmu? "
"Bukan kok "
"Tapi kenapa, kamu menyukainya? "
Aku diam, mungkin benar aku menyukainya atau sekedar kagum dengan cowok yang bergitar?
Entahlah, walaupun usiaku hampir 20 tahun tapi aku belum pernah punya pacar.
"Kenapa bisa bilang begitu mas?
" Sikapmu, sorot matamu, senyummu padanya sungguh sangat berbeda saat kau berbicara dengan yang lain, "
"Benarkah? "
"Iya..... "
"Entahlah, aku belum pernah punya pacar jadi belum tau rasanya jatuh cinta, cuma kadang aku g suka kalau dia ngomong sama temen cewek lain. "
"Itu namanya cemburu dodol, aduh arek ini polos banget? "
"O iya kah mas? "
"Tapi kami cuma teman"
"A, O, A, O lalu kenapa kamu memanggilku mas bukan cak.? "
"Enggak tau, rasanya kalau panggil cak kok lebih nyaman panggil mas ya. "
"E ayo jalan mas sudah malam"
"Oke, gimana makan dulu apa terus? "
"Terus saja udah malam lagian".
" Pegangan, jangan melamun lagi nanti kesambet kata orang tua. O ya gimana kelanjutannya masih mau cari Eka besuk - besuk,. Aku siap antar lho".
" G usah mas. Mungkin orangnya dah pulang kampung"
"Oke, siap pegangan ya awas kalo melamun aku rem dadak ya".
" ih maunya, bentar.... "
"Lho, ngapain buka helm udah malam lho ini".
" Buat jagaa jaga ku taruh didada biar kalau ada rem dadak dadaku terlindungi, Aamaaannn. "
"Apaan dada rata juga," sungut Arka
"Bilang apa tadi, awas ya dasar mesum"
"Tidak, bismillah ayo pulang Gas polll".
setibanya di kost pak lek.
" Terima kasih ya mas untuk hari ini. "
"Sama - sama , Assalamualaikum".
" Waalaikum salam"
Hari berlalu dengan cepat, dan hari demi hari berlalu dengan berbeda. Kalau biasanya aku sendiri, sekarang ada sosok Arka yang hadir menemani, seperti sore itu.
" Ada apa mas"
"Katanya cari kost, mau aku tunjukan. "
"Benarkah? "
"Ayo."
...........
"Ini kostnya... "
"Yang bawah untuk keluarga ada 3 kamar. Yang atas untuk bujang, ada 4 kamar. Yang paling besar untuk tuan rumah jika berkunjung. maklum yang punya kost orang Blitar.
O ya yang satu kamar itu teman satu pabrik ku, dia yang nunjukin kamar ini waktu ku bilang cari kost untuk teman.
Dik sini kenalin ini Ayu temanku. "
__ADS_1
"Ya bentar.... hallo Didik"
"Ayu.... "
"Mau liat kamar kamar "
"Oya mas "
"Ayo,.... ini kamar pertama. liat liat dulu, aku keluar sebentar"
"ya mas".
" Gimana, Ayu suka".
"untuk kamar yang ini aku tidak suka, tapi untuk kost disini aku suka, dekat kerjaan juga terimakasih ya mas".
Arka mengangguk, kami saling pandang
entah siapa yang mulai kami saling berpelukan erat sangat erat, bahkan sampai Didik masuk pun kami tak mendengarnya.
"Emmmmm, ehemmmm.... bagaiman kamarnya?.
" E mas Didik, aku kurang suka kamar yang ingin".
"Oke kita lihat kamar yang lain ya. "
Kami pun berkeliling, tiba di kamar sudut dekat kamar pribadi pemilik rumah aku pun menyukai kamar itu. lebih lebar, ada jendela nya.
Singkat cerita aku pun pun pindah dari kost pak lekku dari Rungkut lor ke kawasan Brebek industri.
Aku pun senang, selain jaraknya yang sangat dekat dari pabrik ku yang cuma jalan 10 menit, Arka hampir setiap hari datang menjengukku.
Hingga suatu sore,
"Ayu keluar sebentar...! "
"Ada apa mas didik? "
"Apa sebenarnya hubunganmu sama Arka "
"Kami hanya teman? "
"Ayu, kalau teman bukan begitu caranya, kalian saling peluk ,sering berdua. Kamu itu perempuan harus punya harga diri, tanyakan padanya apa statusmu di matanya. "
"Tapi mas,,,,,, "
"Wanita itu butuh kepastian, ingat itu. Aku ngomong kayak gini karena aku sudah nganggap kamu adikku. Di pabrik Arka dijodoh- jodohkan dengan adik temanya dan dia diam saja tanpa ngasih tau kalau dia sudah punya pacar".
"Tapi kamu suka dia kan,, , ? "
"emmmm....."
"Iya kan ?////Makanya kamu minta kepastian"
"Baiklah"
"Oke aku cari makan dulu, ingat kata-kataku. "
"Iya, makasih mas"
Sore itu
"Tok...... Tok.... Tok...... Assalamualaikum " suara Arka mengetuk pintu kost ku.
"Waalaikum salam ".jawabku
Aku diam saja saat dia mengulurkan tanganya, bahkan aku menghindar saat dia hendak memelukku.
" Kenapa, ada apa? "
"Maaf mas, boleh aku tanya? "
"Ya mau tanya apa, tumben gak seperti biasa manja"
"Kalau boleh tau mas itu menganggap aku itu siapa, kalo hanya teman hubungan kita lebih dari sekedar teman , kalo pacar mas belum pernah nembak aku. "
"O.itu kirain ada apa. Hubungan kita ya teman".
" Hanya teman mas? "
"Iya,kamu teman ku. "
"Teman kayak wiwik gitu maksudnya. "
" ya tidak teman tapi mesra, yakan. "
"Cuma teman mas,? " Tanyaku meyakinkannya
"Iya."
"Oke, kita cuma sekedar teman jadi mulai hari ini mas tidak usah repot - repot untuk datang kemari, sekarang mas pulang aku mau istirahat, besuk aku masuk pagi".
" Lho kok,,,,,,,? "
__ADS_1
"Silahkan pulang".
" Ya sudah deh assalamualaikum"
"Waalaikum salam"
Dengan langkah gontai dia melangkah menuju pintu, di dekat pintu di kembali menengokke belakang. Tapi aku hanya diam dan tetap diam. Jadi cukup dia mempermainkan perasaanku Terkikis sudah semua rasa kagumku saat itu. Bocah santun anak metropilis ternyata pandai mempermainkan perasaanku.Gadis lugu dari kampung.Saat pintu tertutup, dan...
tes,,,,,,, tes,,,,,,, tes
Akhirnya lolos juga air mataku, ternyata sebegitu menyakitkannya ketika kita tidak dianggap.
Sudahlah, aku menghapus air mataku, dia memang bukan siapa siapaku. Aku harus fokus dengan tujuanku datang ke Surabaya yaitu cari uang sebanyak - banyaknya untuk membantu orang tuaku.
Hari demi hari ku jalani seperti biasa. Bahkan sudah seminggu ini aku kerja lembur masuk jam 6 pagi pulang jam 9 malam, karena bahan baku pabrik melimpah.Dan aku sudah tak lagi memperdulikan Arka. Entah bagaimana dia, aku sudah tidak perduli, dan hari ini, aku dapat pulang lebih cepat. Seneng banget, kayak menang lotre. Aku sudah tak sabar ingin segera membaringkan tubuh ku.
Tanpa bersih - bersih dulu aku berbaring,
sebegitu nikmatnya bisa istirahat lebih awal.
Masa bodoh sama bau badan ku, toh aku sudah terbiasa jadi tidak begitu menyengat dengan bau badan ku sendiri. Maklum anak pabrik pengolahan ikan memang punya ciri khas, bau badan yang naudzubillah amissss banget. Itu kata orang - orang lain pabrik yang dekat kami.
Tok......... Tok....... Tok.......
"Assalamualaikum..... "
Lho suara Arka ngapain dia kesini,
"Waalaikum salam bentar"
Aku memang sengaja mengunci pintu, karena tidak mau di ganggu anak - anak yang kadang nyelonong masuk tanpa permisi, hanya sekedar ngajak cari makan. Pokoknya sore ini adalah me time ku titik.
Setelah aku masuk kost, ada sekitar 3 Anak pabrik pengolahan ikan yang ikut pindah kesini.
cklek.........
"Ayu, maafkan aku tapi tolong jangan pernah pergi dariku.jangan menghindar dari ku. Sungguh aku tak bisa jauh dari mu. Seminggu ini membuatku tersiksa. Maafkan aku, aku mencintaimu maafkan keegoisanku. Maaf jangan lagi pergi dariku... " Tiba tiba Arka langsung memelukku dan bahkan dia menangis. Ada apa ini, aku menghindar ke mana perasaan aku tak pernah pergi ke mana-mana .
"Mas... bisa lepas pelukan yang, aku belum bersih - bersih"
"Biarin.. "
"Lho kok...... tapi mas aku sesak".
" O maaf... "
Arka langsung melepas pelukanya.
"Tapi janji jangan menghindariku lagi, "
"menghindar bagaimana sih mas"
"Kamu tahu tidak, seminggu ini aku tu pontang panting nyari kamu, tiap aku ke lost kamu selalu tidak ada. Aku ke kost pak lek kamu tidak ada. Aku bahkan nyari ke kost yang di tambak sawah, tapi di tengah jalan aku di hentikan orang, dia bilang pinjam api. "
" Api apa si mas"
"Maksud dia korek. karena aku tidak merokok aku pun bilang tidak bawa.
Setelah orang itu pergi aku berfikir, kok ada orang pinjam api apa ini pertanda, kalo aku melanjutkan niatku untuk ke kost aku akan dapat masalah. Tiba tiba aku datang sendiri lalu bertanya keberadaan mu, bisa bisa habis aku ditangan mereka. Mereka pasti berfikir aku ngapain kamu, hingga kamu kabur. Dan aku liat mereka sayang sekali denganmu
"he.... he.... he nah itu tau, aku kan adik perempuan kecil kesayangan mereka. "
Aku terkekeh juga dalam hati bagai mana bisa Arka berfikir aku menghindarinya. Padahal aku kan lembur terus minggu ini . Kenapa Mas Didik tidak ngasih tau Arka. wah fix mas Didik jug ngerjain Arka
"Janji Ayu jangan pergi lagi".
" Kamu kan bukan siapa - Siapa aku, kok melarang aku sih. "
" Kata siap bukan siap - siapa aku, mulai malam ini kamu adalah pacarku. Dan kamu tidak boleh kemana - mana tanpa izin dariku. "
"Idih kok maksa sih, "
"Biarin, pokonya kamu milikku cuma milikku, Aku mencintaimu Ayu, sungguh satu minggu ini membuat aku hampir gila karena tiba-tiba kamu menghilang".
" Ceritanya nembak nih, tapi kok tidak romantis ya"
"Lalu aku harus bilang apa, Ayu apakah kamu mau jadi pacarku gitu?.Kalau kamu jawab tidak, mak bisa gila aku. Pokoknya kamu pacarku titik".
" Ogah. O-G-A-H"
"IYA"
"TIDAK"
"IYA"
"TIDAK"
"AYU, aku mohon terima aku.I love you. I love you."
Ucàp nya sambil memelukku erat.
Mungkin Kah setelah ini kita tidak hanya sekedar teman.
__ADS_1